nataragung.id – JELAJAH NUSANTARA – Sesimbinan adalah salah satu tradisi adat masyarakat Lampung. Tradisi ini merupakan jalan kesatria bagi pria Lampung dalam menyelesaikan masalah yang menyangkut harga diri, martabat keluarga, atau perselisihan seperti sengketa batas tanah (ngacat langen) dan konflik pribadi lainnya.
Kata sesimbinan berasal dari bahasa Lampung “nyimbin” yang berarti menyembunyikan. Sesuai maknanya, konflik yang terjadi tidak diumbar ke khalayak, melainkan diselesaikan secara diam-diam oleh dua orang laki-laki yang terlibat langsung dalam masalah. Keduanya akan sepakat mencari tempat yang sepi dan jauh dari keramaian untuk melakukan sepagasan atau setujahan, yakni saling menyerang menggunakan senjata tajam tradisional seperti badik, laduk, payan ataupun senjata tajam lainnya.
Tradisi ini mirip dengan beberapa budaya lain di Nusantara seperti carok di Madura atau sigajang laleng lipa (bertarung dalam sarung) di Bugis-Makassar.
Walaupun tradisi sesimbinan mulai ditinggalkan karena dianggap tidak menyelesaikan masalah secara damai dan beradab, beberapa laporan menunjukkan bahwa praktik ini masih ditemukan dalam beberapa kasus di era sekarang. ***
Penulis / Sumber : alpanselagai_media
Editor : SyahidanMh

