MUTIARA PAGI : Pagi adalah tanda kasih sayang Allah yang diperbarui setiap hari. Ia datang dengan cahaya yang lembut, menyapu sisa gelap malam, seolah-olah langit sedang menghamparkan rahmat-Nya di atas bumi.
{ وَٱلصُّبۡحِ إِذَآ أَسۡفَرَ }
Dan demi subuh apabila mulai terang, [Surat Al-Muddatstsir: 34]
Malam pergi tanpa suara, dan bumi bernafas kembali, bukan sekadar dengan udara, tapi dengan harapan yang Allah titipkan di setiap embun yang jatuh.
Udara pagi selembut bisikan doa, dan cahaya mentari yang merayap dari ufuk timur adalah ayat-ayat tanpa huruf yang dibacakan langsung oleh alam, memanggil manusia untuk bersujud dan bersyukur.
Di detik ini, setiap hati yang beriman tahu: hidup ini bukan kebetulan, melainkan anugerah yang mesti dijaga.
Maka jangan biarkan pagi berlalu tanpa mengucap hamdalah. Gunakan fajar ini untuk menata ulang niat, membersihkan hati, dan memulai langkah dengan keikhlasan.
Karena pagi bukan sekadar awal hari, ia adalah kesempatan baru yang Allah berikan untuk beramal sebelum senja menutup segalanya.
Ya Allah, jadikan pagi ini awal dari kebaikan, pembuka pintu rezeki, penumbuh rasa syukur, dan penenang hati kami.
Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga, dan sahabat beliau yang mengajarkan kita bagaimana memulai hari dengan cahaya iman. (43).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

