nataragung.id, Artikel – Hidup tak selalu berjalan tenang. Ada kalanya tubuh terasa lelah, pikiran penuh tekanan, hingga hati terasa gelisah tanpa sebab yang jelas. Di tengah padatnya aktivitas dan kerasnya kehidupan, banyak orang mulai mencari ketenangan bukan hanya melalui istirahat fisik, tetapi juga lewat pendekatan spiritual.
Salah satu ikhtiar yang kini semakin banyak dilakukan umat Muslim adalah ruqiah mandiri.
Ruqiah mandiri merupakan cara melakukan ruqyah kepada diri sendiri dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, doa, dan dzikir yang diajarkan dalam syariat Islam. Tujuannya bukan hanya memohon kesembuhan, tetapi juga meminta perlindungan, ketenangan jiwa, dan keberkahan hidup kepada Allah SWT.
Bagi sebagian orang, ruqiah sering kali identik dengan gangguan nonmedis atau hal-hal mistis. Padahal, makna ruqiah jauh lebih luas dari itu. Ruqiah juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, menjaga hati tetap tenang, serta menguatkan keyakinan di tengah berbagai persoalan hidup.
Beberapa bacaan yang umum digunakan dalam ruqiah mandiri antara lain:
- Surah Al-Fatihah
- Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
- Surah Al-Ikhlas
- Surah Al-Falaq
- Surah An-Nas
- Dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah
Tata Cara Ruqiah Mandiri
Agar dilakukan dengan baik dan sesuai tuntunan, berikut langkah-langkah sederhana ruqiah mandiri:
- Berwudhu terlebih dahulu
Membersihkan diri sebelum membaca ayat-ayat Al-Qur’an agar hati dan tubuh lebih siap dalam beribadah. - Meluruskan niat
Niatkan ruqiah semata-mata untuk memohon perlindungan, ketenangan, dan kesembuhan kepada Allah SWT. - Membaca ayat dan doa dengan penuh keyakinan
Bacalah ayat-ayat ruqiah secara perlahan, tenang, dan penuh penghayatan. - Meniupkan bacaan ke telapak tangan
Setelah membaca doa atau ayat tertentu, sebagian orang meniupkannya ke telapak tangan lalu mengusapkannya ke wajah atau bagian tubuh yang dirasa sakit. - Dilakukan secara rutin
Ruqiah mandiri lebih baik dilakukan secara istiqamah sambil tetap menjaga ibadah, memperbaiki pola hidup, dan menjaga pikiran positif.
Dalam Islam, ruqiah yang benar harus menggunakan ayat Al-Qur’an atau doa yang dipahami maknanya, tidak mengandung unsur syirik, serta meyakini bahwa kesembuhan sepenuhnya datang dari Allah SWT.
Ruqiah mandiri juga bukan pengganti pengobatan medis. Islam mengajarkan keseimbangan antara doa dan ikhtiar. Karena itu, menjaga kesehatan, berolahraga, memperbaiki pola makan, serta berkonsultasi kepada tenaga medis tetap menjadi bagian penting dalam menjaga diri.
Di tengah dunia yang semakin bising, mungkin setiap orang membutuhkan ruang untuk menenangkan hati. Dan terkadang, ketenangan itu hadir dari lantunan ayat-ayat suci yang dibaca dengan penuh keyakinan dalam kesunyian malam.

