Di Bahu Damkar, Ada Air Mata Noval. (๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ค๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ). Penulis : Herry Tjahyono

0

nataragung.id – JELAJAH NUSANTARA – Pada satu pagi yang biasa di Semarang, sebuah mobil ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ค๐˜ถ๐˜ฆ Damkar melaju pelan menuju SMA Negeri 15. Bukan untuk memadamkan api, bukan pula untuk menyelamatkan kucing yang terjebak di atap rumah. Mereka datang untuk sesuatu yang sering tak terlihat oleh mata biasaโ€“sebuah panggilan lirih dari jiwa letih seorang anak bernama Noval.

Noval, siswa berseragam putih abu-abu, bukan tokoh dalam novel sendu. Ia nyata, hidup di antara kita. Sejak malam pergantian tahun 2023, ayahnya tak lagi pulangโ€“pergi selamanya. Ibunya, yang pernah membacakannya cerita sebelum tidur, kini tak bisa lagi mengendalikan tubuh dan kata. ๐˜š๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฎ ๐˜›๐˜ฐ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต๐˜ฆ mengambil sebagian besar dirinya. Dan sang tante, satu-satunya ttumpuanโ€“justru jatuh ke ranjangโ€“terserang ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฆ. Noval dan dua adiknya berdiri di batas tipis antara masa anak-anak dan beban orang dewasa.

Baca Juga :  Sekilas Profil dan Fakta Pak Sariban Sukarelawan Kebersihan di Kota Bandung. Wafat 1 Maret 2025

Tak ada yang mengajarinya cara meminta tolong dengan elegan. Maka Noval melakukan apa yang ia tahu: mengirim pesan lewat Instagram. Kepada Damkar. Lembaga yang selama ini dianggap penjaga api, bukan penjaga hati.
“๐˜—๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข?”

Pesan itu sampai ke tangan Ade, seorang sekretaris Damkar yang barangkali tak pernah membayangkan bahwa suatu hariโ€“ia akan menjadi pengganti ayah dalam sekejap. Tanpa seremoni, tanpa sorotan, tim ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ค๐˜ถ๐˜ฆ bergerak. Mereka masuk ke sekolah bukan dengan sirine, tetapi dengan keheninganโ€“sembari memeluk kepedihan. Rapor diambil. Rapor adik-adik Noval pun dibawa serta. Lalu mereka mampir ke rumahanak-anak itu. Rumah kecil dengan tembok penuh kisah yang tak pernah dimuat di berita pagi.

Dan Novalโ€“menangis. Bukan tangis keras yang meminta simpati. Tapi semacam getar dalam dada yang menemukan bahu untuk bersandar. Damkar, yang biasanya dipanggil saat panas membara, kini menjadi tempat bagi air mata yang dingin. Ade dan timnya tahu, hari itu mereka tak sedang menjalankan protokol penyelamatan. Ade menyebut momen tersebut โ€œtidak untuk memadamkan api, tapi untuk menyalakan harapanโ€ .

Baca Juga :  Tanggal 21 Januari Peringatan Hari Berpelukan se Dunia

Ada api yang tak bisa dipadamkan oleh air: kesepian, kehilangan, kerinduan akan peluk seorang ayah. Tapi ada juga bahu yang tidak dibentuk dari seragam, melainkan dari empati dan keberanian menjadi manusia. Dan barangkali, itulah yang Damkar ajarkan pada kita semua: bahwa menjadi penolong bukan tentang alat atau wewenang, tetapi tentang kesiapan untuk hadir ketika seseorang nyaris tak punya siapa-siapa.

Di kota yang penuh lalu lintas dan laporan, Damkar menjelma menjadi sesuatu yang langka: pelindung diam-diam bagi anak-anak yang ditinggal dunia terlalu cepat. Noval tidak meminta lebih dari sekadar bantuan. Tapi ia diberi sesuatu yang lebih mahal dari ituโ€“diberi bukti bahwa masih ada orang yang peduli, meski tak punya hubungan darah.

Baca Juga :  Sejarah Berdirinya Gombong dan Tokoh Legendaris Kyai Giyombong

Kadang yang kita butuhkan hanyalah seseorang yang datang, diam-diam, dan berkata melalui tindakannya: โ€œAku tidak akan membiarkan kamu menanggung ini sendirian.โ€

Hari ituโ€“di antara rapor dan air mata, Damkar menjadi “bahu kota Semarang”. Dan Novalโ€“sekali lagi, bisa merasa seperti anak-anak biasa yang diantar pulang oleh ayahnya. Walau hanya untuk hari itu saja.

Dan itu cukup untuk membuat dunia menjadi sedikit lebih baik. Setidaknya, wajah pemerintah sedikit lebih cantik melalui Damkar, hari itu.

(๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini