Mutiara Pagi: Mereka Mencintai yang Segera. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Dalam Alqur’an surat Al-Insan ayat: 27 Allah Taa’ala berfirman:

«إِنَّ هَٰؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا

“Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan yang segera (dunia) dan meninggalkan di belakang mereka suatu hari yang berat.”
(QS. Al-Insan: 27)

Dunia adalah tamu yang datang dengan senyum di bibirnya, tetapi pergi sambil meninggalkan air mata di pelupuk mata. Ia menghampiri manusia dengan janji-janji yang berkilauan, laksana embun yang memantulkan cahaya matahari. Namun, ketika tangan hendak menggenggamnya, ia lenyap sebagaimana fatamorgana yang menghilang di padang pasir.

Betapa banyak hati yang menjadikan dunia sebagai kekasih, padahal ia hanyalah persinggahan. Mereka membangun harapan di atas sesuatu yang telah ditulis akan binasa. Mereka menghitung umur dengan banyaknya tahun, tetapi lupa bahwa umur sejatinya dihitung dengan berapa banyak langkah menuju Allah.

Baca Juga :  Cekhita Lappung - Nasihat Mehayu: Tagan Dang Nge-khugi. Tulisan: Mang Kumir *)

Lalu Al-Qur’an membelah tabir angan-angan itu dengan satu kalimat yang menggetarkan jiwa:

“Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan yang segera (dunia) dan meninggalkan di belakang mereka suatu hari yang berat.”
(QS. Al-Insan: 27)

Mereka mencintai yang segera, karena mata mereka terpikat oleh kilau yang dekat, sedangkan hati mereka tidak lagi mampu melihat cahaya yang jauh. Padahal yang dekat akan segera menjauh, dan yang jauh pasti akan datang.

Baca Juga :  Ramadhan Mubarak (29) : Tanda-Tanda Ramadhan Diterima Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Hari yang berat itu tidak pernah terlambat. Ia sedang berjalan menuju kita, sementara kita mengira kitalah yang berjalan menuju esok. Setiap detik yang berlalu adalah utusan yang membawa kita lebih dekat kepada pertemuan dengan Allah. Maka, sungguh mengherankan orang yang sibuk menghias ruang tunggunya, tetapi melupakan rumah tempat tinggalnya yang abadi.

Jangan jadikan dunia sebagai tujuan pandanganmu, karena ia hanya bayangan yang memanjang saat matahari hendak tenggelam. Jadikanlah akhirat sebagai arah langkahmu, sebab di sanalah kehidupan yang tidak mengenal perpisahan, kebahagiaan yang tidak disentuh kesedihan, dan perjumpaan dengan Rabb Yang Maha Pengasih.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Krisis sebagai Alat Pemilah Iman. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Orang yang mengenal hakikat dunia tidak akan diperbudak olehnya. Ia akan menggenggam dunia di tangannya, bukan meletakkannya di dalam hatinya. Sebab hati yang telah dipenuhi cinta kepada Allah tidak lagi memiliki ruang untuk diperbudak oleh sesuatu yang akan musnah. (*/306).
WaAllahu A’lam

_____
✒️ H. Komiruddin Imron, Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini