Berbagai Kalangan Dukung Pemekaran DOB Kabupaten Natar Agung – MAJALAH NATAR AGUNG

0

nataragung.id – Lampung Selatan – Berlarut-larutnya Proses Pemekaran Calon Wilayah DOB Natar Agung membuat para tokoh di lima wilayah yaitu Kecamatan Natar, Jati Agung, Tanjung Bintang, Merbau Mataram dan Tanjung Sari ramai-ramai angkat bicara. Mereka mendesak Pemerintah dan DPRD Lampung Selatan bisa menjelaskan secara terbuka kenapa permasalahan pemekaran menjadi terkatung-katung tanpa akhir yang jelas.

Seperti yang diungkapkan oleh KH Syarif Hidayatullah Pimpinan Yayasan An Nashirin, Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar Lampung Selatan. Ia mengatakan sejak tahun 2009, dirinya sudah mendengar bahwa lima kecamatan akan menjadi DOB dan berpisah dari Kabupaten induknya yaitu Lampung Selatan. Namun ia juga mempertanyakan mengapa usulan itu tidak ada kejelasan dan sepertinya stagnan ditangan para pemangku kebijakan. “Sudah wajar masyarakat bertanya kepada Pemerintah, dan sebaiknya Pemerintah juga harus jujur menjelaskan kepada warga, agar persoalannya menjadi clear” ucap KH Syarif Hidayatullah.
Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Darwis, SE mantan Ketua Forum BPD Kecamatan Natar. Warga Desa Negararatu, Natar ini mengatakan bahwa sejak tahun 2009 selaku Ketua BPD Desa Negararatu dan ketua Forum BPD Kecamatan Natar, ia amat aktif memperjuangkan proses Pemekaran Natar Agung. “Saat itu saya aktif mendorong teman-teman BPD se Kecamatan Natar untuk membuat dukungan tertulis persetujuan Pemekaran Natar Agung” ucap Darwis mengenang perjalanan panjang Pemekaran Natar Agung.
Senada dengan Ahmad Darwis, Helkifli ketua BPD Desa Banjar Negeri, Natar juga mengakui, sejak awal dirinya amat mendukung Pemekaran Natar Agung. “Saya amat intens berbicara dengan teman-teman BPD di Kecamatan Natar untuk mendukung Natar Agung” tegas Helkifli.
Dukungan lainnya datang dari warga Kecamatan Merbau Mataram. Menurut Soldayati, SAg mantan aktifis mahasiswa di IAIN (UINRIL-red), dirinya amat setuju jika Natar Agung menjadi DOB. Meski dirinya sudah mengetahui jika Natar Agung kelak menjadi DOB pusat pemerintahan bukan di Merbau Mataram tapi rencananya di Jati Agung, namun pasti ada dampak positifnya bagi Merbau Mataram “Yang jelas Merbau Mataram pasti akan semakin ramai karena dekat dengan Pusat Perkantoran DOB Natar Agung” ucap Soldayati dengan sumringah.
Hal senada disampaikan oleh Ustadz Syaifullah, aktifis NU Lampung Selatan yang berdomisili di Merbau Mataram. Menurutnya, dengan terwujudnya DOB Natar Agung, maka rentang kendali wilayah akan semakin dekat. Selama ini jika fasilitas pendukung seperti adanya jalan yang rusak, maka untuk koordinasi ke Kalianda khususnya masalah organisasi diri nya malas sekali untuk ke Kaianda. “Sayakan orang Organisasi Mas, jadi sering bolak-balik ke Kaianda, kalau Natar Agung jadi DOB, kan lebih dekat” ucap Syaiful.
Pendapat lainnya disampaikan oleh Nurdin Abdullah adok Pengiran Sangon Khatu. Tokoh adat Lampung yang berdomisili di Desa Talang Jawa, Merbau Mataram. Ia mengatakan bahwa masalah Natar Agung bukan hal baru. Menurutnya, setiap warga Lampung Selatan pasti sudah mendengar hal itu. Menurut pria yang berprofesi sebagai wartawan ini mengatakan, masalah Natar Agung bagi dirinya bukan masalah setuju atau tidak setuju.
Menurut Nurdin Abdullah, dari sudut pandang peran dan pelestarian adat, dirinya kurang setuju adanya pemekaran, karena menurutnya ada hal yang mengkhawatirkan bagi pelestarian dan nasib ke-adatan Abung dan Pubian jika DOB Natar Agung terlaksana, karena Warga Abung dan Pubian ada di beberapa desa di Katibung dan Sidomulyo serta Natar. “Tetapi kita tidak dapat mengabaikan bahwa Lampung harus maju dan salah satu upaya percepatannya adalah pemekaran” ucap Nurdin Abdullah.
Terkait dengan calon kepala daerah yang akan bertarung dalam Pilkada 2024, masih kata Nurdin Abdullah narasi yang dibangun dalam debat kandidat belum ada yang kongkrit menyatakan dukungan dan langkah-langkah yang akan dilakukan guna Percepatan terwujudnya DOB Natar Agung. “Narasi yang diungkap belum kongkrit, hanya sebatas mendukung tanpa menyatakan dukungan kongkrit berupa apa” bebernya mengakhiri perbincangan dengan Majalah Natar Agung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini