MUTIARA PAGI : Meninggalkan Kebatilan Demi Rahmat dan Ganti yang Lebih Baik dari Allah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Tidak cukup bagi seorang mukmin hanya sekadar menjauhi kebatilan dalam bentuk perbuatan. Sebab kebatilan sering kali hidup dan menguat melalui para pelakunya.

Ketika seseorang masih terus bergaul, larut, dan akrab dengan lingkungan yang mempertahankan kebatilan, maka sedikit demi sedikit hatinya bisa terpengaruh, bahkan tanpa ia sadari.

Karena itulah Islam mengajarkan bukan hanya meninggalkan kebatilan, tetapi juga menjauh dari para pendukung dan pengusungnya, demi menjaga keimanan dan keselamatan hati.

Inilah pelajaran besar yang Allah abadikan dalam kisah Ashḥābul Kahfi. Mereka bukan hanya menolak kesyirikan, tetapi juga berani mengasingkan diri dari kaumnya yang tenggelam dalam kebatilan.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Langkah di Jalan-Nya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Mereka memilih kehilangan kenyamanan dunia demi menjaga tauhid, dan pilihan itu tidak pernah sia-sia di sisi Allah. Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَإِذِ اعْتَزَلْتُمُوهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنْشُرْ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيُهَيِّئْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مِرْفَقًا﴾

“Dan apabila kalian menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, maka berlindunglah kalian ke dalam gua itu, niscaya Tuhan kalian akan melimpahkan kepada kalian sebagian dari rahmat-Nya dan menyediakan bagi kalian jalan keluar yang mudah dalam urusan kalian.” (QS. Al-Kahfi: 16)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Hidup yang Sempit. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ayat ini menegaskan sebuah sunnatullah: siapa pun yang meninggalkan sesuatu karena Allah, meskipun terasa berat dan penuh pengorbanan, maka Allah tidak akan menyia-nyiakannya. Justru Allah akan menggantinya dengan rahmat, ketenangan, dan kebaikan yang jauh lebih besar daripada apa yang ia tinggalkan.

Maka berani menjauh dari kebatilan dan para pelakunya bukanlah kerugian, melainkan langkah menuju penjagaan iman dan turunnya pertolongan Allah. Karena apa pun yang ditinggalkan karena-Nya, pasti akan diganti oleh Allah dengan sesuatu yang lebih baik, di dunia maupun di akhirat.<>
(KIS/164).
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Hati yang Mekar Seperti Mawar. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini