MUTIARA PAGI : Dzikir – Sumber Keteguhan di Tengah Badai. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Hidup ini bukanlah perjalanan yang selalu lurus dan tenang. Ada saatnya kita berdiri di hadapan gelombang besar yang mengguncang hati. Ada waktunya kita berhadapan dengan musuh, bukan hanya musuh di medan perang, tapi juga musuh dalam kehidupan: kegagalan, kesulitan, ketakutan, dan keputusasaan.

Di saat seperti itu, manusia mudah goyah. Kaki terasa berat untuk melangkah, hati diliputi keraguan, dan pikiran dipenuhi bayangan kekalahan. Namun, Allah yang Maha Mengetahui jiwa hamba-Nya menurunkan resep keteguhan hati: dzikir.

Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, apabilaOleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *) kalian bertemu dengan pasukan (musuh), maka teguhkanlah hati kalian, dan perbanyaklah mengingat Allah, agar kalian beruntung.” (Al-Anfāl: 45)

Lihatlah betapa indah rahasia ini.
Allah tidak menyebut jumlah pasukan, tidak menyebut kekuatan senjata, tidak menyebut perisai atau strategi—tetapi menyebut dzikir. Karena dzikir adalah sumber kekuatan yang melampaui batas logika manusia.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kufur Nikmat, Awal Datangnya Bencana. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Dzikir adalah pelita yang menyalakan keberanian.
Dzikir adalah benteng yang melindungi hati dari rasa takut.
Dzikir adalah kunci kemenangan yang meneguhkan langkah di tengah badai.

Bayangkan Musa ‘alaihissalam, berdiri di hadapan Laut Merah, sementara pasukan Fir’aun mengepung dari belakang. Kaumnya panik, mereka berkata, “Kita pasti akan tersusul!” Tapi Musa dengan hati yang penuh dzikir berkata: “Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” Dan laut pun terbelah, menjadi jalan kemenangan.

Ingatlah Ibrahim ‘alaihissalam, dilemparkan ke dalam api yang menyala. Api itu tidak membakar, sebab hatinya penuh dzikir kepada Allah. Api berubah menjadi kesejukan. Inilah kekuatan dzikir: menjadikan mustahil menjadi mungkin, menjadikan api sebagai kesejukan, menjadikan lautan sebagai jalan.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Ketika Rakyat Tunduk, Tirani Tumbuh. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Jangan biarkan hatimu kosong dari dzikir. Karena hati yang kosong dari mengingat Allah ibarat benteng yang roboh; musuh mudah masuk, kegelisahan mudah menguasai, dan keputusasaan menjadi raja.

Tapi hati yang penuh dzikir, meskipun tubuhnya lemah, akan berdiri tegak laksana gunung. Meskipun jalannya sunyi, ia merasa ditemani. Meskipun dunia menolak, ia yakin Allah bersamanya.

Jangan kira dzikir hanya melafalkan tasbih, tahmid, atau takbir dengan lisan saja. Dzikir adalah menghidupkan kesadaran hati akan Allah di setiap detik. Dzikir adalah mengikat jiwa dengan tali langit, agar langkah di bumi tetap kokoh.

Ketika engkau memulai hari, berdzikirlah.
Ketika engkau merasa lemah, berdzikirlah.
Ketika engkau berhadapan dengan kesulitan, berdzikirlah.
Sebab di balik setiap dzikir, ada energi langit yang Allah turunkan ke dalam hatimu.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Meninggalkan Kebatilan Demi Rahmat dan Ganti yang Lebih Baik dari Allah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Allah tidak pernah menjanjikan jalan hidup tanpa ujian. Tapi Allah menjanjikan: siapa yang banyak mengingat-Nya, akan teguh, akan selamat, akan beruntung.

Maka, mari kita jadikan dzikir sebagai teman setia kita.
Dzikir bukan sekadar ucapan, tapi kekuatan.
Dzikir bukan sekadar ritual, tapi senjata.
Dzikir bukan sekadar kebiasaan, tapi nafas yang menghidupkan hati.

Peganglah erat dzikir. Karena di dalamnya ada penawar kegelisahan, ada kunci kemenangan, dan ada jalan menuju Allah. (49)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini