Mutiara Pagi : Jejak Jari dan Pertanggungjawaban Kata. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Dalam hidup yang semakin terbuka dan cepat ini, setiap kata yang kita ucapkan, setiap tulisan yang kita sebarkan, dan setiap jari yang kita gerakkan di layar, pada hakikatnya sedang mencatat jejak kita sendiri, jejak yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Maka, jadikanlah kebiasaan untuk share yang baik-baik, menyampaikan yang membawa manfaat, menyebarkan kebaikan, hikmah, dan nasihat yang menenangkan hati.

Gunakan jari-jari tangan ini bukan untuk menyakiti, bukan untuk menyebarkan keburukan, bukan untuk memperkeruh keadaan, tetapi untuk menjadi jalan hadirnya kebaikan di tengah manusia.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mengingatkan dengan sangat jelas: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Sedikit Yang Dawam Lebih Baik Dari Banyak Yang Terputus. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Kata-kata bukanlah hal kecil. Ia bisa menjadi sebab seseorang selamat, atau justru terjatuh.

Maka diam lebih baik daripada berkata yang tidak bermanfaat, dan berkata baik jauh lebih mulia daripada sekadar berbicara tanpa arah.

Sebab setiap ucapan, setiap komentar, setiap unggahan, semuanya tercatat. Tidak ada yang luput dari pengawasan Allah. Bahkan sesuatu yang kita anggap ringan, bisa menjadi berat timbangannya di akhirat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan:

“وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ”

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS. Al-Isra: 36)

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK : Al-Qur’an - Cahaya Ramadhan, Cahaya Kehidupan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ayat ini mengajarkan kehati-hatian dalam bersikap, berbicara, dan menyebarkan informasi. Jangan mudah ikut-ikutan, jangan tergesa menyebarkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Karena lisan dan jari bisa menjadi sumber fitnah, jika tidak dijaga dengan iman dan ilmu.

Maka, sebelum membagikan sesuatu, tanyakan pada diri sendiri: Apakah ini benar?Apakah ini bermanfaat? Apakah ini membawa kebaikan atau justru mudarat?

Karena pada akhirnya, setiap dari kita akan berdiri sendiri di hadapan Allah, mempertanggungjawabkan apa yang pernah kita ucapkan, kita tuliskan, dan kita sebarkan.

Gunakan kesempatan yang ada untuk menjadi jalan kebaikan. Sebarkan yang menenangkan, yang mengingatkan kepada Allah, yang menguatkan iman, dan yang menumbuhkan akhlak mulia.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Nafas Panjang, Jejak Kemenangan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Sederhananya: Jika tidak mampu memberi manfaat dengan lisan, maka jagalah dari keburukan. Jika tidak mampu memperbaiki keadaan dengan ucapan, maka diam adalah keselamatan.
Dan jika mampu, maka sebarkanlah kebaikan, karena itulah sebaik-baik warisan seorang mukmin. (220)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

#KIS
#Shobahul_Khair
#Mutiara_Pagi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini