Cinta Maya, Luka Nyata: Kisah AF dan Senja

0

 

nataragung.id, Artikel — Hubungan di dunia maya memang tak kasat mata—tapi luka yang ditinggalkan, nyata terasa.

Namaku AF, seorang pria beristri yang tak pernah menyangka akan terjebak dalam pusaran rasa dari seseorang yang tak pernah benar-benar kutemui.
Namanya Senja, begitulah ia memperkenalkan diri di aplikasi hijau yang mempertemukan kami. Waktu itu tanggal 10 September 2023, dia bilang sedang berada di salah satu mal di Bandar Lampung. Aku pun memberanikan diri menyapa—dan sapaan itu ternyata membuka lembaran yang tak kuduga akan berubah jadi cerita pahit.

Komunikasi awal kami berjalan santai, tak ada yang terlalu istimewa. Tapi tepat di 14 September, obrolan kami pindah ke WhatsApp. Sejak itu, segalanya terasa lebih intens. Setiap hari kami bertukar pesan. “Lagi apa?”, “Mau ke mana?”, “Udah makan belum?”—pertanyaan remeh yang justru membuat hati ini nyaman. Dia sering bercerita tentang kegiatannya, termasuk rutinitas senam di sore hari yang membuatku kagum dan penasaran.

Baca Juga :  Cermin Retak: Guru Bawa Pulang MBG. Oleh : Mukhotib MD *)

Dari obrolan-obrolan ringan itu, aku merasakan sesuatu yang asing tapi hangat: aku merasa seperti muda kembali. Seperti sedang pacaran diam-diam di tengah usia yang dewasa.

Meski belum pernah bertemu, dari suaranya aku bisa merasakan getar cinta. Dia terdengar lembut, sopan, dan… menyenangkan. Meski ia menyebut dirinya hanya seorang ibu rumah tangga, aku tahu dia bisa lebih dari itu. Ada kedalaman dan kecerdasan dalam setiap tutur katanya. Katanya, dulu sempat kuliah di Unila, tapi asmara menggoyahkan langkahnya. Ia memilih menikah muda, meninggalkan mimpi akademisnya demi cintanya.

Baca Juga :  Tetap Sehat dan Bugar di Musim Pancaroba, Yuk Coba 5 Tips Ini! - Majalah Natar Agung

Namun, di saat rasa mulai tumbuh dan hati mulai menggantungkan harapan, Senja mulai menjauh—perlahan tapi menyakitkan.
Pesan yang dulu cepat dibalas, kini hanya dibaca. Kadang balasannya lama, kadang hilang tanpa kabar.

Sakit…
Sakit sekali rasanya mencintai seseorang yang mulai menjauh tanpa alasan. Di balik layar, aku menunggu, berharap, bahkan menyalahkan diri sendiri: “Apa aku salah bicara? Apa aku terlalu berharap?”

Baca Juga :  Cermin Retak: MBG Sampai ke MK

Karena penasaran, aku unduh lagi aplikasi hijau yang dulu sama-sama kami sepakati untuk dihapus. Dan saat itu hatiku seolah diremukkan. Dia aktif. Profilnya masih ada di mode pencarian sekitar. Artinya… dia mungkin sedang mencari pengganti. Bukan aku.

Hancur.

Aku mencoba tetap tenang, tapi akhirnya emosiku meledak. Kata-kata tajam dan pedas pun keluar dari mulutku. “Aku pikir kamu wanita lugu, ternyata suhu.” Begitulah aku menyudahi luka yang sudah tak bisa lagi kusembunyikan.

Aku terluka di dunia maya—tapi perihnya nyata terasa.

Bersambung…

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini