Ngelemang, Warisan Leluhur yang Tetap Hidup di Tengah Masyarakat Warga Lampung. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

0

nataragung.id – Bandar Lampung – Ngelemang merupakan salah satu tradisi turun-temurun yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Lampung, khususnya di Kebandakhan Saibatin Makhga Way Lima. Tradisi ini bukan hanya sekadar ritual, melainkan sebuah warisan budaya leluhur yang sarat makna dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat.

Apa itu Ngelemang?

Ngelemang adalah kegiatan memasak beras dengan cara khusus menggunakan bambu yang dilubangi dan dibakar di atas api, hingga nasi tersebut matang secara perlahan. Cara ini memberikan cita rasa khas yang tidak dapat ditemukan pada metode memasak biasa. Tradisi ini biasanya dilakukan menjelang hari besar keagamaan, terutama menjelang Idul Fitri, serta dalam acara-acara adat dan hajatan masyarakat Lampung.

Makna dan Fungsi Ngelemang dalam Kehidupan Masyarakat.

Ngelemang lebih dari sekadar memasak makanan. Ia melambangkan kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur atas hasil panen atau rezeki yang didapatkan. Kegiatan ini biasanya melibatkan seluruh anggota keluarga dan tetangga, yang saling membantu menyiapkan bahan dan membakar lemang bersama-sama. Dengan demikian, Ngelemang menjadi momen untuk mempererat hubungan sosial sekaligus menguatkan solidaritas komunitas.

Baca Juga :  Serial Buku - Dapur dan Warisan: Cerita Makanan Adat Lampung. Buku 5 - Kue Adat dan Doa Ibu. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

Selain itu, Ngelemang juga memiliki nilai spiritual. Proses memasak dengan bambu dianggap membawa berkah dan sebagai wujud penghormatan kepada leluhur yang telah mewariskan tradisi tersebut. Dalam tradisi adat, nasi lemang yang matang akan dibagikan kepada para tetua adat, keluarga, dan tamu sebagai simbol penghormatan dan rasa syukur.

Ngelemang dan Identitas Budaya Lampung.

Ngelemang merupakan salah satu identitas budaya yang membedakan masyarakat Lampung dengan daerah lain. Tradisi ini telah ada sejak lama dan diyakini sebagai warisan dari masyarakat Minangkabau yang diadopsi dan dikembangkan secara unik oleh suku Lampung Saibatin.

Baca Juga :  Buku Seri : PIIL PESENGGIRI.. Pedoman Hidup Bermartabat Orang Lampung di Era Modern. Seri 2: Filsafat Hidup yang Abadi, Memaknai Piil Pesenggiri. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

Keberlanjutan Ngelemang menunjukkan betapa kuatnya rasa cinta dan kebanggaan masyarakat Lampung terhadap budaya leluhur mereka.
Dengan menjaga tradisi ini, masyarakat Lampung tidak hanya melestarikan sebuah kebiasaan, tetapi juga meneruskan nilai-nilai moral dan kearifan lokal yang telah terbukti mampu menjaga keharmonisan sosial dan hubungan antar generasi.

Tantangan dan Upaya Pelestarian.

Di era modern ini, tantangan pelestarian tradisi Ngelemang semakin nyata. Gaya hidup yang serba cepat dan kemudahan teknologi memasak membuat metode tradisional ini mulai terlupakan, terutama oleh generasi muda. Namun, sejumlah komunitas adat dan pemerintah daerah berupaya mengangkat kembali tradisi ini melalui berbagai kegiatan budaya, festival, dan pendidikan nilai-nilai kearifan lokal di sekolah-sekolah.
Masyarakat Lampung juga semakin sadar bahwa melestarikan tradisi seperti Ngelemang bukan hanya soal menjaga identitas, tetapi juga membangun jembatan antar generasi, sekaligus memperkuat ikatan sosial di tengah perubahan zaman.

Baca Juga :  Mengenal Lebih Dekat 14 Tiyuh Pubian Marga Bukuk Jadi Berikut Sebarannya di Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran

Kesimpulan.

Ngelemang adalah warisan leluhur yang hidup dan terus dijaga oleh masyarakat Lampung sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, dan identitas budaya. Tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga hubungan sosial dan menghormati nilai-nilai adat yang telah diwariskan turun-temurun. Melalui pelestarian Ngelemang, masyarakat Lampung tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga memperkuat akar budaya yang menjadi pondasi kehidupan mereka.

*) Penulis Adalah Saibatin dari Kebandakhan Makhga Way Lima. Gelar Dalom Putekha Jaya Makhga, asal Sukamarga Gedungtataan, Pesawaran. Tinggal di Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini