Tahun Baru Hijriyah – Menuju Izzul Islam wal Muslimin (Kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin). Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id Pemanggilan – Hari ini umat Islam telah memasuki Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1448 H. Pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka dari 1447 menuju 1448 Hijriyah, tetapi momentum untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri), memperbaiki amal, dan menyusun langkah menuju masa depan yang lebih baik.

Hijrah Nabi shallallahu alaihi wasallam dari Makkah ke Madinah yang menjadi awal penanggalan Islam bukanlah perjalanan biasa. Hijrah adalah simbol perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan kebangkitan umat. Karena itu, semangat Tahun Baru Hijriyah adalah semangat membangun kembali kemuliaan Islam dan kaum muslimin (‘izzul Islam wal muslimin).

Pertama, Waktu Adalah Amanah yang Akan Dipertanggungjawabkan

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ إن الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr: 1-2)

Pergantian tahun mengingatkan bahwa umur kita semakin berkurang. Tahun yang berlalu tidak akan pernah kembali.

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ، فَإِذَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ

“Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari-hari. Ketika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu telah pergi.”

Karena itu seorang mukmin tidak menjadikan pergantian tahun hanya sebagai seremoni, tetapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.

Kedua, Hakikat Hijrah: Berpindah dari Maksiat Menuju Ketaatan

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Belajar Tenang dari Tawakkal. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari)

Hijrah yang paling dibutuhkan hari ini adalah:
– Hijrah dari syirik menuju tauhid.
– Hijrah dari kemalasan menuju kesungguhan.
– Hijrah dari kebodohan menuju ilmu.
– Hijrah dari perpecahan menuju persatuan.
– Hijrah dari maksiat menuju taubat.

Bila setiap muslim melakukan hijrah pribadi, maka masyarakat akan berubah menjadi lebih baik.

Ketiga, Kemuliaan Islam Dimulai dari Ketaatan Umatnya

Banyak orang menginginkan kejayaan Islam, tetapi lupa bahwa kejayaan itu memiliki syarat.

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Jika kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (QS. Muhammad: 7)

Kemuliaan Islam tidak akan terwujud hanya dengan slogan, tetapi dengan:
– Kuatnya aqidah.
– Benarnya ibadah.
– Mulianya akhlak.
– Luasnya ilmu.
– Kuatnya persatuan.

Umat Islam akan dihormati ketika mereka kembali menghormati agamanya sendiri.

Keempat, Persatuan Adalah Jalan Menuju Kekuatan

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali Allah dan janganlah bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jangan Kufur Nikmat Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Salah satu sebab lemahnya umat adalah banyaknya perpecahan dan pertikaian.

Tahun Baru Hijriyah hendaknya menjadi momentum untuk:
– Mempererat ukhuwah Islamiyah.
– Mengurangi permusuhan.
– Menahan diri dari fitnah dan provokasi.
– Mengedepankan dialog dan persaudaraan.

Musuh-musuh Islam tidak akan mampu melemahkan umat apabila umat Islam bersatu.

Kelima, Menyiapkan Generasi Pembawa Kemuliaan Islam

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ

“Hendaklah takut orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka.” (QS. An-Nisa’: 9)

Kemuliaan Islam di masa depan sangat bergantung pada generasi yang kita didik hari ini.

Karena itu:
– Tanamkan tauhid sejak dini.
– Dekatkan anak dengan Al-Qur’an.
– Biasakan shalat berjamaah.
– Dorong semangat menuntut ilmu.
– Jauhkan mereka dari kerusakan moral.

Keenam, Optimisme Menyongsong Tahun Baru Hijriyah

Seorang mukmin tidak boleh pesimis.

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kalian merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, karena kalian paling tinggi derajatnya jika kalian beriman.” (QS. Ali Imran: 139)

Meski umat menghadapi berbagai tantangan, kita yakin bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi orang-orang yang beriman dan istiqamah.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Meneguhkan Hati dengan Janji Akhirat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Tahun Baru Hijriyah harus kita sambut dengan:

– Memperbanyak taubat.
– Memperbaiki ibadah.
– Meningkatkan ilmu.
– Menguatkan persatuan.
– Menebarkan manfaat bagi sesama.

Tahun Baru Hijriyah bukan sekadar pergantian kalender, tetapi panggilan untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Mari kita jadikan tahun yang baru sebagai momentum menuju ‘Izzul Islam wal Muslimin, kemuliaan Islam dan kaum muslimin, dengan memperkuat iman, memperbaiki amal, mempererat persaudaraan, serta berkontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa.

Semoga Allah Subḥanahu wata’ala menjadikan tahun yang akan datang lebih baik daripada tahun yang telah berlalu, mengampuni dosa-dosa kita, memperbaiki keadaan umat Islam, dan mengaruniakan kemuliaan bagi agama-Nya.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ

“Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin, serta hinakanlah kesyirikan dan orang-orang musyrik.”

Amin ya Rabbal ‘Alamin. (*/271)
WaAllahu A’lam

_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini