nataragung.id – Natar – Betapa banyak manusia yang tertipu oleh kelapangan nikmat. Mereka lupa bahwa nikmat bisa jadi ujian, dan kelimpahan bisa menjadi jebakan.
Tatkala peringatan demi peringatan diabaikan, Allah bukakan pintu-pintu dunia selebar-lebarnya,
hingga mereka merasa aman dalam buaian harta, berbahagia dalam kelezatan yang sementara.
Namun, tiba-tiba datanglah ketentuan yang tak disangka,
datang tanpa salam, menyambar tanpa tanda. Maka hilanglah tawa, berganti dengan nestapa, lenyaplah cahaya wajah, tinggal putus asa.
{ فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةٗ فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ }
Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa. [Surat Al-An’am: 44]
Inilah kelalaian yang paling dahsyat, ketika seorang hamba mengira nikmat itu tanda ridha, padahal ia hanya ditangguhkan dalam kemurkaan.
Dan celakalah orang yang terus-menerus bergelimang dalam dosa, sementara Allah masih memberinya nikmat tanpa ia syukuri, hingga nikmat itu berubah menjadi jerat yang menjerumuskan. (*)
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

