nataragung.id – Natar – Bumi ini terbentang seperti hamparan kasih yang menanggung setiap langkahmu.
Langit menjulang bak atap megah, menaungimu dengan kesejukan dan keindahan yang tak pernah letih.
Dari celah awan, Dia menurunkan hujan—tetesan rahmat yang menyusup ke tanah, lalu memunculkan buah-buahan, biji-bijian, dan segala yang menghidupkan tubuh serta menenangkan jiwa.
Di sekitarmu, tanda-tanda-Nya berserakan—di hembusan angin, di gemericik air, di cahaya mentari, hingga pada degup hatimu sendiri. Begitu dekat, begitu nyata, begitu tak terbantahkan.
Maka mengapa mencari sekutu bagi-Nya, sedangkan hatimu tahu,
bahwa tak ada yang layak dipuja selain Dia Renunglah, sebelum kelalaian merampas rasa syukurmu.
{ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَٰشٗا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءٗ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ }
(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (45).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

