KHUTBAH JUMAT ; Tema: Harta yang Tersisa di Sisi-Nya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Khutbah Pertama

الحمد لله… الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعْطَى فَأَجْزَلَ، وَوَعَدَ فَأَوْفَى، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن.

أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَإِنَّهَا وَصِيَّةُ اللهِ لِلْأَوَّلِيْنَ وَالْآخِرِيْنَ،

وَقَدْ قَالَ سُبْحَانَهُ:
(وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ)

“Dan apa saja kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu mendapat pahalanya di sisi Allah.” (QS. Al-Baqarah: 110)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Dalam dunia yang serba cepat ini, kita sering tertipu oleh apa yang kasat mata. Kita hitung saldo tiap pagi, kita simpan emas dalam lemari, kita tumpuk harta demi hari nanti.
Namun kita lupa, bahwa yang benar-benar milik kita bukan yang kita genggam, tapi apa yang kita lepaskan karena Allah.

Bukan emas yang kau simpan rapat di brankas, bukan uang yang menekan dompetmu, bukan rumah besar, bukan kendaraan mewah. Yang benar-benar hartamu adalah yang telah kau infakkan, yang telah kau tanam di ladang akhirat.

Baca Juga :  Kita dan Mengambil Ibrah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Rasulullah saw bersabda:

> “يَقُولُ ابْنُ آدَمَ: مَالِي مَالِي، وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ، أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ، أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ؟”

Yaqūlu ibnu Ādama: mālī mālī, wa hal laka yā ibna Ādama min mālika illā mā akalta fa-afnayta, aw labista fa-ablayta, aw taṣaddaqta fa-amḍayta?

“Anak Adam berkata: ‘Hartaku, hartaku.’ Padahal, wahai anak Adam, tidak ada hartamu kecuali yang telah kau makan lalu habis, yang kau pakai lalu usang, atau yang telah kau sedekahkan maka itulah yang kekal untukmu.”
(HR. Muslim)

Harta yang kau simpan akan berpindah tangan – kepada tukang warung, kepada kasir, pelayan restoran,
atau kepada ahli waris yang tak tahu bagaimana letihmu mendapatkannya.
Namun harta yang tetap bersamamu, adalah sepotong roti yang kau berikan untuk si lapar, selembar rupiah yang meringankan si yatim,
sebuah mushaf yang dibaca oleh anak-anak di surau yang sunyi.

Itulah hartamu,
Itulah sisa yang tak lenyap oleh waktu, yang tak dijarah pencuri, dan tak dikalahkan oleh kematian.

Ma’asyirol Muslimin Jamaah Jumat rahimakumullah

Baca Juga :  KHUTBAH JUM’AT : Muhasabah Akhir Tahun: Memetik Hikmah Perjalanan 2025 dengan Sabar dan Syukur. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Demikianlah khutbah singkat pada hari Jumat yang mulia dan penuh berkah ini. Semoga apa yang telah Khotib sampaikan bisa dijadikan pegangan bagi kita dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia yang fana’ ini. Aamiin ya Rabbal Aalamiin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ _اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Aquluu qaulii hazaa wasytagfirullaha lii walakkum fasytaghfiruu innahu huwal ghofuur rohiim

 

Khutbah Kedua

الحمد لله… نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ.

Ma’asyiral Muslimin yang dimuliakan Allah…

Mari dengarkan panggilan Sang Pemilik Segala Harta, dalam hadits Qudsi:

> “يَا ابْنَ آدَمَ، أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ…”

Yā ibna Ādama, anfiq unfiq ‘alayk.

“Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan berinfak kepadamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan dalam riwayat lain:

> “يا ابن آدم، خَلِّ خَزَائِنِي تَمْتَلِئْ خَزَائِنُكَ”

Yā ibna Ādama, khalli khazā’inī tamtali’ khazā’inuka.

“Wahai anak Adam, kosongkan simpananmu di sisi-Ku, niscaya akan Aku penuhi simpananmu saat engkau paling membutuhkannya.”
Maka jangan tunggu ajal menjemput untuk mulai menanam. Bangun masjid meski hanya satu bata, wakafkan mushaf meski hanya satu halaman, gali sumur walau hanya menyumbang alatnya,
berikan senyum dan sedekah meski hanya recehan.
Karena di sisi Allah,
yang kecil bisa jadi gunung,
yang tampak remeh bisa jadi penyelamatmu dari api neraka.

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT : Kita dan Modal. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron,Lc *)

Rasulullah ﷺ bersabda:

> “مَا نَقَصَ مَالٌ مِنْ صَدَقَةٍ…”

Mā naqaṣa mālun min ṣadaqah.

“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR. Muslim)

Maka jangan takut memberi.
Karena justru dengan memberi, kita sedang menabung keabadian.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِكَ وَيَبْتَغُونَ بِذَٰلِكَ وَجْهَكَ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ.

اللَّهُمَّ طَهِّرْ أَمْوَالَنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَنْفَقْنَا، وَاجْعَلْهُ زَادًا إِلَى الْجَنَّةِ.

عبادَ اللهِ،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى،
وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ،
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ…

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ،
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ،
وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini