Mimbar Jum’at: Macam-Macam Sedekah Jariyah – Bekal Menuju Pulang. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Sedekah jariyah adalah amal yang manfaatnya terus berlangsung sehingga pahala bagi pelakunya tetap mengalir meskipun ia telah meninggal dunia. Semakin luas manfaatnya dan semakin lama keberlangsungannya, semakin besar pula pahala yang diharapkan di sisi Allah.

Pertama, Membangun dan Memakmurkan Masjid

Masjid adalah tempat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat. Selama masjid digunakan untuk kebaikan, pahala akan terus mengalir kepada orang yang membangunnya atau turut berkontribusi dalam pembangunannya.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿ إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ﴾

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” (QS. At-Taubah: 18)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

« مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ »

“Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, Mewakafkan Al-Qur’an dan Buku Ilmu

Menyebarkan Al-Qur’an, kitab-kitab ilmu, atau sarana pembelajaran Islam termasuk amal yang pahalanya terus mengalir selama dibaca dan dimanfaatkan.

Allah berfirman:

﴿ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ﴾

“Dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.” (QS. Yasin: 12)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

« أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ »

“Atau ilmu yang dimanfaatkan.” (HR. Muslim)

Baca Juga :  Kita dan Mengambil Ibrah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca dari mushaf yang diwakafkan, insya Allah menjadi bagian dari pahala yang terus mengalir.

Ketiga, Membangun Pesantren, Madrasah, dan Sarana Pendidikan

Membantu berdirinya lembaga pendidikan Islam termasuk sedekah jariyah yang sangat besar nilainya karena melahirkan generasi berilmu dan bertakwa.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿ يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ﴾

“Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

« مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ »

“Barang siapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)

Keempat, Membuat Sumur dan Menyediakan Air Bersih

Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Menyediakan sumber air untuk masyarakat termasuk sedekah yang sangat utama.

Allah berfirman:

﴿ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ﴾

“Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup.” (QS. Al-Anbiya’: 30)

Ketika ditanya sedekah yang paling utama, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab:

« سَقْيُ الْمَاءِ »

“Memberikan air minum.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i)

Karena itu, sumur wakaf dan sarana air bersih termasuk bentuk sedekah jariyah yang sangat dianjurkan.

Kelima, Menanam Pohon dan Tanaman yang Bermanfaat

Pohon yang menghasilkan buah, memberi keteduhan, atau dimanfaatkan manusia dan hewan termasuk amal yang pahalanya terus mengalir.

Baca Juga :  MIMBAR JUMAT - Sudut Pandang dan Masalah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron - MAJALAH NATAR AGUNG.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

« مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ إِنْسَانٌ أَوْ طَيْرٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ »

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu dimakan oleh manusia, burung, atau hewan, kecuali itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keenam, Menyebarkan Ilmu yang Bermanfaat

Mengajar, menulis buku, berdakwah, membuat materi pendidikan, atau mengajarkan Al-Qur’an merupakan sedekah jariyah yang paling luas pengaruhnya.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

« مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا فَلَهُ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهِ »

“Barang siapa mengajarkan suatu ilmu, maka ia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya.” (HR. Ibnu Majah, maknanya shahih)

Dan dalam hadits Muslim disebutkan:

« أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ »

“Atau ilmu yang bermanfaat.”

Ketujuh, Mendidik Anak Menjadi Saleh

Anak saleh yang beribadah, berdakwah, dan mendoakan orang tuanya akan menjadi sebab terus mengalirnya pahala bagi kedua orang tuanya.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ ﴾

“Dan orang-orang yang beriman serta anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan anak cucu mereka dengan mereka.” (QS. Ath-Thur: 21)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

« أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ »
“Atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT : Ulul Albab - Mereka yang Melihat dengan Hati, Berfikir dengan Cahaya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Kedelapan, Membuka Jalan Kebaikan dan Dakwah

Membantu kegiatan dakwah, membiayai para dai, menyediakan media dakwah, dan memudahkan orang untuk beribadah termasuk sedekah jariyah.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

« مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا »

“Barang siapa memulai suatu kebaikan dalam Islam, maka ia memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya.” (HR. Muslim)

Kuburan adalah tempat terputusnya kesempatan beramal, tetapi tidak bagi orang yang memiliki sedekah jariyah. Ketika lisannya telah diam, jasadnya telah terkubur, dan manusia telah melupakannya, pahala masih terus mengalir karena masjid yang dibangunnya, ilmu yang diajarkannya, Al-Qur’an yang diwakafkannya, sumur yang dibuatnya, pohon yang ditanamnya, dan anak saleh yang dididiknya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang cerdas, yaitu mereka yang mempersiapkan bekal menuju pulang dengan memperbanyak sedekah jariyah sebelum datang hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi bermanfaat, kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Aamiin.

✒️ Komiruddin Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mimbar Jum’at

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini