Mutiara Pagi : Rahasia Mimpi dan Jalan Ikhtiar. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Tidak semua impian perlu diumumkan kepada banyak orang. Ada cita-cita yang justru tumbuh lebih kuat ketika disimpan dalam diam, dipelihara dengan kesungguhan, lalu dipanjatkan kepada Allah melalui doa-doa yang tulus.

Sebab manusia tidak selalu memiliki hati yang sama; ada yang ikut bahagia melihat keberhasilan orang lain, namun ada pula yang menyimpan rasa iri tanpa terlihat.

Orang-orang bijak dahulu berkata:

اسْتَعِينُوا عَلَى قَضَاءِ حَوَائِجِكُمْ بِالْكِتْمَانِ، فَإِنَّ كُلَّ ذِي نِعْمَةٍ مَحْسُودٌ

“Mintalah pertolongan untuk mewujudkan kebutuhan-kebutuhan kalian dengan menyembunyikannya, karena setiap pemilik nikmat akan dihasadi.”

Karena itu, menjaga sebagian harapan dan rencana hidup sering kali menjadi bentuk kebijaksanaan. Bukan karena takut gagal, melainkan agar hati tetap fokus pada usaha, bukan sibuk mencari pengakuan manusia.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Tak Pernah Habis Ampunan-Nya: Harapan di Balik Kata ﴿غَفَّارٌ﴾ Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Terlalu banyak menceritakan rencana terkadang membuat semangat melemah sebelum tujuan benar-benar tercapai.

Lihatlah bagaimana seekor burung terbang tinggi ke angkasa. Ia tidak membuat keramaian sebelum mengepakkan sayapnya. Ia menguatkan dirinya dalam diam, hingga akhirnya mampu menembus luasnya langit.

Begitu pula manusia; keberhasilan sering lahir dari ketekunan yang diam-diam, bukan dari banyaknya kata-kata yang diumbar.

Dalam kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam terdapat pelajaran besar tentang pentingnya menjaga rahasia. Nabi Ya’qub meminta putranya untuk tidak menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya agar terhindar dari makar dan kedengkian.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Allah Tidak Menghendaki Azab, Tetapi Syukur dan Iman. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Nabi Ya’qub ‘alaihis salam pernah berkata kepada Yusuf:

{ قَالَ یَـٰبُنَیَّ لَا تَقۡصُصۡ رُءۡیَاكَ عَلَىٰۤ إِخۡوَتِكَ فَیَكِیدُوا۟ لَكَ كَیۡدًاۖ إِنَّ ٱلشَّیۡطَـٰنَ لِلۡإِنسَـٰنِ عَدُوࣱّ مُّبِینࣱ }

“Wahai anakku, janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, nanti mereka membuat makar terhadapmu.” (QS. Yusuf: 5)

Dari sini kita belajar bahwa tidak semua nikmat dan harapan perlu diumbar sebelum waktunya tiba.

Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena lebih sibuk membicarakan rencananya daripada mengerjakannya. Sebaliknya, banyak keberhasilan besar lahir dari kesabaran, kerja keras, dan doa yang dilakukan tanpa hiruk-pikuk perhatian manusia.

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK (12) : Doa Orang yang Berpuasa Tidak Tertolak. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka, jika engkau memiliki cita-cita besar, jagalah ia sebagaimana seseorang menjaga benih terbaiknya. Rawat dengan usaha, sirami dengan doa, dan lindungi dengan keikhlasan. Biarkan waktu dan takdir Allah yang kelak memperlihatkan hasilnya kepada dunia. (*/251)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

#KIS
#Shobahul_khair
#Mutiara_Pagi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini