Blog

  • PILIHAN NATAR AGUNG SEBAGAI NAMA DOB

    PILIHAN NATAR AGUNG SEBAGAI NAMA DOB

    Di laman portal kami: nataragung.id.
    Oleh : H. Syahidan. MH

    Pada awal pengusulan Nama Natar Agung, yaitu pada akhir tahun 2009 lalu, sebagai calon Daerah Otonom Baru (DOB) di Lampung Selatan, ada sebagian kecil warga yang bertanya, kenapa harus mempergunakan nama Natar Agung? Masih menurut warga yang bertanya, dengan nama tersebut sepertinya terkesan hanya Wilayah Natar dan Jati Agung saja, padahal calon DOB di Lampung Selatan itu, meliputi lima kecamatan.

    Jika nama Natar Agung yang dipakai, berarti Tanjung Bintang, Tanjung Sari dan Merbau Mataram, tidak terwakili dalam wilayah itu. Bagiamana ini?
    Begitulah kira kira pertanyaan warga pada saat itu.

    Meski warga yang mempersoalkan tidak banyak, namun perlu juga dijelaskan kepada mereka secara obyektif dan berdasarkan fakta sejarah yang ada.

    Pemakaian nama Natar Agung sebagai DOB, bukan berarti asal pakai saja. Pemberian nama Natar Agung, tentu sudah berdasarkan pemikiran yang dalam, dengan memperhatikan faktor Sejarah terkait dengan berdirinya Provinsi Lampung, di era tahun Enam Puluhan.

    Secara singkat, saya ingin menjelaskan kenapa masyarakat lima kecamatan diatas memakai nama Natar Agung sebagai DOB pecahan dari Lamsel.

    Dan ini sekaligus merupakan penjelasan yang disampaikan oleh Ketua Umum Panitia Pemekaran DOB Natar Agung, Irfan Nuranda Djafar, yang saya rangkum dalam tulisan di bawah ini.

    Di pilihnya nama Natar Agung, tentu saja terkait dengan sejarah yang ada.

    Sebagaimana kita ketahui bersama, Kresidenan Lampung menjadi Provinsi Lampung dan terpisah dari Sumatra Selatan adalah di era tahun Enam puluhan.

    Kala itu Kabupaten di Provinsi Lampung hanya ada tiga yaitu : Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Lampung Utara serta satu Kota Madya yaitu Kota Madya Tanjung Karang Teluk Betung.

    Kemudian pada era tahun Delapan Puluhan, Kota Madya Tanjung Karang Teluk Betung berubah menjadi Kota Madya Bandar Lampung.

    Lampung Selatan saat berdirinya Provinsi Lampung, tahun Enam Puluhan, mencakup Kabupaten Tanggamus, Pesawaran dan Pringsewu.

    Kecamatan Natar sendiri pada awal berdirinya Provinsi Lampung, meliputi Wilayah Kedaton dan Panjang.

    Sedangkan Kedaton, saat menjadi wilayah Natar, meliputi Tanjung Bintang dan kecamatan Pemekarannya yaitu Jati Agung dan Tanjung sari.

    Sedangkan kecamatan Merbau Mataram adalah pecahan dari Kecamatan Ketibung, yang di di mekarkan diera tahun Dua Ribuan.

    Itulah penjelasan yang diungkapkan oleh Ketua Umum Panitia DOB Natar Agung Irfan Nuranda Djafar.

    Lantas kapan Ibu Kota Lampung Selatan pindah ke Kalianda?

    Masih menurut Irfan Nuranda Djafar, yang merupakan mantan Bupati Lampung Timur dan sekaligus adalah putra mantan Bupati Lamsel Djafar Amid, menguraikan bahwa pada awalnya ibu kota Lamsel ada di Rawa Laut.

    Menjelang pertengahan tahun Delapan Puluhan, ketika Kota Madya Tanjung Karang Teluk Betung berubah menjadi Kota Madya Bandar Lampung, maka wilayah Kedaton dan Panjang yang awalnya adalah wilayah Lamsel (Kala itu masuk wilayah Kec. Natar), akhirnya dimasukan ke wilayah Kota Madya Bandar Lampung.

    Dengan masuknya dua wilayah tsb ke Bandar Lampung, maka dimulai lah rencana pemindahan Ibu Kota Lamsel.

    Awalnya ibukota Lamsel akan diletakkan di Desa Candimas, Kec Natar, yang kini menjadi Markas Yonif 143/TWEJ (Tri Wira Eka Jaya).

    Namun di saat Bupati Lamsel di pegang oleh Mustafa Kemal, rencana ibukota yang semula di Natar dipindahkan ke Kalianda.

    Alasan pemindahan ibukota tsb, karena Desa Candimas amat dekat dengan Bandara Radin Inten, Branti, di khawatirkan jika kelak ada bangunan perkantoran yang dibangun dengan posisi tinggi maka akan mengganggu lalulintas penerbangan pesawat, dan dikhawatirkan juga akan mengganggu navigasi udara.

    Berangkat dari persoalan itulah, maka Bupati Mustafa Kemal mengambil keputusan untuk memindahkan rencana ibu kota kabupaten Lamsel yang semula di Kecamatan Natar akhirnya dipindahkan ke Kalianda hingga saat ini.

    Berdasarkan fakta sejarah tsb, maka sudah teramat wajar jika calon kabupaten Pemekaran di Lamsel itu diberi nama Natar Agung.

    Dan usulan itulah yang disampaikan oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, di lima wilayah calon DOB NATAR AGUNG tahun 2009. Karena berdasarkan sejarah, wilayah yang akan masuk dalam Pemekaran Daerah Otonomi Baru itu, awalnya memang dari satu wilayah yaitu Natar, kecuali Merbau Mataram yang merupakan pecahan dari Kecamatan Ketibung.

    Tabiikk 🙏🙏

    Tulisan ini bisa di baca di Majalah Natar Agung edisi cetak Bulan Oktober 2024

  • IPSI Beri Bonus 50 Juta Kepada Sadan, Atlet Peraih Mendali Emas Dari Natar. MAJALAH NATAR AGUNG

     

    nataragung.id, – Olah Raga Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Provinsi Lampung, berikan bonus kepada para atletnya peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut, Minggu (29/9) siang di Golden Dragon Graha Wangsa Bandarlampung.

    Pemberian bonus kepada para atlet diberikan langsung oleh Ketua IPSI Lampung Hi Faisol Djausal, dengan didampingi Kadispora Lampung Descatama Paksi Moeda, Ketua Harian KONI Lampung Brigjen TNI Purn Amalasyah Tarmizi, Sekretaris KONI Lampung Budi Darmawan dan Ketua Harian IPSI Lampung Arie Nanda Djausal.

    Untuk medali emas sebesar Rp.50 juta rupiah diberikan kepada atlet dari Natar yang bernama Sadan Ahmed Sidik Lisanaka dan untuk medali perunggu Rp.12,5 juta rupiah diraih oleh Rizki Andika. Bonus yang diberikan oleh IPSI Lampung merupakan tali asih, yang diberikan langsung oleh IPSI sebagai bentuk penghargaan dan ucapan teriman kasih, atas jasanya yang sukses mengharumkan nama pencak silat dan Lampung secara umumnya.

    “Jangan dilihat dari nilainya, tapi inilah bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih yang diberikan okeh IPSI. Ini adalah bentuk kebanggaan kami, karena keberhasilan tim Pencak Silat di PON,” kata Faisol Djausal.

    Lebih lanjut Dia menjelaskan, bahwa seluruh atlet dan pelatih atau tim pencak silat PON XXI/2024 Lampung. Mendapatkan tali asih atau penghargaan dari Pengprov IPSI, atas jasanya yang telah menjadi wakil sekaligus bisa mengharumkan nama pencak silat Lampung di kanca nasional.

    Ketua Harian KONI Lampung, Amalsyah Tarmizi menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum IPSI Lampung, Faisol Djausal, atas perhatian dan kontribusinya dalam memajukan olahraga pencak silat di Lampung, yang berhasil menyumbangkan 2 medali emas dan 2 medali perak pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.
    Amalsyah berharap agar pengurus cabang olahraga lainnya dapat meniru langkah IPSI dalam hal pengorbanan, baik tenaga, pikiran, maupun materi, untuk memajukan olahraga Lampung.

    Apa yang di lakukan Ketua IPSI ini, patut di apresiasi dan diikuti cabor lain, sebagai bentuk penghargaan kepada Atlet yang sudah berhasil mengharumkan nama Provinsi Lampung” ujar dia minggu (29/9).

    Menurutnya, prestasi olahraga berawal dari organisasi yang baik, dan ia mengingatkan agar pengurus cabang dan KONI menjaga dan memperbaiki organisasi mereka demi kesuksesan Lampung di PON XXII 2028. ( Muhammad Arya )

  • Tips Berkendara Aman Saat Musim Hujan, MAJALAH NATAR AGUNG

    nataragung.id, TIPS – Musim hujan di indonesia biasanya terjadi pada bulan Oktober s/d Bulan April, pada bulan tersebut angin monsun barat bertiup membawa udara lembab dari samudra hindia menuju wilayah indonesia sehingga membentuk awan-awan yang penuh uap air. Pada musim hujan kita memerlukan tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi saat berkendara di jalan raya. Melansir situs Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, ada beberapa tips yang harus diperhatikan ketika berkendara saat musim hujan. Tips berkendara ini untuk memastikan perjalanan tetap aman.

    Bagi para pengguna jalan khususnya sepeda motor harus lebih hati-hati saat di perjalanan. Berkendara saat hujan, dibutuhkan kewaspadaan ekstra karena kondisi jalan yang licin, genangan air kadang ada lubang yang tidak kelihatan dan sangat membahayakan.

    Tak hanya itu, resiko konsentrasi akibat kedinginan pun akan mengganggu. Kemudian jarak pandang berkurang, dan daya cengkeram ban pun berkurang.

    Berteduh merupakan pilihan yang jitu ketika hujan mengguyur. Namun, jika terpaksa harus terus berkendara berikut tips hal yang patut diperhatikan:

    1.Pastikan fisik prima

    Berkendara dengan kondisi sakit, letih, lelah, atau seusai minum obat dapat menganggu konsentrasi karena mengurangi refleks dan kemampuan pengambilan keputusan dalam kondisi kritis. Dalam kondisi hujan tubuh akan menggigil dan tidak bisa berkendara dengan baik.

    2.Kenakan mantel hujan

    Saat hujan, pengendara motor perlu mengenakan mantel hujan, namun perlu pula dipastikan mantel hujan itu dipilih dari jenis yang tepat. Mantel hujan yang tepat adalah yang tidak menghambat gerak tangan, kaki, kepala hingga seluruh tubuh ketika berkendara.

    Sebaiknya, mengenakan mantel hujan yang terdiri atas bagian celana dan bagian jaket. Upayakan juga mantel hujan memiliki unsur yang bisa berpendar ketika terkena cahaya. Konsep ini bagian dari upaya terlihat dan melihat ketika berlalu lintas di jalan.

    3.Gunakan sepatu boot

    Sepatu yang menutupi bagian mata kaki serta terbuat dari bahan plastic atau karet lebih melindungi kaki dari rendaman air sehingga tidak kedinginan.

    4.Pastikan ban prima

    Ban yang kembangnya bagus akan memiliki daya cengkeram lebih baik di atas aspal, Karena itu, ban yang kembangnya sudah habis atau botak akan membahayakan karena licin. Perlu diperhatikan tekanan angin ban agar dalam kondisi cukup, tidak kempes maupun terlalu keras.

    5.Kondisi rem bagus

    Kondisi jalan yang licin membutuhkan tingkat dan teknik pengereman yang tepat agar tidak mudah tergelincir. Kondisi keseluruhan fungsi rem dalam keadaan bagus dapat mengurangi potensi kecelakaan akibat tergelincir karena jalan yang licin.

    6.Lampu-lampu menyala

    Lampu-lampu di kendaraan diupayakan dalam kondisi berfungsi atau menyala dengan baik. Mulai dari lampu utama, lampu rem, hingga lampu isyarat berbelok (sign). Dalam kondisi hujan, cahaya lampu membantu pengguna jalan lainnya untuk mengetahui kehadiran anda.

    7.Waspada genangan air

    Genangan air di jalan sulit diterka, apakah dibawahnya ada lubang kecil atau lubang besar yang membahayakan. Untuk itu sebisa mungkin agar menghindari ketika melihat genangan air yang mencurigakan ada lubang besar di bawahnya agar dihindari. Jika terpaksa segeralah perlambat laju motor. Hal ini untuk menghindari pemotor terperosok dan risiko lebih fatal lainnya.

    8.Hindari gundukan tanah di jalan

    Timbunan tanah yang terkena air hujan bisa menambah licin permukaan aspal sehingga hindarilah melintas di atasnya atau melaju jangan terlalu cepat serta tidak melakukan pengereman mendadak karena besarnya risiko tergelincir.

    9.Berteduh yang aman

    Saat hujan deras jangan paksakan diri bermotor. Berteduh juga harus memilih tempat, tidak mengganggu pengguna jalan lain. Hindari berteduh dibadan jalan. Namun, berteduh juga harus memilih tempat yang aman serta tidak mengganggu arus kendaraan atau pengguna jalan lain.

    10. Dokumen dan ponsel diamankan

    Segera amankan ponsel serta dokumen-dokumen berkendara seperti SIM, STNK, ATM dan kartu kredit yang ada didompet agar membuat berkendara lebih tenang. Masukkan ke dalam plastik atau bungkus yang rapat di dalam tas. Tas ransel bagi pemotor biasanya memiliki lapisan pelindung yang bisa dibeli terpisah atau menyatu di tas ransel tertentu. Untuk motor bertipe bebek dan matik. Gunakan bagasi penyimpanan untuk menyimpan dokumen penting beserta ponsel.

    11. Pilih helm dengan kaca kualitas baik

    Ada jenis helm yang kacanya tidak menimbulkan butiran air sehingga pandangan tetap jernih. Helm jenis ini memiliki kaca khusus yang bebas dari risiko terjadinya embun akibat nafas didalam helm.

    Air yang memercik ke wajah khususnya ke bagian mata dapat mengganggu pandangan pengendara. Jangan anggap remeh mengingat hal itu juga bisa merusak konsentrasi. Untuk itu helm yang memiliki kaca dengan kualitas baik sangat penting.

    12. Jangan tergesa-gesa

    Para pengguna motor ada kecenderungan memacu kendaraan lebih cepat saat menjelang hujan turun dengan alasan agar tidak terguyur hujan atau mencari tempat berteduh sehingga memacu kendaraannya tergesa-gesa. Hal ini bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan karena konsentrasi terganggu.

    Demikian beberapa tips yang perlu diperhatikan bagi para pengendara motor agar perjalanan tetap aman dan selamat dalam perjalanan. (Muhammad Arya)

  • Kenapa Billboard Lebih Ampuh dari Media Sosial untuk Kampanye Pilkada?

    Kenapa Billboard Lebih Ampuh dari Media Sosial untuk Kampanye Pilkada?

    nataragung.id, ARTIKEL – Di tengah maraknya penggunaan media sosial dalam kampanye politik, tak sedikit orang yang lupa bahwa ada media yang tetap tak tergantikan dalam menjangkau pemilih secara luas dan efektif—yaitu billboard. Bagi Anda yang tengah mempersiapkan strategi kampanye Pilkada, jangan lewatkan potensi besar yang ditawarkan oleh billboard. Bukan hanya mampu menarik perhatian ribuan orang setiap harinya, tetapi juga bisa memberikan dampak visual dan emosional yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan sekadar posting di media sosial.

    Jika Anda ingin kampanye yang lebih dari sekadar trending di dunia maya, billboard adalah jawabannya. Anda tak perlu pusing dengan algoritma atau kecepatan konten menghilang dari timeline. Dengan billboard, pesan kampanye Anda akan terpampang nyata setiap hari, siap menyapa para pemilih secara langsung. Mari kita simak 7 alasan mengapa billboard masih jadi media terbaik untuk mengangkat elektabilitas dalam Pilkada.

    1. Terpampang Nyata 24/7!
    Kalau di media sosial, postingan Anda bisa tenggelam dalam hitungan jam, billboard hadir tanpa henti! Pesan kampanye Anda terpampang setiap saat, siap dilihat oleh siapa pun yang lewat, kapan pun. Bayangkan ribuan mata yang terus memandang setiap kali melewati jalan utama, tanpa harus khawatir postingan hilang karena tak relevan lagi.

    2. Menyapa Semua Orang, Bukan Cuma Netizen
    Tidak semua orang aktif di media sosial. Terutama mereka yang lebih tua atau sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Billboard menjangkau semua kalangan—dari tukang sayur sampai pengusaha—tanpa pandang bulu! Jadi, Anda tidak hanya berfokus pada satu demografi tertentu, tetapi bisa menyasar pemilih dari berbagai latar belakang.

    3. Lebih Gede, Lebih Nendang
    Billboard yang besar langsung menarik perhatian. Orang yang melintas nggak punya pilihan selain melihatnya. Ini beda jauh dengan media sosial yang kadang cuma lewat di feed begitu saja tanpa dihiraukan. Dengan desain visual yang menarik dan pesan yang jelas, billboard Anda bisa jadi sorotan utama, terutama di lokasi strategis.

    4. Terlihat Lebih Serius dan Profesional
    Kandidat yang pasang billboard terlihat lebih serius dalam berkompetisi. Billboard menciptakan kesan bahwa kampanye Anda solid, terencana, dan siap memenangkan hati rakyat. Pemilih melihat bahwa Anda tidak setengah-setengah dalam menyampaikan visi dan misi Anda. Ini bisa menjadi langkah awal untuk mendapatkan kepercayaan mereka.

    5. Aman dari Komentar Negatif
    Di media sosial, Anda bisa diserang oleh komentar pedas atau troll yang sengaja bikin gaduh. Tapi billboard? Aman! Pesan kampanye Anda tetap bersih, fokus, dan nggak akan terganggu komentar miring. Anda bisa tenang menyampaikan pesan tanpa harus memikirkan strategi untuk merespons serangan di kolom komentar.

    6. Jadi Raja di Daerah Pemilihan
    Billboard biasanya dipasang di lokasi-lokasi strategis, tempat orang-orang di daerah pemilihan sering lewat. Ini bikin nama Anda makin dikenal dan dekat dengan pemilih lokal. Tak perlu khawatir apakah pesan Anda sampai ke masyarakat, karena billboard Anda hadir di depan mata mereka setiap hari, di jalan yang mereka lalui, di pusat keramaian mereka berkumpul.

    7. Efektif dan Ekonomis dalam Jangka Panjang
    Meski terlihat mahal, billboard sebenarnya lebih efisien dalam jangka panjang. Sekali pasang, pesan kampanye Anda terus terlihat tanpa perlu biaya tambahan untuk memperpanjang iklan seperti di media sosial. Bahkan, biaya pemasangan bisa terasa lebih murah dibandingkan terus menerus membayar iklan di platform digital.

    Siap Kampanye Lebih Efektif?

    Jadi, sudah siap memenangkan hati pemilih dengan cara yang lebih efektif? Billboard adalah solusi kampanye yang tak hanya menunjukkan keseriusan, tetapi juga memberi dampak besar dalam memperkuat citra Anda di mata publik. Apapun target pemilih Anda—dari warga perkotaan hingga pedesaan, dari muda hingga tua—billboard memastikan bahwa pesan Anda tak akan terlewatkan.

    Ingin memasang billboard untuk kampanye Pilkada di wilayah Lampung? Jangan ragu untuk segera menghubungi kami! Kami siap membantu Anda menempatkan billboard di lokasi-lokasi strategis yang menjangkau ribuan pemilih setiap harinya. Hubungi 08117219192 (elazka agency) sekarang juga dan jadikan kampanye Anda yang paling terlihat dan diingat!

    Optimisme adalah kunci, dan dengan billboard, kemenangan di Pilkada semakin nyata di depan mata!

  • Baru Nikah, Dompet Langsung Kering? Begini Cara Atur Duit Biar Aman!

    Baru Nikah, Dompet Langsung Kering? Begini Cara Atur Duit Biar Aman!

    nataragung.id, GAYA HIDUP – Aldi dan Rina baru saja menikah beberapa bulan yang lalu. Awalnya, mereka berpikir hidup bakal terasa lebih mudah saat sudah berdua. Tapi, setelah tagihan datang—mulai dari listrik, cicilan motor, sampai uang makan—mereka sadar satu hal: mengatur keuangan sebagai pasangan itu nggak semudah yang dibayangkan.

    Rina bilang, “Dulu, uang saku jomblo gue cukup banget buat ngopi tiap minggu. Sekarang, kok, rasanya kayak baru tanggal 10, duit udah habis?”

    Aldi setuju. “Apalagi kalau udah urusan cicilan. Bener-bener nguras!”

    Untungnya, mereka mulai belajar cara atur uang yang bikin mereka nggak pusing lagi setiap akhir bulan. Ini dia tips-tips yang mereka pakai:

    1. Bikin Budget Bersama
    Setiap awal bulan, Aldi dan Rina duduk bareng buat bikin rencana pengeluaran. “Kita nggak perlu detil-detil banget, yang penting tau batasan. Gaji kita dibagi buat kebutuhan utama dulu, kayak makan, tagihan, dan tabungan. Sisanya, baru deh buat senang-senang.”

    2. Pisahkan Rekening Tabungan
    Mereka sepakat untuk punya dua rekening: satu buat harian, satu lagi buat nabung. Aldi bilang, “Pas gajian, langsung transfer sebagian ke rekening tabungan. Jadi, nggak kerasa kalau uangnya kepake buat hal-hal yang nggak penting.”

    3. Punya Dana Darurat Itu Wajib
    Awalnya, mereka nggak kepikiran soal dana darurat. Tapi pas motor Aldi tiba-tiba mogok, barulah mereka sadar pentingnya simpan uang ekstra. “Minimal kita sisihin 10% dari penghasilan buat jaga-jaga kalau ada kejadian nggak terduga,” kata Rina.

    4. Batasi Pengeluaran Gaya Hidup
    “Kalau mau nongkrong, sekarang nggak tiap minggu lagi,” cerita Aldi. Mereka lebih memilih masak di rumah atau nonton film bareng di rumah daripada sering-sering keluar. “Bukan nggak boleh senang-senang, tapi kita tahu batas.”

    5. Investasi di Masa Depan
    Aldi dan Rina mulai belajar tentang investasi. “Daripada uang kita habis buat hal yang nggak jelas, mending diputer buat masa depan. Kita coba investasi kecil-kecilan di reksadana. Lumayan, kan, biar duitnya berkembang.”

    Dalam beberapa bulan, Aldi dan Rina mulai ngerasa lebih tenang soal keuangan. Mereka nggak perlu lagi khawatir tanggal tua. “Intinya, komunikasi itu penting. Kita berdua harus selalu terbuka soal keuangan biar nggak ada yang ngeganjel,” tutup Aldi.

    Itu dia cerita dari Aldi dan Rina. Kalau mereka bisa atur keuangan, masa kamu nggak bisa? Yuk, mulai sekarang kelola keuanganmu dengan bijak! (WAPP)

  • Gasak Narkoba di Gedung Bandar Rahayu, Polres Tulang Bawang Tangkap Pengedar Sabu

    nataragung.id, Tulang Bawang- Pelaku tindak pidana peredaran dan penyalahgunaan narkoba ditangkap petugas dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, dalam kegiatan pemberatan narkoba yang bernama ‘Gasak Narkoba’.

    Pelaku yang ditangkap petugas dalam kegiatan ‘Gasak Narkoba’ tersebut seorang pria berinisial BN (35), berprofesi wiraswasta, warga Dusun Wonorejo, Kampung Gedung Bandar Rahayu, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang.

    Selain menangkap pelaku, petugas juga menyita barang bukti (BB) berupa 2 (dua) plastik klip berisi narkoba jenis sabu dengan berat bruto 0,83 (nol koma delapan puluh tiga) gram, plastik klip kosong, tas warna hitam merek Tapax, dan handphone (HP) merek Oppo warna hitam.

    “Hari Selasa (24/09/2024), sekitar pukul 02.30 WIB, petugas kami menangkap seorang pelaku tindak pidana peredaran dan penyalahgunaan narkoba dalam kegiatan ‘Gasak Narkoba’. Ia ditangkap saat sedang berada di rumahnya di Dusun Wonorejo, Kampung Gedung Bandar Rahayu,” kata Kasat Narkoba, AKP Yofi Haryadi, SH, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP James H Hutajulu, SIK, SH, MH, MIK, Minggu (29/09/2024).

    Lanjutnya, penangkapan terhadap pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkoba dalam kegiatan ‘Gasak Narkoba’ merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh petugas kami di wilayah Kecamatan Gedung Meneng. Informasi yang didapat salah satu rumah di Dusun Wonorejo, Kampung Gedung Bandar Rahayu sering dijadikan tempat transaksi narkoba.

    “Setelah dipastikan rumah tersebut ada penghuninya, petugas kami langsung melakukan penggerbekan. Hasilnya dari dalam rumah ditangkap seorang pelaku yang juga merupakan pemilik rumah, serta turut disita BB berupa narkoba jenis sabu,” papar perwira dengan balok kuning tiga dipundaknya.

    AKP Yofi menambahkan, pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang ditangkap oleh petugasnya saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang, dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    “Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” imbuh Kasat Narkoba. (Muhammad Arya )

  • MENGENAL LEBIH DEKAT LBH MASA PERUBAHAN (MP)

    MENGENAL LEBIH DEKAT LBH MASA PERUBAHAN (MP)

    nataragung.id, TOKOH – MENGENAL LEBIH DEKAT LBH MASA PERUBAHAN (MP)

    Masa Perubahan awalnya adalah sebuah forum dan tempat berkumpul para aktifis. baik aktifis kampus, aktifis ormas, aktifis parpol, termasuk para aktifis tingkat Desa pun ikut gabung dalam perkumpulan atau forum ini.

    Para aktifis itu acap kali berkumpul untuk mendiskusikan berbagai hal, mulai dari urusan kegiatan kampus, kegiatan kepemudaan, kegiatan politik bahkan kegiatan yang menjurus pada politik praktis semisal Pemilihan Legislatif, Pemilihan Presiden Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati/ Walikota tak luput dijadikan ajang perdebatan untuk bahan diskusi. Maklum saja, sebagai forum yang di isi anak-anak muda, sudah pasti jiwanya tak jauh-jauh dari urusan debat-mendebat.

    Awalnya forum kumpul-kumpul itu belum diberi nama, pokokya kumpul rame-rame, kemudian jika ada bahan diskusi, maka dijadikan bahan debat. Dan perdebatan itu pasti seru karena yang berdebat adalah para pemuda yang berpendidikan cukup tinggi.

    Pada awal tahun 2013, Ali Sopian berfikir, mengapa forum diskusi tempat berkumpulnya para aktifis itu tidak diberi nama saja, agar lebih mudah untuk mengumpulkan para aktifis, dan jika ada nama, tentu forum itu bisa menjadi lebih keren.

    Karena anggota forum diskusi itu berlatar pendidikan yang berbeda-beda, juga dari berbagai strata kehidupan, maka Ali Sopian menawarkan nama *MASA PERUBAHAN (MP)*, dan nama itu disetujui oleh anggota forum. Ali Sopian pun dipercaya untuk menjadi koordinator.

    Kebetulan pula pada awal tahun 2014 akan ada momen Pemilihan Legislatif dan akan dibarengkan dengan momen pemilihan Gubernur Lampung, maka sebagai aktifis yang sudah malang melintang di seantero Lampung, Ali Sopian dan perkumpulan Masa Perubahan banyak di incer oleh para kandidat.

    Setelah berdiskusi dengan anggota forum, maka MASA PERUBAHAN memantapkan dukungan kepada calon Gubernur Lampung Muhamamd Ridho Ficardo dan Bakhtiar Basri (Ridho-Berbakti), dan pasangan tersebut keluar sebagai pemenang Pilgub Lampung.

    Pada tahun 2015, saat Pemilihan Bupati Lampung Selatan, Masa Perubahan Pimpinan Ali Sopian mendukung full pasangan Zainudin Hasan-Nanang Ermanto (ZaiN) dan lagi-lagi pasangan ZaiN keluar sebagai pemenang di Pilkada Lampung Selatan.

    Lantas kapan forum diskusi ini berubah menjadi *LEMBAGA BANTUAN HUKUM MASA PERUBAHAN (LBH-MP)*?

    Begini penuturan Ali Sopian kepada Majalah Natar Agung beberapa waktu lalu

    LBH MASA PERUBAHAN (MP), berdiri sejak Tahun 2020 dan didaftarkan berdasarkan SK Kemenkumham Nomor AHU-0001306-AH.01.22 Tahun 2021 Tertanggal 27 Agustus 2021

    Lebih lanjut Ali Sopian menuturkan, teman-teman yang masuk dalam jajaran LBH Masa Perubahan adalah sebagai berikut
    • *Direktur* : Muhammad Latief, S.H.
    • *Wakil Direktur* : Dhanily Aji Sagala Putra, S.H.
    • *Sekertaris* : Fauzi Perdana Alamsyah, S.H.
    • *Kabid Perempuan dan Anak* : A. Fanzir Zarami, S.Ag.
    • *Kabid Advokasi dan Penanganan Perkara* : Ali Sopian, S.H.
    • *Advokat* : Busroni, S.H., M.H.
    : Umar Usman, S.H, C.PM
    : Januarius Eko Saka, S.H.
    : Mhd. Imam Falsafi Attaqwa MH, S.H dan Ishak Suryadi, S.H.

    • *Paralegal* : Bella Dwi Putri, S.H.
    : Rifni Irma Syafitri, S.H, Bella Sania, S.H.

    Lebih jauh Ali Sopian juga memberikan gambaran singkat mengenai sejarah, arah dan perjuangan LBH.

    Lembaga Bantuan Hukum Masa Perubahan (LBH-MP) didirikan bermula pada saat adanya permohonan bantuan di bidang hukum kepada dirinya dalam penanganan kasus yg menimpa eks Bupati Lampung Selatan, dengan tidak mempertimbangkan kepentingan² tertentu, dan semata hanya ingin membela kepentingan klient nya agar mendapatkan kepastian hukum yg adil dan mendapatkan hukuman sesuai dengan perbuatan yg dilakukannya, karena pada hakikatnya setiap orang sama dihadapan hukum maka Ali Sopian turut membantu dalam advokasi penanganan perkara tersebut.
    Kemudian bersamaan dengan itu Masa Perubahan yg sebelumnya juga diisi oleh para pemikir yg handal di bidang hukum dengan pengalaman dan latarbelakang yg sudah teruji, mereka bersama-sama memikirkan untuk pendirian LBH Masa Perubahan yang bertujuan untuk memberikan akses keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

    Menurut Ali Sopian dirinya beserta seluruh jajaran LBH MP percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlindungan hukum yang adil.

    Ali Sopian mempunyai keyakinan bahwa perjuangan LBH-MP dimulai dari kesadaran bahwa banyak orang tidak mendapatkan akses yang adil terhadap hukum. Karena itu LBH-MP berupaya memberikan bantuan hukum gratis dan menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat untuk memahami hak-hak mereka.

    Selain itu, LBH-MP aktif dalam advokasi untuk mengubah kebijakan yang tidak adil dan memperjuangkan reformasi hukum yang lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Ali Sopian percaya bahwa keadilan bukan hanya untuk segelintir orang, tetapi untuk semua orang.

    Dengan tekad dan kerja keras, LBH-MP berkomitmen untuk menciptakan perubahan positif dan memastikan bahwa suara masyarakat didengar dan diperjuangkan.

    Arah kami mendirikan LBH Masa Perubahan adalah ingin menjadi jembatan antara hukum dan masyarakat, memastikan bahwa setiap individu, terutama mereka yang kurang mampu, dapat memperjuangkan hak-haknya, dan kami fokuskan cangkupan tersebut ke dalam empat fokus utama yaitu:
    • Pertama, kami ingin memberikan bantuan hukum yang gratis atau terjangkau, agar semua orang bisa mendapatkan pembelaan yang layak.
    • Kedua, kami berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman hukum masyarakat melalui program pendidikan dan penyuluhan.
    • Ketiga, kami aktif dalam advokasi untuk keadilan sosial, berusaha mewakili suara mereka yang terpinggirkan.
    • Keempat, kami berperan dalam reformasi sistem hukum, mendorong perubahan yang lebih adil dan transparan.

    Dengan langkah-langkah ini, kami berharap dapat menciptakan lingkungan hukum yang lebih baik dan mendukung terciptanya keadilan bagi semua, ucap Ali Sopian mengakhiri pembicaraan. (*)

    Tulisan ini bisa dibaca di Majalah Natar Agung edisi cetak Bulan Oktober 2024

  • M. AGUS BUDIANTORO, KADES DESA FAJAR BARU DENGAN SE GUDANG PRESTASI

    M. AGUS BUDIANTORO, KADES DESA FAJAR BARU DENGAN SE GUDANG PRESTASI

    nataragung.id, TOKOH – Nama M. Agus Budiantoro, S.HI, MH, Kepala Desa (Kades) Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan ini siapa yang tidak kenal.

    Pria low profile, kalahiran Bandar Lampung, 16 Agustus 1986 kini menjabat Kades Fajar Baru untuk periode 2019-2027.

    Mengawali karier sebagai guru honorer Staf Pengajar di SMP Al Jauhar 2006-2012 dan juga mengajar di PP Diniyah Putri, Negeri Sakti, Pesawaran, sejak tahun 2009-2016, kemudian di lanjut menjadi Anggota BPD Fajar Baru tahun 2013-2019.

    Berdasarkan hasil pemilihan Kepala Desa Fajar Baru, suami dari Eny Triyani, S.Pd ini dilantik menjadi Kades Fajar Baru untuk periode 2019-2027.

    Dengan segudang pengalaman berorganisasi saat sekolah dan kuliah, yaitu pernah menjadi Pengurus HMI CABANG BANDAR LAMPUNG BIDANG DAKWAH (LDK) LEMBAGAA DAKWAH KAMPUS 2006-2007 dan Menjadi BUPATI KAMPUS JURUSAN MUMMALAH FAKULTAS SYARIAH IAIN RADIN INTAN 2006-2007, M. Agus Budiantoro, saat menjabat Kades bisa terpilih menjadi Ketua Harian Dewan Pengurus Daerah Lembaga Pengabdian Masyarakat (DPD LPM) Propinsi Lampung.

    Bahkan tidak itu saja beliaupun di dapuk oleh para Kades se Propinsi Lampung sebagai Sekretaris APDESI Propinsi Lampung periode 2023-2028.

    Prestasi dalam memimpin Desa Fajar Baru, terus moncer. Hal ini bisa dilihat dari torehan prestasi yang didapat selama ini, yaitu sebagai koordinator terbaik ke 3 dalam penyebaran dan sosialiasi Peraturan Daerah Propinsi Lampung dari tahun 2019-2024. Kemudian mendapatkan prestasi sebagai koordinator terbaik ke 3 dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila Propinsi Lampung tahun 2020-2029.

    Lantas capaian apa yang telah di raih oleh ayah dari Muhammad Shauqi Wahidiantoro dan Muhammad Farhan Dzakiantoro selama memimpinnya Desa Fajar Baru?

    Yang pertama adalah meningkatnya sarana fisik khususnya di bidang pembangunan jalan desa dan jalan lingkungan pada semua dusun yang ada di Fajar Baru.

    Kemudian yang kedua meningkatnya jumlah pemilik Sertifikat Hak Milik (SHM) melalui program PTSL.

    Dan yang ketiga mendapatkan penghargaan SDGs dari Kementerian Desa, serta ditunjuk untuk menyampaikan Jurnal tentang Dana Desa ke Negeri Malaysia di Universitas Teknologi Malaysia (UTM) serta yang tak kalah pentingnya, beliau mendapatkan reward kinerja 3 tahun berturut-turut dari Kementerian Desa Republik Indonesia.

    Lantas apa kiatnya untuk memperoleh kesuksesan selama menjabat kepala desa itu? Dengan santai pria yang biasa di sapa Masbro (M. Agus Budiantoro-red) ini mengatakan jadikanlah jabatan itu sebagai ladang ibadah, selalu bersikap ikhlas dengan yang telah diperoleh, jangan sombong dengan apa yang kita miliki dan nikmati hidup ini dengan penuh riang gembira. “In Syaa Allah kalau itu ada pada diri kita, hidup kita akan terasa nyaman” pungkas Budiantoro mengakhiri percakapan dengan Majalah Natar Agung.

    CURICULUM VITAE
    1. NAMA : M. AGUS BUDIANTORO, S.HI, MH
    2. TEMPAT TGL LAHIR : BANDAR LAMPUNG, 16 AGUSTUS 1986
    3. STATUS : MENIKAH
    ISTRI : ENY TRIYANI, S.Pd
    ANAK :
    1. MUHAMMAD SHAUQI WAHIDIANTORO
    2. MUHAMMAD FARHAN DZAKIANTORO

    4. ALAMAT : JL. NATA TANAH LUHUR DUSUN III.A RT.004 RW.007 DESA FAJAR BARU KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
    5. RIWAYAT PENDIDIKAN :
    * SDN 1 RAWA LAUT BANDAR LAMPUNG
    – SMP BINA TARUNA BANDAR LAMPUNG
    – MA HIDAYATULLAH DEPOK JAWA BARAT
    – S1 IAIN RIL JURUSAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
    – S2 UIN RIL JURUSAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
    6. RIWAYAT ORGANISASI :
    * Pengurus HMI CABANG BANDAR LAMPUNG BIDANG DAKWAH (LDK) LEMBAGAA DAKWAH KAMPUS 2006-2007
    * Menjadi BUPATI KAMPUS JURUSAN MUMMALAH FAKULTAS SYARIAH IAIN RADIN INTAN 2006-2007
    * KETUA HARIAN DPD LPM PROVINSI LAMPUNG
    – SEKRETARIS APDESI PORIVINSI LAMPUNG 2023-2028
    7. RIWAYAT PEKERJAAN :
    * Staf Pengajar di SMP Al Jauhar 2006-2012
    * Staf Pengajar di PP DINIAH PUTRI SEBAGAI WAKA KURIKULUM 2009-2016
    – ANGGOTA BPD DESA FAJAR BARU TAHUN 2013–2019
    – PENDAMPING GERBANG DESA PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015-2016
    – KOORDINATOR PENYEBARAN DAN SOSIALISASI PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2019-2024 DENGAN PRESTASI KOORDINATOR TERBAIK KE-3
    – KEPALA DESA FAJAR BARU TAHUN 2019–2027
    – KOORDINATOR PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2020-2029 DENGAN PRESTASI KOORDINATOR TERBAIK KE-3
    8. KEBERHASILAN YANG DICAPAI SELAMA MENJABAT KEPALA DESA :
    * MENINGKATNYA SARANA FISIK MELALUI PEMBANGUNAN JALAN DESA, DAN JALAN LINGKUNGAN DI SEMUA DUSUN
    – MENINGKATNYA JUMLAH PEMILIK SHM MELALUI PROGRAM PTSL
    – PENGHARGAAN SDGs DARI KEMETERIAN DESA
    – PENYAMPAIAN JURNAL TENTANG DANA DESA KE NEGERI MALAYSIA DI UNIVERSITAS TEKNOLOGI MALAYSIA (UTM)
    – MENDAPATKAN REWARD KINERJA 3 TAHUN BERTURUT-TURUT DARI KEMENTERIAN DESA

    Tulisan ini bisa di baca di Majalah Natar Agung edisi Bulan Oktober 2024

  • KOMITMEN PROSES PEMEKARAN NATAR AGUNG, DI TANGAN ANGGOTA DPRD LAMSEL HASIL PEMILU 2024

    KOMITMEN PROSES PEMEKARAN NATAR AGUNG, DI TANGAN ANGGOTA DPRD LAMSEL HASIL PEMILU 2024

    nataragung.id, Lampungselatan – Anggota DPRD Lampung Selatan sebanyak 50 orang periode 2024-2029, telah resmi di lantik pada tanggal 19 Agustus 2024 lalu, termasuk 23 orang anggota DPRD yang mewakili calon Daerah Pemekaran Kabupaten Natar Agung.

    Dalam pemilu legislatif 2024, Lampung Selatan di bagi menjadi delapan (8) daerah pemilihan. Khusus Lima (5) kecamatan di wilayah calon Kabupaten Natar di bagi menjadi tiga (3) daerah pemilihan yaitu dapil empat (4) Kecamatan Natar, dapil lima (5) Kecamatan Jati Agung dan dapil enam (6) terdiri dari tiga kecamatan masing-masing kecamatan Tanjung Bintang, Merbau Mataram dan Tanjung Sari.

    Jika kita mengacu pada jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu legislatif tahun 2024, berdasarkan data dari KPUD Lamsel, dari 17 Kecamatan yang ada di Lamsel jumlah mata pilihnya berimbang, yaitu sebagai berikut :

    Jumlah DPT pileg 2024, per kecamatan pada lima kecamatan Calon Kabupaten Natar Agung

    1. Natar: 148.522
    2. Jati Agung: 95.773
    3. Tanjung Bintang: 59.917
    4. Merbau Mataram: 42.417
    *Jumlah : 370.354*

    Jumlah DPT pileg 2024, di Lampung Selatan di 12 kecamatan induk yang tetap bergabung di Kabupaten Lampung Selatan jika Natar Agung mekar.

    1. Kalianda: 69.886
    2. Katibung: 51.707
    3. Sidomulyo: 49.263
    4. Palas: 45.672
    5. Candipuro: 43.289
    6. Ketapang: 39.969
    7. Penengahan: 31.732
    8. Sragi: 26.792.
    9. Way Sulan: 18.460
    10. Raja Basa: 18.304
    11. Bakauheni: 17.469
    12. Way Panji: 13.882
    *Jumlah : 426.425*

    Dengan berimbangnya jumlah Daftar Pemilih tetap itu, maka kursi yang di dapatpun berimbang yaitu 23 kursi untuk 5 kecamatan calon Natar Agung dan 27 kursi dari 12 Kecamatan yang tetap berada di induk Lampung Selatan, jika Natar Agung benar-benar mekar.

    Hasil Pemilu legislatif tahun 2024, maka calon anggota legislatif (caleg) yang terpilih adalah sebagi berikut :
    Anggota terpilih dari Daerah Pemilihan (dapil) 4 Kecamatan Natar.
    1. Erma Yusneli, SE (Gerindra)
    2. Hendry Gunawan (PDIP)
    3. Kasmani (PKS)
    4. Waris Basuki, SH (Gerindra)
    5. Ayu Kumala Sari (Demokrat)
    6. Herliza, A.M.D (PKB)
    7. Bayu Prasetya (PAN)
    8. Sidik Maryanto (Golkar)
    9. Edo Saputra Wijaya, SH, MH (Gerindra)

    Anggota DPRD Lamsel terpilih dari Daerah Pemilihan Dapil 5 Kecamatan Jati Agung
    1. Rosdiana (PDI-P)
    2. Amanda Nanda Sari, SH (Gerindra)
    3. A. Beny Raharjo (Golkar)
    4. Misman (PKB)
    5. Fitri Purwanti (Demokrat)
    6. Slamet Nuriman (NasDem)

    Anggota DPRD Lamsel terpilih dapil enam (6), Kecamatan Tanjung Bintang, Merbau Mataram dan Tanjung Sari adalah sebagai berikut :
    1. Asmara (PDIP)
    2. Dwi Riyanto, SE, MM (Gerindra)
    3. Hj. Rusdianti (PAN)
    4. Supriyanti (PDIP)
    5. Pramadji Nadyaninggarjito (Golkar)
    6. Hamdani, S.H.I (PKB)
    7. Imam Rohadi (PKS)
    8. M. Gilang Satria Riandy (NasDem)

    Dengan telah dilantiknya 23 orang anggota DPRD Lamsel asal 5 Kecamatan calon Natar Agung, maka harapan besar yang ada di masyarakat, kini tersandang di pundak mereka.

    Tentu Panitia Pemekaran Natar Agung juga berharap, setelah dilantik, 23 orang Anggota tersebut terus memperjuangkan Pemekaran yang hingga saat ini tinggal menunggu surat rekomendasi dari Bupati Nanang Ermanto sebagai dasar rapat paripurna persetujuan bersama (MoU) antara DPRD dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan.

    Apalagi dari ke 23 Anggota DPRD Lamsel yang berasal dari wilayah calon Kabupaten Natar Agung ada dua orang kader terbaiknya yang ditunjuk sebagai pimpinan DPRD Lamsel yaitu Erma Yusneli, SE, MM oleh Partai Gerindra ditunjuk sebagai ketua DPRD dan A. Beny Raharjo oleh Partai Golkar ditunjuk sebagai wakil ketua DPRD Lamsel.

    Mudah-mudahan perjuangan 23 orang anggota DPRD itu akan membuahkan hasil yang manis.

    Tulisan ini bisa di baca di Majalah Natar Agung edisi cetak Bulan Oktober 2024

  • ANTARA PERINTIS DAN PEWARIS.

    ANTARA PERINTIS DAN PEWARIS.

    • By : H. Komiruddin Imron

     

    Yang memulai belum tentu yang menikmati, sebagaimana yang menikmati tidak mesti yang memulai.

     

    Bisa jadi kita yang membabat alas, membuat jalan tapi yang menikmatinya orang lain. Bisa jadi kita yang memasak air, meracik kopi mengaduk gelas tapi yang meminumnya orang lain.

     

    Bisa jadi kita yang membuat jembatan atau menanam pohon tapi orang lain yang melewatinya atau memanen buahnya.

    Sebab bisa jadi yang memulai tidak cukup ilmu dan kompetensi atau dibatasi usia untuk meneruskan pekerjaan yang sudah ia rintis, sementara generasi yang datang setelah itu lebih faham dan lebih mampu meneruskan dan mengelola pekerjaan tersebut.

     

    Tapi keutamaan tetaplah bagi para perintis pertama yang memulai pekerjaan, walau bisa jadi yang meneruskannya lebih baik dan lebih indah.

    Para perintis akan mendapat aliran pahala dari setiap pendatang yang menikmati setiap jejak rintisan yang pernah dibuatnya.

     

    Sahabat Mush’ab bin Umair ra adalah duta Islam pertama yang diutus rasulullah saw untuk mengajarkan Islam di tengah penduduk Madinah. Beliau Ra tak pernah melihat apalagi menimati kemenangan dan kejayaan Islam. Sebab beliau RA syahid pada perang Uhud sementara kain kafan untuk menutup badannya tidak mencukupi. Tapi seluruh kebaikan muslim di Madinah saat itu akan mengalir pahalanya kepada beliau Ra, tentunya setelah Rasulullah saw.

     

    Sahabat Jarir bin Abdillah al-Bajali radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Barang siapa merintis (memulai) dalam agama Islam sunnah (perbuatan) yang baik maka baginya pahala dari perbuatannya tersebut, dan pahala dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya, tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa merintis dalam Islam sunnah yang buruk maka baginya dosa dari perbuatannya tersebut, dan dosa dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dari dosa-dosa mereka sedikitpun”. (HR. Muslim no 1016)

     

    Dulu sebagian sahabat dan tabi’in menghapal hadits rasulullah saw kemudian disampaikan kepada kaum muslimin. Tidak sedikit dari kaum muslimin itu yang mendengar kemudian ternyata ia lebih paham dari yang menyampaikan. Ia lebih dapat menguraikan sebuah hadits dengan uraian dan cakupan hukum yang luas.

     

    Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadits dariku, lalu dia menghafalnya – dalam lafazh riwayat lain: lalu dia memahami dan menghafalnya –, hingga (kemudian) dia menyampaikannya (kepada orang lain), terkadang orang yang membawa ilmu agama menyampaikannya kepada orang yang lebih paham darinya, dan terkadang orang yang membawa ilmu agama tidak memahaminya” [Hadits yang shahih dan mutawatir].

     

    Inilah yang membuat para perintis tidak pernah kecewa walau tak pernah mengecap manisnya yang pernah ia tanam. Sebab ia sangat memahami apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal. (*)