Bunda Eva Hendak Temui Pendemo, Paparkan Solusi Atasi Banjir

0

NATARAGUNG.ID, BANDAR LAMPUNG –Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana siap menemui Pendemo untuk berdialog dan menyerap aspirasi mereka. Walikota Eva Dwiana semula dijadwalkan menemui langsung perwakilan pendemo yang jumlahnya 9 orang.

“Mereka awalnya minta 9 orang yang akan menemui Walikota, Bunda Eva sudah siap berdialog. Tapi setelah itu mereka minta semuanya untuk bertemu Walikota dan Ibu Walikota juga sudah setuju,” Jelas Ahmad Nurizki Erwandi, Kasat Pol PP Kota Bandar Lampung, Senin 28 April 2025.

Baca Juga :  Bandar Lampung — Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, resmi menandatangani SK Pengurus KONI Provinsi Lampung untuk periode 2025–2029. Penyerahan Surat Keputusan bernomor 91/Tahun 2025 ini dilakukan pada Kamis (10/7/2025), dan akan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, pada Jumat sore (11/7/2025). SK ini sekaligus menjadi penanda pergeseran kekuatan dalam tubuh KONI Lampung. Struktur baru menunjukkan percampuran menarik antara figur lama yang sempat tergeser dan nama-nama baru yang segar, sekaligus menggusur beberapa wajah dari rezim sebelumnya. Salah satu kejutan terbesar adalah kembalinya Edi Purwanto, yang pernah tersingkir ketika Arinal Djunaidi menggantikan Yusuf Barusman. Kini, Edi langsung menduduki posisi strategis dan menggeser Supriyadi Alfian dari Bidang Media dan Humas. Supriyadi sendiri digeser ke Bidang Kerja Sama Antar Lembaga. Tak kalah menarik, kursi bendahara yang selama ini identik dengan Lilyana Ali, akhirnya tergoyahkan. Ia digantikan oleh Christian Chandra, tokoh muda sekaligus Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Lampung. Kursi Dewan Penyantun juga diisi tokoh penting: Faishol Djausal, pengusaha sekaligus ayahanda Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, bersama Umar Ahmad, mantan Bupati Tulangbawang Barat. Sementara itu, Dewan Kehormatan menjadi ajang reuni tokoh-tokoh senior. Di antaranya: M. Alzier Dianis Thabranie, mantan Ketum KONI Lampung, Yusuf S. Barusman, serta mantan Sekum KONI Amalsyah Tarmizi. Jabatan strategis Sekretaris Umum dipercayakan kepada Saiful, sementara posisi Bidang Hukum Keolahragaan dan Advokasi tetap dipegang Sopian Sitepu dan Bey Sujarwo. Beberapa nama lama yang kembali masuk jajaran pengurus antara lain: Herman Afrigal, Sri Sulastuti, dan Rudi Antoni. Sedangkan nama-nama baru yang mewarnai komposisi kali ini di antaranya: Pahada Hidayat, Hanafi Hamidi, Edarwan, dan Watoni Nurdin. SK ini juga telah ditembuskan ke berbagai instansi penting, termasuk Menko PMK RI, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Gubernur Lampung, Ketua DPRD Provinsi Lampung, hingga Kadispora Lampung. Pergantian ini menandai babak baru dalam perjalanan KONI Lampung. Dengan wajah lama dan baru bersatu, masyarakat menanti: akankah olahraga Lampung kembali berjaya, atau justru kembali terjebak pada pola lama? Editor  : Muhammad Arya 

Ahmad Nurizki Erwandi menambahkan, aksi demo Senin siang di ikuti sekitar 14 masyarakat, yang meminta solusi atas terjadinya bencana banjir di Kecamatan Panjang pekan lalu.

“Hari ini mediasi sebanyak 4 kali, tuntutannya sama. Ingin berdialog dan bertemu ibu Walikota atas bencana banjir di Panjang,” tambah Rizki.

Di lokasi terpisah Aliansi Masyarakat Panjang Bersatu menggelar aksi damai dan menolak provokasi oleh segelintir oknum yang mengatas namakan warga Panjang terkait penanganan musibah banjir di Kampung Bahari dan Kampung Baru Panjang Utara dan Panjang Selatan.

Baca Juga :  Guru : Pengabdi Ilmu, Pengabdi Allah

Tokoh masyarakat Panjang, H. Musabaqoh serta tokoh pemuda sekaligus praktisi hukum, Ryan, menyesalkan ulah oknum yang mengaku-ngaku mewakili warga Panjang.

“Dengan bahasa yang sangat arogan dan tanpa etika dan bermoral, kami sangat meyesalkan, apalagi dia mengaku seorang mahasiswa, yang seharusnya lebih mengedepankan cara-cara yang bersifat sopan santun,” katanya.

  1. Musabaqoh menyebut masyarakat sudah pintar dan tak mau lagi di provokasi.
Baca Juga :  Kadis Kominfotik : Lampung Jaga Optimisme, Fenomena Ekonomi Membaik, Kemiskinan Menurun

“Ini aneh Walikotanya kerja di bilang gak ada tindakan. Sementara warga Panjang tidak pernah ada yang ikut demo, warga panjang sendiri mengecam keras ulah oknum yang menggelar aksi didepan Gedung Pemkot Bandar Lampung,” sesalnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini