nataragung.id – Natar Tak semua jiwa berubah secepat doa dilantunkan…
Tak semua hati luluh seiring nasihat dilontarkan.
Ada jiwa-jiwa yang terkurung dalam sifat lamanya,
terperangkap dalam tabiat yang bertahun-tahun menjadi rumahnya.
Kita sering lelah melihat mereka yang tak kunjung berubah.
Kita gemas pada mereka yang terus saja jatuh pada kesalahan yang sama.
Tapi… tidakkah kita pernah berpikir?
Bahwa mereka pun mungkin sedang berjuang,
dalam sunyi, dalam diam,
dan,
الوقت جزء من العلاج
Al waktu juz’un minal ilaj
“Waktu adalah bagian dari pengobatannya”
Allah tidak menciptakan perubahan dalam sekejap.
Nuh ‘alaihis salam berdakwah 950 tahun,
dan kaumnya tetap membangkang.
Nabi Musa butuh bertahun-tahun membimbing Bani Israil,
dengan sabar dan berulang.
Lalu siapa kita, yang ingin orang berubah dalam semalam?
Sesungguhnya, perubahan itu seperti penyembuhan luka dalam,
tak tampak dari luar, tapi berjalan pelan di dalam jiwa.
Butuh waktu, butuh tangis di malam hari,
butuh jatuh-bangun dalam taubat yang berkali-kali.
Maka jika engkau melihat seseorang yang masih dalam keburukan,
jangan hakimi dia dengan ujung matamu.
Tapi doakan…
karena bisa jadi, hari ini ia masih buruk,
namun esok Allah membalik hatinya menjadi pemilik cahaya.
Dan jika dirimu sendiri sulit lepas dari gelap masa lalu,
jangan putus asa.
Karena waktu adalah bagian dari penyembuhan.
Dan Allah tak pernah terburu-buru menyempurnakan hamba-Nya.
Biarkan waktu menyembuhkan…
Biarkan waktu memperhalus kerasnya hati…
Biarkan waktu menjadi saksi bahwa meski lambat,
kau tetap berjalan menuju cahaya. (25).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

