nataragung.id – Pemanggilan – Ada satu pelajaran hidup yang sering terlupakan: bahwa kenyamanan yang terus-menerus bisa melemahkan jiwa.
Jika engkau terbiasa sarapan setiap pagi, sesekali cobalah menahannya. Agar engkau tahu, bagaimana pedihnya rasanya lapar dan engkau bisa belajar bersyukur atas setiap suapan.
Jika engkau terbiasa memakai kendaraan pribadi ke mana pun pergi, sekali waktu cobalah naik kendaraan umum. Agar engkau mengerti arti sabar, arti berbagi ruang, dan arti perjalanan yang tidak selalu mudah.
Jika setiap hari engkau makan yang lezat dan berlimpah, cobalah menggantinya dengan makanan sederhana. Agar hatimu tidak menjadi sombong, dan lidahmu tidak menjadi manja.
Jika sepanjang waktu engkau dilayani, maka sesekali rendahkan dirimu untuk melayani. Karena dalam melayani, kita belajar arti kemanusiaan, dan menemukan kemuliaan yang sesungguhnya.
Begitulah hidup. Jangan biarkan dirimu tenggelam dalam kenyamanan yang membuatmu lupa bahwa dunia ini tidak tetap.
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: اخْشَوْشِنُوا فَإِنَّ النِّعَمَ لَا تَدُومُ
Dari Umar bin Al-Khattab Radhiyallahu anhu, beliau berkata:
“Biasakanlah hidup sederhana (kasar), karena kenikmatan itu tidak selalu kekal.” Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman.
Maka latihlah dirimu untuk tidak selalu bergantung pada kemudahan. Agar ketika kehidupan berubah, engkau tidak rapuh. Sebab sejatinya, yang kuat bukanlah mereka yang selalu hidup dalam kemewahan, tetapi mereka yang tetap tegar, meski hidup tak selalu mudah. (KIS/213).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

