Skip to content

Portal Berita Natar Agung

Inspirasi Pembangunan, Kemajuan Berkelanjutan

Menu
  • HOME
  • KONTAK KAMI
  • PROFILE PT NATAR AGUNG MEDIA
  • PUBLIKASI PT NATAR AGUNG MEDIA
    • BUKU SUMPAH UPPU TUYUK PUBIAN BUKUK JADI DAN BUAY BELIUK
  • REDAKSI
Menu

Buku Seri Sejarah Marga Pepadun hingga terbentuknya Marga Pubian Bukuk Jadi. Pendahuluan. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

Posted on 23 Juli 202523 Juli 2025 by adm@nataragung.id

nataragung.id – Bandar Lampung – Lampung adalah tanah yang kaya akan nilai budaya, sejarah leluhur, serta struktur sosial yang kompleks. Dalam puspa ragam budaya tersebut, komunitas adat Pepadun memainkan peran penting sebagai tatanan masyarakat yang masih lestari dan aktif menjalankan sistem adat hingga hari ini.
Salah satu kelompok penting dalam komunitas Pepadun adalah Marga Pubian, yang bukan hanya dikenal sebagai keturunan dari garis Umpu, tetapi juga sebagai entitas adat yang mengalami transformasi historis dan sosial yang unik.

Masyarakat Pubian telah lama dikenal sebagai bagian dari Pubian Telu Suku, terdiri atas tiga marga utama: Manyarakat, Tambapupus, dan Bukuk Jadi. Ketiga marga ini kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah, termasuk di antaranya kawasan Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Lampung Utara, bahkan melintasi batas administratif ke wilayah urban seperti Natar dan Tegineneng.

Seiring perkembangan sosial dan dinamika migrasi, terjadi pembentukan struktur baru di dalam Pubian, yang kemudian dikenal dengan istilah:
* Pubian (inti)
* Pubian 2 Suku
* Pubian 3 Suku
* Pubian Bukuk Jadi

Pembagian ini tidak semata-mata administratif, tetapi sarat dengan makna historis, genealogis, dan kultural. Masing-masing entitas membawa serta struktur kepemimpinan adat, tradisi, dialek, dan wilayah domisili yang berbeda. Perbedaan ini juga mencerminkan cara masyarakat Pubian beradaptasi terhadap zaman, termasuk pada masa kolonial, modernisasi, dan perubahan struktur sosial masyarakat Lampung.

Sebagai contoh, Pubian inti masih memegang kuat tradisi dan adat leluhur, umumnya bermukim di kawasan Padang Ratu (Lampung Tengah). Pubian Dua Suku berkembang di wilayah seperti Terusan Nunyai dan sebagian Tulang Bawang. Pubian Tiga Suku memiliki basis kuat di Way Kanan dan Lampung Utara, sedangkan Pubian Bukuk Jadi banyak menetap di wilayah urban seperti Natar dan Tegineneng, dan mencakup 14 tiyuh yang tersebar di 12 desa.

Kitab Kuntara Raja Niti, yang menjadi acuan hukum dan sejarah adat Lampung, menyebut Pa’lang sebagai leluhur langsung orang Pubian, bagian dari lima keturunan Umpu Serunting yang berdiam di Sekala Brak dan mendirikan Keratuan Pugung.

Dari sinilah akar sejarah Pubian bermula, dan selanjutnya menyebar ke dataran rendah untuk membentuk kampung-kampung awal.

Buku ini dirancang sebagai seri naratif dan analitis, dengan pendekatan historis dan antropologis untuk menelusuri asal-usul, perkembangan, serta dinamika internal masyarakat Pubian dalam komunitas Pepadun.

Seri 1: Sejarah dan Asal-Usul Lampung Pubian
* Asal-usul masyarakat Pubian dari Keratuan Pugung
* Hubungan genealogis dengan kelompok Pepadun lainnya
* Proses migrasi dari Sekala Brak hingga pembentukan tiyuh

Seri 2: Struktur Adat dan Kelembagaan dalam Pubian
* Sistem Pepadun dan kedudukan marga Pubian
* Cakak Pepadun, gelar adat, dan peran tokoh penyimbang
* Nilai-nilai sosial spiritual: Piil Pesenggiri, Juluk Adok, Sakai Sambaian

Seri 3: Pembagian Lampung Pubian
* Pubian inti, 2 suku, 3 suku, dan Bukuk Jadi: sejarah dan logika pembagian
* Ciri-ciri struktural dan adat masing-masing
* Persebaran wilayah dan pengaruh budaya lokal

Seri 4: Pubian Bukuk Jadi dan Mobilitas Adat
* Perkembangan 14 tiyuh di Natar dan Tegineneng
* Adaptasi nilai adat dalam masyarakat urban
* Peran Pubian Bukuk Jadi dalam pelestarian budaya dan tantangan modernitas.

Melalui buku ini, penulis berharap dapat:
1. Memberikan pemahaman yang komprehensif dan historis mengenai pembentukan marga-marga dalam komunitas Pepadun, khususnya Pubian.
2. Menjawab pertanyaan penting:
a. Mengapa Pubian terbagi-bagi?
b. Apa perbedaan mendasarnya?
c. Dimana mereka tersebar saat ini?
3. Menjadi dokumen rujukan yang dapat digunakan oleh pelajar, akademisi, tokoh adat, serta masyarakat umum yang tertarik terhadap sejarah dan adat Lampung.
4. Memperkuat rasa hormat dan tanggung jawab terhadap identitas budaya Lampung dalam pusaran zaman yang terus berubah.

Akhir kata, semoga buku ini dapat menjadi jembatan antara generasi masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam memahami serta menjaga warisan budaya Pubian dalam komunitas Pepadun. (*)

*) Penulis Adalah Saibatin dari Kebandakhan Makhga Way Lima. Gelar Dalom Putekha Jaya Makhga, asal Sukamarga Gedungtataan, Pesawaran. Tinggal di Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Seri Buku: Kuliner Tradisional Lampung.Bebai Maghing dan Kehangatan Silaturahmi.Oleh: Mohammad Medani Bahagianda *)
  • Mimbar Jum’at: Taubat Diterima, Konsekuensi Tetap Berlaku.Tadabbur Surat Al-A’raf Ayat 23–25.Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)
  • Ketua Komisi IV DPRD Lampung Apresiasi Rencana Kereta Api Trans Sumatera, Dorong Percepatan Pembangunan
  • Cermin Retak: Apatisme Anak Negeri
  • LSM Pro Rakyat Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum Internal Pasca OTT Bupati Pemalang: Dugaan Adanya Jaringan Harus Diungkap

Recent Comments

  1. Haseff Sertani Lambar mengenai Tidur Saat Paripurna, Sakit Tanpa Bukti: Teguran Lisan Tak Cukup – Potong Tunjangan Indra Feriza Setahun!
  2. Bahruddin mengenai MUTIARA PAGI : Di Antara Ayat Kursi dan Kursi Dunia. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)
  3. Bahruddin mengenai Mutiara Pagi : Sabar, Shalat dan Khusuk. Kunci Menghadapi Segala Masalah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)
  4. NellyNof mengenai Cermin Retak: Tentang Ibu yang Dimuliakan dan Diabaikan. Oleh : Mukhotib MD *)
  5. ucup mengenai Sabar, Allah Tahu Kamu Mampu. Oleh : Rita Mia Anjani *)

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Juni 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Januari 2024
  • Oktober 2023
  • September 2023

Categories

  • AGENDA DAERAH
  • ARTIKEL
  • BANDAR LAMPUNG
  • BERITA KBNU
  • BERITA UTAMA
  • CANDIMAS
  • EKONOMI DAN UMKM
  • GAYA HIDUP
  • GAYA HIDUP DAN KESEHATAN
  • HIBURAN
  • HIBURAN DAN DUNIA WANITA
  • Humor dan cerita lucu
  • INOVASI DAN TEKNOLOGI LOKAL
  • JATI AGUNG
  • JELAJAH NUSANTARA
  • KHUTBAH JUM'AT
  • Lampung Barat
  • LAMPUNG SELATAN
  • LAMPUNG TENGAH
  • LAMPUNG TIMUR
  • Lampung Utara
  • LAYANAN MASYARAKAT
  • LINGKUNGAN DAN KEBERLANJUTAN
  • Lowongan Pekerjaan
  • MERBAU MATARAM
  • METRO
  • Mimbar Jumat
  • MUTIARA PAGI
  • NASIONAL
  • NATAR
  • OLAH RAGA
  • OPINI MASYARAKAT
  • PEMBANGUNAN DAN INFRASTRUKTUR
  • PEMPROV LAMPUNG
  • PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
  • PESAWARAN
  • PESISIR BARAT
  • PRINGSEWU
  • PROFIL TOKOH DAERAH
  • RIAU – SUMATERA
  • SEPUTAR DIY & JAWA TENGAH
  • SEPUTAR MASJID
  • SOSIAL DAN BUDAYA
  • TANGGAMUS
  • TANJUNG BINTANG
  • TANJUNG SARI
  • TULANG BAWANG
  • Uncategorized
  • WAY KANAN
©2026 Portal Berita Natar Agung | Design: Newspaperly WordPress Theme