nataragung.id – Kalianda – Kabupaten Lampung Selatan kembali menjadi rujukan praktik baik pembangunan desa dan penguatan ketahanan masyarakat.
Kali ini, delegasi internasional dari Timor Leste melalui Program Sprint II (Strengthening Partnership for Community Resilience in Indonesia and Timor-Leste) datang untuk belajar langsung mengenai penguatan ketangguhan komunitas berbasis desa di wilayah tersebut.
Delegasi Timor Leste yang dipimpin Pedruco Capela, Konsultan ADPC Program SPRINT Timor Leste, diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, di ruang kerja Sekda Lampung Selatan, Senin (11/5/2026).
Kunjungan itu menjadi bagian dari agenda pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Indonesia dan Timor Leste dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana, sekaligus memperkuat pembangunan desa berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut Project Manager Paluma Nusantara Lampung Selatan Nanang Priyana, Konsultan ADPC Program SPRINT Indonesia, jajaran perangkat daerah Pemkab Lampung Selatan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Selama berada di Lampung Selatan, delegasi dijadwalkan mengunjungi sejumlah desa dampingan program, yakni Desa Maja di Kecamatan Kalianda, Desa Canti dan Desa Rajabasa di Kecamatan Rajabasa, serta Desa Kelawi di Kecamatan Bakauheni.
Di lokasi tersebut, delegasi akan melihat secara langsung berbagai praktik pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan, mulai dari penguatan ketangguhan desa, pengurangan risiko bencana, hingga pengembangan mata pencaharian masyarakat berbasis potensi lokal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama lintas negara sekaligus membuka ruang belajar bersama.
“Lampung Selatan ini merupakan kabupaten yang sangat strategis. Jalur darat, laut, maupun udara semuanya ada di sini. Mudah-mudahan suasana dan pengalaman yang ada disini bisa menjadi ruang untuk saling belajar dan saling melengkapi,” ujar Supriyanto.
Menurutnya, kerja sama seperti ini tidak hanya memperkuat hubungan antarwilayah, tetapi juga memperkaya pengalaman masing-masing negara dalam membangun masyarakat desa yang tangguh dan mandiri.
“Hal-hal baik dari Timor Leste silakan dibagikan kepada kami, begitu pula pengalaman baik dari Lampung Selatan mudah-mudahan dapat dibawa sebagai pembelajaran ke Timor Leste,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Supriyanto juga memperkenalkan Lampung Selatan sebagai daerah dengan masyarakat yang majemuk, terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis.
“Lampung Selatan memiliki masyarakat yang heterogen, namun dapat hidup dengan rukun dan damai. Ini menjadi bagian penting yang terus kita jaga bersama,” katanya.
Ia pun meminta seluruh perangkat daerah memberikan sambutan terbaik kepada delegasi internasional tersebut sebagai wujud keramahan Indonesia.
“Kita harus menunjukkan hal-hal baik yang kita miliki. Indonesia dikenal dengan keramahannya dan kesantunannya, sehingga itu harus terus kita tunjukkan kepada siapa pun,” tutupnya.
Diketahui, Program SPRINT II merupakan kolaborasi internasional yang berfokus pada penguatan ketangguhan masyarakat pesisir melalui pembangunan desa berkelanjutan di Indonesia dan Timor Leste, dengan menitikberatkan pada pengurangan risiko bencana dan penguatan ekonomi masyarakat lokal. (mara-kmf)

