nataragung.id – Lampung Selatan – Komitmen pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal terus diperkuat oleh elemen sipil dan dunia usaha. Langkah nyata ini tercermin dalam kunjungan silaturahmi Persatuan Istri Karyawan Bukit Asam Periska BA ke UMKM Lamban Kelor CV Rizky Berkah Utama di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, pada Selasa 2 Juni 2026.

Kunjungan yang mengusung tema “Sehat Dimulai Dari Rumah: Pola Hidup, Pola Makan, dan Pola Pikir” ini menjadi momentum penguatan ketahanan pangan dan gizi keluarga berbasis komunitas. Hadir langsung Ketua Periska BA Warsini Arsal Ismail didampingi 14 anggota pengurus.
Selain jajaran Periska BA, hadir pula Listati pejabat manajemen PT Bukit Asam yang membidangi program CSR dari Tanjung Enim, serta perwakilan manajemen PTBA Unit Tarahan Lampung. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan integrasi antara komitmen perusahaan dengan gerakan perempuan.

Kemitraan antara PT Bukit Asam dengan Lamban Kelor yang digawangi Pujo selaku owner bukan hal baru. UMKM yang fokus pada pengolahan tanaman kelor Moringa oleifera ini telah menjadi mitra binaan PTBA sejak tahun 2020.
Dalam perspektif pemberdayaan, keberlanjutan hubungan selama enam tahun ini membuktikan program CSR tidak sekadar bersifat karitatif atau bantuan sesaat, melainkan menyentuh akar kemandirian ekonomi warga desa. Lamban Kelor kini juga bertransformasi menjadi pusat edukasi melalui jejaring Kampus IV Swasembada Gizi Kampus Bambu Terpadu Mandiri Indonesia.
Ketua Periska BA Warsini Arsal Ismail menyampaikan apresiasi atas konsistensi Lamban Kelor dalam mengedukasi masyarakat. Menurutnya kesehatan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh ketahanan pangan dan kualitas gizi yang bermula dari dapur rumah tangga.
“Pola hidup dan pola makan yang sehat harus dijemput dari kesadaran keluarga. Kelor adalah kekayaan lokal yang memiliki nilai gizi luar biasa. Melalui silaturahmi ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran dunia usaha dan organisasi seperti Periska BA mampu menjadi stimulan bagi lahirnya masyarakat yang sehat secara fisik dan mandiri secara ekonomi,” ujar Warsini di sela penyerahan plakat apresiasi kepada pengelola Lamban Kelor.
Tanaman kelor kerap dianggap tanaman pekarangan biasa. Namun di bawah bendera CV Rizky Berkah Utama, komoditas ini menjelma menjadi produk obat tradisional herbal yang bermutu tinggi dan diminati pasar.

Dalam sambutannya owner UMKM Lamban Kelor Pujo memaparkan varian produk orisinal yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat secara alami. Produk utama mereka Kapsul Lamban Kelor dan Teh Kelor Celup dikenal luas kaya antioksidan alami yang efektif membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, menormalkan tekanan darah, serta memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh.
Tidak hanya mengandalkan kelor, inovasi Lamban Kelor juga merambah ke ramuan herbal lainnya. Pujo menjelaskan keberadaan varian Kapsul Moris Naker yang diformulasikan untuk membantu memelihara daya tahan tubuh pada kondisi lemah serta membantu pemulihan pasca sakit.
Selain itu ada Kapsul Kunyit Curcuma Longa untuk kesehatan pencernaan, Kapsul Kunyit Zedoaria untuk mendukung kesehatan wanita, hingga Kapsul Bee Polen yang berkhasiat mendongkrak stamina serta energi tubuh.
Guna melengkapi terapi kesehatan dari luar, Lamban Kelor juga menyediakan produk tradisional seperti Ramuan Rendaman Kaki untuk memberikan efek relaksasi dan melancarkan peredaran darah, serta Ratus V Rebus untuk perawatan kebersihan area kewanitaan.
Pujo mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas pendampingan konsisten PT Bukit Asam sejak 2020 sehingga produk lokal bernilai guna tinggi ini bisa terus eksis dan berkembang. “Pendampingan dari PT Bukit Asam sejak tahun 2020 telah membuka jalan bagi kami untuk terus berkembang dan melegalkan produk obat tradisional herbal ini.
Kunjungan Ketua Periska BA hari ini menegaskan bahwa perjuangan kami di tingkat tapak untuk memasyarakatkan kelor dan menggalakkan swasembada gizi mendapat dukungan penuh. Kami berharap sinergi ini terus berdampak luas bagi warga Desa Bulok dan sekitarnya,” tutur Pujo.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ditutup dengan diskusi interaktif mengenai pengembangan produk serta penyerahan plakat simbolis dari Periska BA kepada pihak Lamban Kelor sebagai bentuk meneguhkan komitmen bersama demi kemaslahatan umat. (edi’s)

