Sesimbinan : Penyelesaian Konflik Lelaki Lampung Lewat Sepagasan

0

nataragung.id – JELAJAH NUSANTARA – Sesimbinan adalah salah satu tradisi adat masyarakat Lampung. Tradisi ini merupakan jalan kesatria bagi pria Lampung dalam menyelesaikan masalah yang menyangkut harga diri, martabat keluarga, atau perselisihan seperti sengketa batas tanah (ngacat langen) dan konflik pribadi lainnya.

Kata sesimbinan berasal dari bahasa Lampung “nyimbin” yang berarti menyembunyikan. Sesuai maknanya, konflik yang terjadi tidak diumbar ke khalayak, melainkan diselesaikan secara diam-diam oleh dua orang laki-laki yang terlibat langsung dalam masalah. Keduanya akan sepakat mencari tempat yang sepi dan jauh dari keramaian untuk melakukan sepagasan atau setujahan, yakni saling menyerang menggunakan senjata tajam tradisional seperti badik, laduk, payan ataupun senjata tajam lainnya.

Baca Juga :  Makin Mendunia, 1 Ton Bumbu Rendang Padang di Ekspor ke Norwegia Bulan Februari 2025

Tradisi ini mirip dengan beberapa budaya lain di Nusantara seperti carok di Madura atau sigajang laleng lipa (bertarung dalam sarung) di Bugis-Makassar.

Walaupun tradisi sesimbinan mulai ditinggalkan karena dianggap tidak menyelesaikan masalah secara damai dan beradab, beberapa laporan menunjukkan bahwa praktik ini masih ditemukan dalam beberapa kasus di era sekarang. ***

Baca Juga :  10 Negara dengan Waktu Puasa Terlama Dunia dan Tips Menjalaninya

Penulis / Sumber : alpanselagai_media
Editor : SyahidanMh

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini