Blog

  • Baru Nikah, Dompet Langsung Kering? Begini Cara Atur Duit Biar Aman!

    Baru Nikah, Dompet Langsung Kering? Begini Cara Atur Duit Biar Aman!

    nataragung.id, GAYA HIDUP – Aldi dan Rina baru saja menikah beberapa bulan yang lalu. Awalnya, mereka berpikir hidup bakal terasa lebih mudah saat sudah berdua. Tapi, setelah tagihan datang—mulai dari listrik, cicilan motor, sampai uang makan—mereka sadar satu hal: mengatur keuangan sebagai pasangan itu nggak semudah yang dibayangkan.

    Rina bilang, “Dulu, uang saku jomblo gue cukup banget buat ngopi tiap minggu. Sekarang, kok, rasanya kayak baru tanggal 10, duit udah habis?”

    Aldi setuju. “Apalagi kalau udah urusan cicilan. Bener-bener nguras!”

    Untungnya, mereka mulai belajar cara atur uang yang bikin mereka nggak pusing lagi setiap akhir bulan. Ini dia tips-tips yang mereka pakai:

    1. Bikin Budget Bersama
    Setiap awal bulan, Aldi dan Rina duduk bareng buat bikin rencana pengeluaran. “Kita nggak perlu detil-detil banget, yang penting tau batasan. Gaji kita dibagi buat kebutuhan utama dulu, kayak makan, tagihan, dan tabungan. Sisanya, baru deh buat senang-senang.”

    2. Pisahkan Rekening Tabungan
    Mereka sepakat untuk punya dua rekening: satu buat harian, satu lagi buat nabung. Aldi bilang, “Pas gajian, langsung transfer sebagian ke rekening tabungan. Jadi, nggak kerasa kalau uangnya kepake buat hal-hal yang nggak penting.”

    3. Punya Dana Darurat Itu Wajib
    Awalnya, mereka nggak kepikiran soal dana darurat. Tapi pas motor Aldi tiba-tiba mogok, barulah mereka sadar pentingnya simpan uang ekstra. “Minimal kita sisihin 10% dari penghasilan buat jaga-jaga kalau ada kejadian nggak terduga,” kata Rina.

    4. Batasi Pengeluaran Gaya Hidup
    “Kalau mau nongkrong, sekarang nggak tiap minggu lagi,” cerita Aldi. Mereka lebih memilih masak di rumah atau nonton film bareng di rumah daripada sering-sering keluar. “Bukan nggak boleh senang-senang, tapi kita tahu batas.”

    5. Investasi di Masa Depan
    Aldi dan Rina mulai belajar tentang investasi. “Daripada uang kita habis buat hal yang nggak jelas, mending diputer buat masa depan. Kita coba investasi kecil-kecilan di reksadana. Lumayan, kan, biar duitnya berkembang.”

    Dalam beberapa bulan, Aldi dan Rina mulai ngerasa lebih tenang soal keuangan. Mereka nggak perlu lagi khawatir tanggal tua. “Intinya, komunikasi itu penting. Kita berdua harus selalu terbuka soal keuangan biar nggak ada yang ngeganjel,” tutup Aldi.

    Itu dia cerita dari Aldi dan Rina. Kalau mereka bisa atur keuangan, masa kamu nggak bisa? Yuk, mulai sekarang kelola keuanganmu dengan bijak! (WAPP)

  • Gasak Narkoba di Gedung Bandar Rahayu, Polres Tulang Bawang Tangkap Pengedar Sabu

    nataragung.id, Tulang Bawang- Pelaku tindak pidana peredaran dan penyalahgunaan narkoba ditangkap petugas dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, dalam kegiatan pemberatan narkoba yang bernama ‘Gasak Narkoba’.

    Pelaku yang ditangkap petugas dalam kegiatan ‘Gasak Narkoba’ tersebut seorang pria berinisial BN (35), berprofesi wiraswasta, warga Dusun Wonorejo, Kampung Gedung Bandar Rahayu, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang.

    Selain menangkap pelaku, petugas juga menyita barang bukti (BB) berupa 2 (dua) plastik klip berisi narkoba jenis sabu dengan berat bruto 0,83 (nol koma delapan puluh tiga) gram, plastik klip kosong, tas warna hitam merek Tapax, dan handphone (HP) merek Oppo warna hitam.

    “Hari Selasa (24/09/2024), sekitar pukul 02.30 WIB, petugas kami menangkap seorang pelaku tindak pidana peredaran dan penyalahgunaan narkoba dalam kegiatan ‘Gasak Narkoba’. Ia ditangkap saat sedang berada di rumahnya di Dusun Wonorejo, Kampung Gedung Bandar Rahayu,” kata Kasat Narkoba, AKP Yofi Haryadi, SH, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP James H Hutajulu, SIK, SH, MH, MIK, Minggu (29/09/2024).

    Lanjutnya, penangkapan terhadap pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkoba dalam kegiatan ‘Gasak Narkoba’ merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh petugas kami di wilayah Kecamatan Gedung Meneng. Informasi yang didapat salah satu rumah di Dusun Wonorejo, Kampung Gedung Bandar Rahayu sering dijadikan tempat transaksi narkoba.

    “Setelah dipastikan rumah tersebut ada penghuninya, petugas kami langsung melakukan penggerbekan. Hasilnya dari dalam rumah ditangkap seorang pelaku yang juga merupakan pemilik rumah, serta turut disita BB berupa narkoba jenis sabu,” papar perwira dengan balok kuning tiga dipundaknya.

    AKP Yofi menambahkan, pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang ditangkap oleh petugasnya saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang, dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    “Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” imbuh Kasat Narkoba. (Muhammad Arya )

  • MENGENAL LEBIH DEKAT LBH MASA PERUBAHAN (MP)

    MENGENAL LEBIH DEKAT LBH MASA PERUBAHAN (MP)

    nataragung.id, TOKOH – MENGENAL LEBIH DEKAT LBH MASA PERUBAHAN (MP)

    Masa Perubahan awalnya adalah sebuah forum dan tempat berkumpul para aktifis. baik aktifis kampus, aktifis ormas, aktifis parpol, termasuk para aktifis tingkat Desa pun ikut gabung dalam perkumpulan atau forum ini.

    Para aktifis itu acap kali berkumpul untuk mendiskusikan berbagai hal, mulai dari urusan kegiatan kampus, kegiatan kepemudaan, kegiatan politik bahkan kegiatan yang menjurus pada politik praktis semisal Pemilihan Legislatif, Pemilihan Presiden Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati/ Walikota tak luput dijadikan ajang perdebatan untuk bahan diskusi. Maklum saja, sebagai forum yang di isi anak-anak muda, sudah pasti jiwanya tak jauh-jauh dari urusan debat-mendebat.

    Awalnya forum kumpul-kumpul itu belum diberi nama, pokokya kumpul rame-rame, kemudian jika ada bahan diskusi, maka dijadikan bahan debat. Dan perdebatan itu pasti seru karena yang berdebat adalah para pemuda yang berpendidikan cukup tinggi.

    Pada awal tahun 2013, Ali Sopian berfikir, mengapa forum diskusi tempat berkumpulnya para aktifis itu tidak diberi nama saja, agar lebih mudah untuk mengumpulkan para aktifis, dan jika ada nama, tentu forum itu bisa menjadi lebih keren.

    Karena anggota forum diskusi itu berlatar pendidikan yang berbeda-beda, juga dari berbagai strata kehidupan, maka Ali Sopian menawarkan nama *MASA PERUBAHAN (MP)*, dan nama itu disetujui oleh anggota forum. Ali Sopian pun dipercaya untuk menjadi koordinator.

    Kebetulan pula pada awal tahun 2014 akan ada momen Pemilihan Legislatif dan akan dibarengkan dengan momen pemilihan Gubernur Lampung, maka sebagai aktifis yang sudah malang melintang di seantero Lampung, Ali Sopian dan perkumpulan Masa Perubahan banyak di incer oleh para kandidat.

    Setelah berdiskusi dengan anggota forum, maka MASA PERUBAHAN memantapkan dukungan kepada calon Gubernur Lampung Muhamamd Ridho Ficardo dan Bakhtiar Basri (Ridho-Berbakti), dan pasangan tersebut keluar sebagai pemenang Pilgub Lampung.

    Pada tahun 2015, saat Pemilihan Bupati Lampung Selatan, Masa Perubahan Pimpinan Ali Sopian mendukung full pasangan Zainudin Hasan-Nanang Ermanto (ZaiN) dan lagi-lagi pasangan ZaiN keluar sebagai pemenang di Pilkada Lampung Selatan.

    Lantas kapan forum diskusi ini berubah menjadi *LEMBAGA BANTUAN HUKUM MASA PERUBAHAN (LBH-MP)*?

    Begini penuturan Ali Sopian kepada Majalah Natar Agung beberapa waktu lalu

    LBH MASA PERUBAHAN (MP), berdiri sejak Tahun 2020 dan didaftarkan berdasarkan SK Kemenkumham Nomor AHU-0001306-AH.01.22 Tahun 2021 Tertanggal 27 Agustus 2021

    Lebih lanjut Ali Sopian menuturkan, teman-teman yang masuk dalam jajaran LBH Masa Perubahan adalah sebagai berikut
    • *Direktur* : Muhammad Latief, S.H.
    • *Wakil Direktur* : Dhanily Aji Sagala Putra, S.H.
    • *Sekertaris* : Fauzi Perdana Alamsyah, S.H.
    • *Kabid Perempuan dan Anak* : A. Fanzir Zarami, S.Ag.
    • *Kabid Advokasi dan Penanganan Perkara* : Ali Sopian, S.H.
    • *Advokat* : Busroni, S.H., M.H.
    : Umar Usman, S.H, C.PM
    : Januarius Eko Saka, S.H.
    : Mhd. Imam Falsafi Attaqwa MH, S.H dan Ishak Suryadi, S.H.

    • *Paralegal* : Bella Dwi Putri, S.H.
    : Rifni Irma Syafitri, S.H, Bella Sania, S.H.

    Lebih jauh Ali Sopian juga memberikan gambaran singkat mengenai sejarah, arah dan perjuangan LBH.

    Lembaga Bantuan Hukum Masa Perubahan (LBH-MP) didirikan bermula pada saat adanya permohonan bantuan di bidang hukum kepada dirinya dalam penanganan kasus yg menimpa eks Bupati Lampung Selatan, dengan tidak mempertimbangkan kepentingan² tertentu, dan semata hanya ingin membela kepentingan klient nya agar mendapatkan kepastian hukum yg adil dan mendapatkan hukuman sesuai dengan perbuatan yg dilakukannya, karena pada hakikatnya setiap orang sama dihadapan hukum maka Ali Sopian turut membantu dalam advokasi penanganan perkara tersebut.
    Kemudian bersamaan dengan itu Masa Perubahan yg sebelumnya juga diisi oleh para pemikir yg handal di bidang hukum dengan pengalaman dan latarbelakang yg sudah teruji, mereka bersama-sama memikirkan untuk pendirian LBH Masa Perubahan yang bertujuan untuk memberikan akses keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

    Menurut Ali Sopian dirinya beserta seluruh jajaran LBH MP percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlindungan hukum yang adil.

    Ali Sopian mempunyai keyakinan bahwa perjuangan LBH-MP dimulai dari kesadaran bahwa banyak orang tidak mendapatkan akses yang adil terhadap hukum. Karena itu LBH-MP berupaya memberikan bantuan hukum gratis dan menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat untuk memahami hak-hak mereka.

    Selain itu, LBH-MP aktif dalam advokasi untuk mengubah kebijakan yang tidak adil dan memperjuangkan reformasi hukum yang lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Ali Sopian percaya bahwa keadilan bukan hanya untuk segelintir orang, tetapi untuk semua orang.

    Dengan tekad dan kerja keras, LBH-MP berkomitmen untuk menciptakan perubahan positif dan memastikan bahwa suara masyarakat didengar dan diperjuangkan.

    Arah kami mendirikan LBH Masa Perubahan adalah ingin menjadi jembatan antara hukum dan masyarakat, memastikan bahwa setiap individu, terutama mereka yang kurang mampu, dapat memperjuangkan hak-haknya, dan kami fokuskan cangkupan tersebut ke dalam empat fokus utama yaitu:
    • Pertama, kami ingin memberikan bantuan hukum yang gratis atau terjangkau, agar semua orang bisa mendapatkan pembelaan yang layak.
    • Kedua, kami berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman hukum masyarakat melalui program pendidikan dan penyuluhan.
    • Ketiga, kami aktif dalam advokasi untuk keadilan sosial, berusaha mewakili suara mereka yang terpinggirkan.
    • Keempat, kami berperan dalam reformasi sistem hukum, mendorong perubahan yang lebih adil dan transparan.

    Dengan langkah-langkah ini, kami berharap dapat menciptakan lingkungan hukum yang lebih baik dan mendukung terciptanya keadilan bagi semua, ucap Ali Sopian mengakhiri pembicaraan. (*)

    Tulisan ini bisa dibaca di Majalah Natar Agung edisi cetak Bulan Oktober 2024

  • M. AGUS BUDIANTORO, KADES DESA FAJAR BARU DENGAN SE GUDANG PRESTASI

    M. AGUS BUDIANTORO, KADES DESA FAJAR BARU DENGAN SE GUDANG PRESTASI

    nataragung.id, TOKOH – Nama M. Agus Budiantoro, S.HI, MH, Kepala Desa (Kades) Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan ini siapa yang tidak kenal.

    Pria low profile, kalahiran Bandar Lampung, 16 Agustus 1986 kini menjabat Kades Fajar Baru untuk periode 2019-2027.

    Mengawali karier sebagai guru honorer Staf Pengajar di SMP Al Jauhar 2006-2012 dan juga mengajar di PP Diniyah Putri, Negeri Sakti, Pesawaran, sejak tahun 2009-2016, kemudian di lanjut menjadi Anggota BPD Fajar Baru tahun 2013-2019.

    Berdasarkan hasil pemilihan Kepala Desa Fajar Baru, suami dari Eny Triyani, S.Pd ini dilantik menjadi Kades Fajar Baru untuk periode 2019-2027.

    Dengan segudang pengalaman berorganisasi saat sekolah dan kuliah, yaitu pernah menjadi Pengurus HMI CABANG BANDAR LAMPUNG BIDANG DAKWAH (LDK) LEMBAGAA DAKWAH KAMPUS 2006-2007 dan Menjadi BUPATI KAMPUS JURUSAN MUMMALAH FAKULTAS SYARIAH IAIN RADIN INTAN 2006-2007, M. Agus Budiantoro, saat menjabat Kades bisa terpilih menjadi Ketua Harian Dewan Pengurus Daerah Lembaga Pengabdian Masyarakat (DPD LPM) Propinsi Lampung.

    Bahkan tidak itu saja beliaupun di dapuk oleh para Kades se Propinsi Lampung sebagai Sekretaris APDESI Propinsi Lampung periode 2023-2028.

    Prestasi dalam memimpin Desa Fajar Baru, terus moncer. Hal ini bisa dilihat dari torehan prestasi yang didapat selama ini, yaitu sebagai koordinator terbaik ke 3 dalam penyebaran dan sosialiasi Peraturan Daerah Propinsi Lampung dari tahun 2019-2024. Kemudian mendapatkan prestasi sebagai koordinator terbaik ke 3 dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila Propinsi Lampung tahun 2020-2029.

    Lantas capaian apa yang telah di raih oleh ayah dari Muhammad Shauqi Wahidiantoro dan Muhammad Farhan Dzakiantoro selama memimpinnya Desa Fajar Baru?

    Yang pertama adalah meningkatnya sarana fisik khususnya di bidang pembangunan jalan desa dan jalan lingkungan pada semua dusun yang ada di Fajar Baru.

    Kemudian yang kedua meningkatnya jumlah pemilik Sertifikat Hak Milik (SHM) melalui program PTSL.

    Dan yang ketiga mendapatkan penghargaan SDGs dari Kementerian Desa, serta ditunjuk untuk menyampaikan Jurnal tentang Dana Desa ke Negeri Malaysia di Universitas Teknologi Malaysia (UTM) serta yang tak kalah pentingnya, beliau mendapatkan reward kinerja 3 tahun berturut-turut dari Kementerian Desa Republik Indonesia.

    Lantas apa kiatnya untuk memperoleh kesuksesan selama menjabat kepala desa itu? Dengan santai pria yang biasa di sapa Masbro (M. Agus Budiantoro-red) ini mengatakan jadikanlah jabatan itu sebagai ladang ibadah, selalu bersikap ikhlas dengan yang telah diperoleh, jangan sombong dengan apa yang kita miliki dan nikmati hidup ini dengan penuh riang gembira. “In Syaa Allah kalau itu ada pada diri kita, hidup kita akan terasa nyaman” pungkas Budiantoro mengakhiri percakapan dengan Majalah Natar Agung.

    CURICULUM VITAE
    1. NAMA : M. AGUS BUDIANTORO, S.HI, MH
    2. TEMPAT TGL LAHIR : BANDAR LAMPUNG, 16 AGUSTUS 1986
    3. STATUS : MENIKAH
    ISTRI : ENY TRIYANI, S.Pd
    ANAK :
    1. MUHAMMAD SHAUQI WAHIDIANTORO
    2. MUHAMMAD FARHAN DZAKIANTORO

    4. ALAMAT : JL. NATA TANAH LUHUR DUSUN III.A RT.004 RW.007 DESA FAJAR BARU KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
    5. RIWAYAT PENDIDIKAN :
    * SDN 1 RAWA LAUT BANDAR LAMPUNG
    – SMP BINA TARUNA BANDAR LAMPUNG
    – MA HIDAYATULLAH DEPOK JAWA BARAT
    – S1 IAIN RIL JURUSAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
    – S2 UIN RIL JURUSAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
    6. RIWAYAT ORGANISASI :
    * Pengurus HMI CABANG BANDAR LAMPUNG BIDANG DAKWAH (LDK) LEMBAGAA DAKWAH KAMPUS 2006-2007
    * Menjadi BUPATI KAMPUS JURUSAN MUMMALAH FAKULTAS SYARIAH IAIN RADIN INTAN 2006-2007
    * KETUA HARIAN DPD LPM PROVINSI LAMPUNG
    – SEKRETARIS APDESI PORIVINSI LAMPUNG 2023-2028
    7. RIWAYAT PEKERJAAN :
    * Staf Pengajar di SMP Al Jauhar 2006-2012
    * Staf Pengajar di PP DINIAH PUTRI SEBAGAI WAKA KURIKULUM 2009-2016
    – ANGGOTA BPD DESA FAJAR BARU TAHUN 2013–2019
    – PENDAMPING GERBANG DESA PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015-2016
    – KOORDINATOR PENYEBARAN DAN SOSIALISASI PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2019-2024 DENGAN PRESTASI KOORDINATOR TERBAIK KE-3
    – KEPALA DESA FAJAR BARU TAHUN 2019–2027
    – KOORDINATOR PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2020-2029 DENGAN PRESTASI KOORDINATOR TERBAIK KE-3
    8. KEBERHASILAN YANG DICAPAI SELAMA MENJABAT KEPALA DESA :
    * MENINGKATNYA SARANA FISIK MELALUI PEMBANGUNAN JALAN DESA, DAN JALAN LINGKUNGAN DI SEMUA DUSUN
    – MENINGKATNYA JUMLAH PEMILIK SHM MELALUI PROGRAM PTSL
    – PENGHARGAAN SDGs DARI KEMETERIAN DESA
    – PENYAMPAIAN JURNAL TENTANG DANA DESA KE NEGERI MALAYSIA DI UNIVERSITAS TEKNOLOGI MALAYSIA (UTM)
    – MENDAPATKAN REWARD KINERJA 3 TAHUN BERTURUT-TURUT DARI KEMENTERIAN DESA

    Tulisan ini bisa di baca di Majalah Natar Agung edisi Bulan Oktober 2024

  • KOMITMEN PROSES PEMEKARAN NATAR AGUNG, DI TANGAN ANGGOTA DPRD LAMSEL HASIL PEMILU 2024

    KOMITMEN PROSES PEMEKARAN NATAR AGUNG, DI TANGAN ANGGOTA DPRD LAMSEL HASIL PEMILU 2024

    nataragung.id, Lampungselatan – Anggota DPRD Lampung Selatan sebanyak 50 orang periode 2024-2029, telah resmi di lantik pada tanggal 19 Agustus 2024 lalu, termasuk 23 orang anggota DPRD yang mewakili calon Daerah Pemekaran Kabupaten Natar Agung.

    Dalam pemilu legislatif 2024, Lampung Selatan di bagi menjadi delapan (8) daerah pemilihan. Khusus Lima (5) kecamatan di wilayah calon Kabupaten Natar di bagi menjadi tiga (3) daerah pemilihan yaitu dapil empat (4) Kecamatan Natar, dapil lima (5) Kecamatan Jati Agung dan dapil enam (6) terdiri dari tiga kecamatan masing-masing kecamatan Tanjung Bintang, Merbau Mataram dan Tanjung Sari.

    Jika kita mengacu pada jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu legislatif tahun 2024, berdasarkan data dari KPUD Lamsel, dari 17 Kecamatan yang ada di Lamsel jumlah mata pilihnya berimbang, yaitu sebagai berikut :

    Jumlah DPT pileg 2024, per kecamatan pada lima kecamatan Calon Kabupaten Natar Agung

    1. Natar: 148.522
    2. Jati Agung: 95.773
    3. Tanjung Bintang: 59.917
    4. Merbau Mataram: 42.417
    *Jumlah : 370.354*

    Jumlah DPT pileg 2024, di Lampung Selatan di 12 kecamatan induk yang tetap bergabung di Kabupaten Lampung Selatan jika Natar Agung mekar.

    1. Kalianda: 69.886
    2. Katibung: 51.707
    3. Sidomulyo: 49.263
    4. Palas: 45.672
    5. Candipuro: 43.289
    6. Ketapang: 39.969
    7. Penengahan: 31.732
    8. Sragi: 26.792.
    9. Way Sulan: 18.460
    10. Raja Basa: 18.304
    11. Bakauheni: 17.469
    12. Way Panji: 13.882
    *Jumlah : 426.425*

    Dengan berimbangnya jumlah Daftar Pemilih tetap itu, maka kursi yang di dapatpun berimbang yaitu 23 kursi untuk 5 kecamatan calon Natar Agung dan 27 kursi dari 12 Kecamatan yang tetap berada di induk Lampung Selatan, jika Natar Agung benar-benar mekar.

    Hasil Pemilu legislatif tahun 2024, maka calon anggota legislatif (caleg) yang terpilih adalah sebagi berikut :
    Anggota terpilih dari Daerah Pemilihan (dapil) 4 Kecamatan Natar.
    1. Erma Yusneli, SE (Gerindra)
    2. Hendry Gunawan (PDIP)
    3. Kasmani (PKS)
    4. Waris Basuki, SH (Gerindra)
    5. Ayu Kumala Sari (Demokrat)
    6. Herliza, A.M.D (PKB)
    7. Bayu Prasetya (PAN)
    8. Sidik Maryanto (Golkar)
    9. Edo Saputra Wijaya, SH, MH (Gerindra)

    Anggota DPRD Lamsel terpilih dari Daerah Pemilihan Dapil 5 Kecamatan Jati Agung
    1. Rosdiana (PDI-P)
    2. Amanda Nanda Sari, SH (Gerindra)
    3. A. Beny Raharjo (Golkar)
    4. Misman (PKB)
    5. Fitri Purwanti (Demokrat)
    6. Slamet Nuriman (NasDem)

    Anggota DPRD Lamsel terpilih dapil enam (6), Kecamatan Tanjung Bintang, Merbau Mataram dan Tanjung Sari adalah sebagai berikut :
    1. Asmara (PDIP)
    2. Dwi Riyanto, SE, MM (Gerindra)
    3. Hj. Rusdianti (PAN)
    4. Supriyanti (PDIP)
    5. Pramadji Nadyaninggarjito (Golkar)
    6. Hamdani, S.H.I (PKB)
    7. Imam Rohadi (PKS)
    8. M. Gilang Satria Riandy (NasDem)

    Dengan telah dilantiknya 23 orang anggota DPRD Lamsel asal 5 Kecamatan calon Natar Agung, maka harapan besar yang ada di masyarakat, kini tersandang di pundak mereka.

    Tentu Panitia Pemekaran Natar Agung juga berharap, setelah dilantik, 23 orang Anggota tersebut terus memperjuangkan Pemekaran yang hingga saat ini tinggal menunggu surat rekomendasi dari Bupati Nanang Ermanto sebagai dasar rapat paripurna persetujuan bersama (MoU) antara DPRD dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan.

    Apalagi dari ke 23 Anggota DPRD Lamsel yang berasal dari wilayah calon Kabupaten Natar Agung ada dua orang kader terbaiknya yang ditunjuk sebagai pimpinan DPRD Lamsel yaitu Erma Yusneli, SE, MM oleh Partai Gerindra ditunjuk sebagai ketua DPRD dan A. Beny Raharjo oleh Partai Golkar ditunjuk sebagai wakil ketua DPRD Lamsel.

    Mudah-mudahan perjuangan 23 orang anggota DPRD itu akan membuahkan hasil yang manis.

    Tulisan ini bisa di baca di Majalah Natar Agung edisi cetak Bulan Oktober 2024

  • ANTARA PERINTIS DAN PEWARIS.

    ANTARA PERINTIS DAN PEWARIS.

    • By : H. Komiruddin Imron

     

    Yang memulai belum tentu yang menikmati, sebagaimana yang menikmati tidak mesti yang memulai.

     

    Bisa jadi kita yang membabat alas, membuat jalan tapi yang menikmatinya orang lain. Bisa jadi kita yang memasak air, meracik kopi mengaduk gelas tapi yang meminumnya orang lain.

     

    Bisa jadi kita yang membuat jembatan atau menanam pohon tapi orang lain yang melewatinya atau memanen buahnya.

    Sebab bisa jadi yang memulai tidak cukup ilmu dan kompetensi atau dibatasi usia untuk meneruskan pekerjaan yang sudah ia rintis, sementara generasi yang datang setelah itu lebih faham dan lebih mampu meneruskan dan mengelola pekerjaan tersebut.

     

    Tapi keutamaan tetaplah bagi para perintis pertama yang memulai pekerjaan, walau bisa jadi yang meneruskannya lebih baik dan lebih indah.

    Para perintis akan mendapat aliran pahala dari setiap pendatang yang menikmati setiap jejak rintisan yang pernah dibuatnya.

     

    Sahabat Mush’ab bin Umair ra adalah duta Islam pertama yang diutus rasulullah saw untuk mengajarkan Islam di tengah penduduk Madinah. Beliau Ra tak pernah melihat apalagi menimati kemenangan dan kejayaan Islam. Sebab beliau RA syahid pada perang Uhud sementara kain kafan untuk menutup badannya tidak mencukupi. Tapi seluruh kebaikan muslim di Madinah saat itu akan mengalir pahalanya kepada beliau Ra, tentunya setelah Rasulullah saw.

     

    Sahabat Jarir bin Abdillah al-Bajali radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Barang siapa merintis (memulai) dalam agama Islam sunnah (perbuatan) yang baik maka baginya pahala dari perbuatannya tersebut, dan pahala dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya, tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa merintis dalam Islam sunnah yang buruk maka baginya dosa dari perbuatannya tersebut, dan dosa dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dari dosa-dosa mereka sedikitpun”. (HR. Muslim no 1016)

     

    Dulu sebagian sahabat dan tabi’in menghapal hadits rasulullah saw kemudian disampaikan kepada kaum muslimin. Tidak sedikit dari kaum muslimin itu yang mendengar kemudian ternyata ia lebih paham dari yang menyampaikan. Ia lebih dapat menguraikan sebuah hadits dengan uraian dan cakupan hukum yang luas.

     

    Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadits dariku, lalu dia menghafalnya – dalam lafazh riwayat lain: lalu dia memahami dan menghafalnya –, hingga (kemudian) dia menyampaikannya (kepada orang lain), terkadang orang yang membawa ilmu agama menyampaikannya kepada orang yang lebih paham darinya, dan terkadang orang yang membawa ilmu agama tidak memahaminya” [Hadits yang shahih dan mutawatir].

     

    Inilah yang membuat para perintis tidak pernah kecewa walau tak pernah mengecap manisnya yang pernah ia tanam. Sebab ia sangat memahami apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal. (*)

  • MELEMPAR BANGKAI TANPA OPOSISI

    MELEMPAR BANGKAI TANPA OPOSISI

    Oleh : Budi Setiawan.
    Penggiat Sosmed, tinggal di Jakarta.

    Ribut soal Twitter Fafafufu whatever bisa jadi merupakan esksperimen bagaimana sebuah isu terkait dengan figur yang kini menjadi ‘public enemy” yakni Jokowi dan keluarganya digoreng sana digoreng sini.

    Aneka info liar saling bantah sampai yang paling gokil sekalipun beredar.

    Namun perhatikan..

    Segala aneka riuh rendah itu hanya terbatas pada area media social. Yang maya. Tidak kasat mata. Yang tidak tertumpah ke dunia nyata.

    Sekedar omon-omon kelas recehan.
    Yang akhirnya dibalas dengan recehan pula.

    Gibran misalnya dengan simple bilang tanyakan yang punya akun.
    Simple tapi bikin orang yang tenggelam di media social makin marah sampai tidak sadar mereka minum air comberan.

    Sama dengan mereka yang merendahkan Jokowi dengan sebutan Mulyono. Kaesang tiba-tiba pakai kaos bertuliskan putra Mulyono.

    Tanpa sadar bahwa Jokowi dan keluarganya memakai jurus gocekan Rocky Gerung yang bikin Silvester terjengkang.

    Jika Rocky pakai jurus plintiran ilmiah maka Jokowi dan keluarganya memakai falsafah : anjing menggonggong kafilah Jokowi berlalu..

    Cuekin aja. Komentar sedikit tapi nyelekit. Atau beri komentar normatif..

    Dan mind you.. ini yang bakal dilakukan pemerintah Prabowo- Gibran dalam menanggapi pernyataan dan keberatan public..

    Why ?

    ****

    Bagaimana landskap politik setelah Jokowi lengser sudah mulai terungkap jelas.

    Tidak ada oposisi. Yang ada hanya kompromi. Yang utama adalah stabilitas yang diharapkan menciptakan pertumbuhan ekonomi tinggi.

    Keputusan politik dan aneka kebijakan lainnya bisa dilakukan serta dilaksanakan dengan cepat.
    Tanpa adu argumen yang bertele-tele di parlemen. Sekali tunjuk. Laksanakan.

    Tidak dengan gembar gembor. Dilakukan sebisa mungkin senyap.

    Tahu-tahu jadi. .

    Pernyataan Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam Rapimnas Gerindra kemarin menunjukkan arahan kebijakan dia sebagai nakhoda kapal besar bernama Indonesia..

    Oposisi bukan budaya Indonesia.Budaya politik Indonesia adalah kerukunan antara sesama kekuatan politik untuk mencapai tujuan bersama. Yakni meneruskan serta memperbaiki program yang sudah dilaksanakan pemerintahan Jokowi agar target Indonesia Emas 2045 bisa tercapai.

    Dimana pada tahun itu, Indonesia keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah. Bonus demografi akan menjadi berkah bukan sampah.

    ****

    Dalam Qatar Economic Forum, Pak Prabowo juga tidak secara jelas menjawab pertanyaan sahabat saya Haslinda Amin, mengenai demokrasi di era pemerintah beliau nanti.

    Meskipun demikian, nampak jelas arah pemerintah Prabowo- Gibran nanti soal kebebasan berpendapat dan demokrasi.

    Mereka agaknya bakal membiarkan aneka banjir bandang soal ribuan isu di kanal atau mega waduk bernama media sosal.

    Mereka akan biarkan aneka podcast politik saling lomba menggoreng isu actual. Yang bisa jadi fakta. Yang bisa jadi tipuan belaka. Atau yang sengaja dilemparkan seolah-olah itu adalah fakta.

    Pemerintahan Prabowo-Gibran akan memungut sedikit. Kurang dari 1 persen, kritiikan yang dianggap perlu ditanggapi. Sebagai sekedar konter bahwa pemerintah mendengar. Atau bahkan diakui kebenaran kritik itu kemudian dilakukan perubahan seperlunya dan dipuji sebagai aspiratif .

    Selebihnya, tidak dianggap. Mau teriak bagaimanapun di podcast.
    Yang penting bagi pemerintahan Prabowo-Gibran adalah melaksanakan aneka program tanpa gangguan dari ganjalan legislatif, yudikatif, kementerian kelembagaan dan segenap pemimpinnya.

    Mereka memposisikan diri sebagai pihak yang tidak punya waktu melayani aneka debat . Apalagi isu- isu receh.

    Jika pun ditanggapi di politik nyata hanya yang dianggap penting saja oleh mereka..

    Selebihnya opini yang berbeda dan yang kritis dianggap sebagai lalat penggangu orang kerja saja.

    Mereka biarkan isu berkembang liar hingga yang terlibat didalam arus itu frustras berati dan terkapar.

    Karena pemerintahan Prabowo-Gibran nampak paham bahwa dalam banyak Hal, membiarkan isu liar dilempar sana dilempar sini oleh aneka podcast politik serta di media social, sebenarnya berguna.

    Yakni salah satunya, mengalihkan perhatian masyarakat terhadap apa yang mereka kerjakan.

    ***

    Yang mungkin luput dari perhatian masyarakat banyak adalah bagaimana Prabowo mempersiapkan kuda-kuda untuk melaksanakan aneka programnya.

    Mengutip podcast Tempo ” Jelasin dong” di ketahui bahwa saat ini lebih dari 1000 orang telah dilatih untuk menjadi bagian dari program makan gratis.

    Ujicoba dilakukan diberbagai tempat oleh berbagai pihak. Termasuk Gibran dan sejumlah tokoh politik. Semuanya dikaji dan diuji tanpa gembar gembor.

    Tersiar kabar bahwa program makan gratis untuk tahap pertama dilakukan oleh militer dengan komando Kodim atau Korem setempat. Pelaksanaan oleh militer dipandang efektif karena peng-organisasi-an dan mobilisasi personal dapat dilakukan dengan sangat cepat tanpa banyak cincong dan adu perndapat.

    Ada juga kabar bahwa aneka kartu buat orang miskin seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan sebagainya akan diperluas cakupannya sampai KIS atau KIP buat Ibu hamil dan manula.

    Namun Prabowo-Gibran bakal kesulitan cari dana untuk membiayai aneka proyeknya. Bisa menambah utang baru atau mencari sumber pendapatan baru lewat pajak.

    ***
    Adalah Netizen tahu semua ini ?

    Saya kira tidak semuanya paham da. waspada.

    Kenapa ?

    Karena netizen lebih banyak sibuk mengosipkan dan saling adu mulut akan isu-isu receh.

    Berebut opini dari bangkai ke bangkai..

    Ribut sana sini di aneka podcast politik.

    Tanpa sadar bahwa ketek mereka sudah bau sekali..

    Para komika dan motivator yang berkomentar miring bisa jadi dalam waktu dekat mendapati diri mereka tiba-tiba sepi order.

    Dan mereka berbondong-bondong memohon untuk tampil di aneka podcast yang juga makin sepi narasumber.

    Di jaman Prabowo, agaknya tidak mungkin lagi mereka bebas mengumbar ke”gila”an mereka.

    Bisa jadi mereka tidak bakal dilarang. Namun dibiarkan mati-mati pelan-pelan. Lewat aneka kuncian yang membuat mereka sepi order atau sepi narasumber

    Ngeri gak lo pade….

  • PT. Konverta Mitra Abadi Gelar Aksi Pemberian Makanan Tambahan untuk Anak Berisiko Stunting di Natar

    PT. Konverta Mitra Abadi Gelar Aksi Pemberian Makanan Tambahan untuk Anak Berisiko Stunting di Natar

    nataragung.id, Natar – PT. Konverta Mitra Abadi bekerja sama dengan Yayasan Tzu Chi Sinarmas menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk Pemberian Makanan Tambahan untuk anak-anak berisiko stunting di enam desa yang berada di bawah wilayah Puskesmas Branti Raya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 September 2024, dengan dua lokasi utama, yaitu di Puskesmas Branti Raya dan Balai Desa Banjar Negeri.

     

    Enam desa yang menjadi lokasi target program ini adalah Desa Rulung Helok, Desa Mandah, Desa Banjar Negeri, Desa Branti Raya, Desa Haduyang, dan Desa Candimas. Sebanyak 33 anak yang dianggap berisiko stunting menerima bantuan makanan tambahan berupa 60 butir telur dan 4 kotak susu per bulan selama enam bulan ke depan.

     

    Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting seperti Sekretaris Kecamatan Natar, Bapak Sucipto, SKM, MKes, Kepala UPT Puskesmas Branti Raya Bapak Rio, serta Kepala Desa Banjar Negeri, Bapak Haji Burhanudin. Selain itu, Pimpinan PT. Konverta Mitra Abadi, Bapak Sunano, SE, MM, serta para relawan dari Yayasan Tzu Chi Sinarmas juga hadir dalam acara tersebut. Total peserta yang hadir diperkirakan mencapai 100 orang, termasuk kader Posyandu dari enam desa tersebut.

     

    Program ini merupakan bentuk dukungan PT. Konverta Mitra Abadi terhadap upaya pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Melalui inisiatif ini, perusahaan berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan anak-anak di wilayah tersebut, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi yang seimbang dalam tumbuh kembang anak.

     

    “Kami berharap melalui bantuan ini, angka stunting di Kecamatan Natar dapat ditekan dan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhan mereka,” ujar Bapak Sunano, SE, MM, pimpinan PT. Konverta Mitra Abadi.

     

    Kegiatan ini menjadi langkah awal yang diharapkan berkelanjutan dalam mendukung kesehatan anak-anak di wilayah pedesaan, khususnya yang berada di wilayah Puskesmas Branti Raya.

  • UIN Raden Intan Lampung Sukses Gelar Audit Internal ISO 9001 & ISO 21001

    UIN Raden Intan Lampung Sukses Gelar Audit Internal ISO 9001 & ISO 21001

    nataragung.id, Bandarlampung – Di era globalisasi yang penuh persaingan, kualitas menjadi faktor penentu utama dalam meraih kesuksesan. Standar mutu internasional ISO 9001 telah diakui sebagai tolok ukur guna memastikan kualitas produk dan layanan. Namun, memiliki Sertifikat ISO 9001 saja tidak cukup. Maka, organisasi perlu memastikan bahwa sistem manajemen mutu harus diimplementasikan dengan benar dan terus diperbarui.

    Guna mewujudkan good university governance, UIN Raden Intan Lampung senantiasa berupaya kuat melakuka penguatan kapasitas Civitas Akademika menuju kualitas terbaik melalui berbagai pelatihan yang dibutuhkan, salah satunya pelatihan manajemen resiko (risk management). Pelatihan Penerapan ISO 9001 tentang Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu (SMM) dan ISO 21001 tentang Standar Internasional Sistem Manajeemn Organisasi Pendidikan (SMOP). Dan setelah dilaksanakan pelatihan, maka dilakukan proses Audit Mutu Internal (AMI) guna memastikan kualitas manajemen di lingkup UIN Raden Intan Lampung. Sebagai tindak lanjut dan persiapan menghadapi Audit dari British Standar Institution (BSI), maka pada Hari Jum’at tanggal 27 September 2024 pukul 14.00-16.30 WIB, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung mengikuti Audit Mutu Internal (AMI) ISO.

    Kegiatan ini dilakukan untuk merespon program Internasionalisasi UIN Raden Intan Lampung melalui berbagai program yang diintruksikan oleh Rektor. Kegiatan ini juga dilakukan sebagai upaya menindak lanjuti rekomendasi Audit Mutu Internal (AMI) Fakultas Dakwah tahun 2023 yang dilakukan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UIN Raden Intan Lampung. Hal itu disampaikan oleh Wakil Dekan II Fakultas Dakwah, Dr. Faizal, M.Ag. Sementara Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Dr. H. Abdul Syukur, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini agar Civitas Akademika di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi memahami resiko dan dapat mengendalikan risiko di lingkup Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung. Setiap unit kerja diharapkan mampu memetakan potensi risiko dan menyusun langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan.

    Auditor yang melaksanakan tugas mengaudit jajaran Pimpinan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi adalah; Prof. Hj. Erina Pane, MH., Dr. Agus Hermanto, MH., dan Ners. Tomy Suganda, M.Kep. Hadir pula dalam pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai pengawas, Ir. M. Yusuf. ST., MM., CQM., IPU., AER., dan Kepala Pusat Manajemen Mutu LPM UIN Raden Intan Lampung, Dr. Fauzan, M.Pd.

    Dalam pengarahan penutup, Ir. M. Yusuf, ST., MM., CQM., IPU., AER. Menegaskan bahwa AMI ISO 9001 dilakukan agar seluruh unsur di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi mampu menerapkan manajemen resiko. Penerapan manajemen risiko dimaksudkan agar seluruh unsur mampu melaksanakan tugas secara efektif dan efisien, selalu berkoordinasi dan bekerja sama dalam melaksanakan tugas, sehingga visi Fakultas dapat tercapai secara optimal. Keberhasilan manajemen risiko akan tercapai jika semua unsur mau belajar bekerjasama dalam mengatasi masalah sekecil apapun sebelum berkembang menjadi besar. Kegiatan AMI dilakukan agar Fakultas Dakwah lebih siap menghadapi Proses Audit Eksternal yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2024 oleh British Standar Institution (BSI). (MAS)

  • BERBAGAI LATAR BELAKANG MULAI DARI REKTOR UNIVERSITAS HINGGA KETUA DPRD SIAP BERGABUNG JADI PENGELOLA MAJALAH NATAR AGUNG

    BERBAGAI LATAR BELAKANG MULAI DARI REKTOR UNIVERSITAS HINGGA KETUA DPRD SIAP BERGABUNG JADI PENGELOLA MAJALAH NATAR AGUNG

    nataragung.id, ARTIKEL – Pertengahan September 2024, dunia pers Lampung khususnya di Lampung Selatan, akan diramaikan oleh munculnya majalah baru yang akan diberi nama Majalah Natar Agung baik versi digital maupun edisi cetak.

    Menurut H. Syahidan. MH, Pimpinan Redaksi Majalah Natar Agung, kehadiran majalah ini di publik dengan mempergunakan bendera PT Burmelli Media Perkasa, pimpinan Heri CH Burmelli.

    Untuk versi digital Majalah Natar Agung sudah on-line, sedangkan untuk edisi cetak terbit perdana awal Oktober 2024.

    Edisi cetak, terdiri dari 40 halaman dan full warna, sehingga pembaca akan di manjakan baik dengan suguhan pemberitaan yang variatif maupun dengan warna yang cukup indah di pandang mata. Direncanakan edisi cetak akan terbit satu bulan sekali, sedangkan untuk versi digital akan on-line setiap saat dan para pembaca dapat mengikuti pemberitaan Majalah Natar Agung melalui saluran atau line yang di sediakan oleh jajaran redaksi.

    Berbagai latar belakang profesi dan disiplin ilmu telah siap bergabung untuk mengelola Majalah Natar Agung baik versi digital maupun edisi cetak. Para tokoh yang bergabung mulai dari Rektor Universitas hingga ketua DPRD.

    Dijajaran Dewan Penasehat terdapat nama H. Irfan Nuranda Djafar Mantan Bupati Lampung Timur. Selanjutnya ada DR. KH. Andi Warisno, M.MPd Rektor Universitas Islam An Nur, Lampung. Ada nama M. Apun Syaripudin, SAg, M.Si, Dosen Fakultas Dakwah UINRIL. Ada juga nama H. Eki Setyanto, mantan Wakil Bupati Lampung Selatan periode 2010-2015. Ada wartawan senior Lampung Fajrun Najah Ahmad, Heri CH Burmelli dan Ali Sopian, SH, CPM, pendiri LBH Masa Perubahan Lampung.

    Pada jajaran Dewan Pembina terdapat nama Erma Yusneli, SE, MM. Ketua DPRD Lamsel, ada Jasroni, SSos, MM Anggota DPRD Propinsi Lampung, ada Anggota DPRD Lamsel Hendry Gunawan, Misman dan para Mantan Anggota DPRD Lamsel seperti H. Komiruddin Imron, Mohammad Akyas, SE. Azmi Aziz, SE, Taufiq David Syafri, SE dan ada ketua Partai NasDem Lampung Selatan Miftahul Bahri, ST.

    Menurut Syahidan, bergabungnya para tokoh itu menunjukkan komitmen yang kuat guna berperan serta dalam meramaikan dunia pers.

    Lebih lanjut Syahidan mengungkapkan, dipilihnya nama Natar Agung sebagai nama majalah, untuk mengingatkan publik terkait dengan keinginan warga lima kecamatan yaitu Kecamatan Natar, Jati Agung, Tanjung Bintang, Merbau Mataram dan Tanjung Sari untuk mendirikan DOB yang akan diberi nama Natar Agung. “Ini juga sekaligus sebagai branded bagi calon DOB” ucap Syahidan.

    Menurut mantan anggota DPRD Lamsel periode 1999-2004 dan 2004-2009 ini, kebersamaan yang ditujukkan para tokoh yang bersedia untuk mengelola Majalah Natar Agung, juga akan menjadi motivasi tersendiri bagi para pejuang Natar Agung untuk terus berkiprah dalam segala bidang, termasuk dalam proses pemekaran DOB. “Memang namanya terkesan lokal, tapi sajian beritanya akan merambah sampai tingkat Nasional” tutup Syahidan yang merupakan mantan wartawan Tamtama (Lampung Ekspres) era akhir tahun 1996 hingga tahun 1999 ini.

    *SUSUNAN REDAKSI MAJALAH NATAR AGUNG*

    1. *DEWAN PENASEHAT* :
    * H. Irfan Nuranda Djafar
    * DR. KH. Andi Warisno.
    * M. Apun Syaripudin, SAg, M.Si
    * H. Eki Setiyanto, SE
    * H. Fajrun Najah Ahmad.
    * Ali Sopian, SH, C.P.M.
    2. *DEWAN PEMBINA*
    * Erma Yusneli, SE, MM
    * H. Jasroni, S.Sos, MM
    * Hendry Gunawan
    * Miftahul Bahri, ST
    * Ust H. Komiruddin Imron, Lc
    * Sahrul, SPdI, MM
    * Supri
    * Mohamad Akyas,SE
    * Azmi Aziz, SE
    * Taufid David Syafri, SE
    * M. Agus Budiantoro, SHI, MH.
    * Sunano,SE.MM
    * Misman

    3. *PEMIMPIN UMUM* : Drs.Heri CH Burmeli,
    4. *PIMPINAN PERUSAHAAN* : Diah Anika Fahrani, SPd, MPd
    5. *KONSULTAN HUKUM* : LBH MASA PERUBAHAN (Muhammad Latief, SH. Umar Usman, SH. C.PM. Busroni, SH. A Fanzir Zarami, SAg. Ishak Suryadi, SH. M. Imam Attaqwa, SH).

    6. *PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB* : H. SYAHIDAN. MH.

    7. *WAKIL PEMIMPIN REDAKSI* : MAMAD RAHMAD, SPd

    8. *REDAKTUR PELAKSANA* : WAHYU AGUNG PP. *REDAKTUR* Dairul Rully Brahab, Yansen Pakuan, Budiono Syahputro, M. Arif S. Sakti

    9. *KOORDINATOR LIPUTAN LAMSEL* : MaRa Kalianda

    10. *REDAKTUR WILAYAH* :
    * *NATAR* : M Arif S. Sakti
    * *JATI AGUNG* : Hifni, Yulius Ilham
    * *TANJUNG BINTANG /TANJUNG SARI* : Dasman, SPd.I
    * *MERBAU MATARAM* : Usman Afandi
    * *REPORTER* : MaRa Kalianda, M. Arif S Sakti, Hifni, Yulius Ilham, Wahyu Agung, Yansen Pakuan, Usman Afandi
    11. *DESAIN GRAFIS DAN EDITOR* : Ka Atu Deni. Hifni

    12. *FOTO GRAFER* : Usman Afandi, Nizam Virgo Ardi, S.Sos, Dianis Aditya

    13. *TIM DIGITAL DAN MEDIA SOSIAL* : Wahyu Agung, Ka Atu Deni, Rani. Arif Ashifudin

    14. *TIM IKLAN, DISTRIBUSI DAN PEMASARAN* : Arif Ashifudin, Dianis Aditya

    *Alamat Redaksi : Jalan Alamsyah Ratu Perwira Negara, No 17 Desa Mandah, Kecamatan, Natar, Lampung Selatan.*

    Tulisan ini bisa di baca di Majalah Natar Agung edisi Bulan Oktober 2024.