Cari Solusi Terbaik, Wakil Ketua Pansus Tata Niaga Singkong Aribun Sayunis Datangi PT. Great Giant Foods

0

nataragung.id, Bandar Lampung – Tidak ingin berkepanjangan tentang polemik harga singkong, Wakil Ketua Pansus Tata Niaga Singkong, Aribun Sayunis merespon cepat bergerak mencarikan solusi, dan menggali persoalan yang terjadi tentang harga singkong khususnya. Sehingga, stabilitas harga singkong dapat dirasakan oleh semua pihak, terlebih para petani di provinsi Sai Bumi Ruwa Jurai. Salah satunya, mendatangi PT. Great Giant Foods di Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Rabu (15/01/2025)

Dalam diskusi yang berlangsung, Wakil Ketua Pansus Tata Niaga Singkong, Aribun Sayunis mengatakan kehadiran tim pansus guna mencari rasa keadilan antara petani dan pengusaha terkait harga singkong. Sehingga, kedepan singkong sendiri dapat menjadi produk pangan nasional.

Baca Juga :  Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Menginstruksikan Lagi Dinas PU Untuk Menurunkan Alat Berat di Wilayah Terdampak Banjir

“Setidaknya, kemitraan terhadap petani dapat diberikan pendampingan dan MOU yang jelas. Diantaranya, petani di support Pupuk, Bibit yang berkualitas, harga yang mengikat. Sehingga, dimasa panen dapat harga yang meningkat,” pungkasnya.

Selain itu, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung itu memaparkan. Tim Pansus mendapat masukan dari petani, bahwa mereka menyesalkan sebelum panen tahun 2024 kemaren, harga singkong bagus. Tetapi, ketika panen harga Anjlok.

Baca Juga :  Majelis Ekonomi PWM Lampung Gelar FGD Wujudkan Badan Usaha Muhamamadiyah Berkualitas

“Ini yang harus diperhatikan oleh pihak perusahaan. Karena, apabila persoalan semacam ini terus berlanjut. Pasti akan berdampak pada stabilitas singkong secara nasional,” tegasnya.

Bahkan, Politisi PDI Perjuangan Lampung itu mengungkapkan, sepengetahuan yang ada, ketika perusahan berdiri, pasti ada MOU mengikat tentang harga dengan pembeli atau penjual pertahun. Hal yang tidak mungkin membeli dengan harga bebas.

Baca Juga :  Masjid Raya Al-Bakrie Bandar Lampung Gelar Itikaf dan Buka Bersama di Tengah Proses Pembangunan

“Artinya, ketika pun ada barang impor masuk, tetap mengacu pada MOU yang di sepakati. Sehingga, rasa keadilan pun dapat dirasakan oleh petani,” tutupnya.

Editor  : Muhammad Arya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini