nataragung.id – Natar – Kehidupan dunia ini hanyalah ladang tempat kita menanam. Setiap langkah, setiap ucapan, setiap amal yang kita kerjakan, hakikatnya adalah benih yang kelak akan kita tuai di akhirat. Dunia ini fana, sementara, sedangkan akhirat adalah tempat kekal yang akan menjadi tempat kita mempertanggungjawabkan semua yang telah kita lakukan.
Allah SWT mengingatkan kita dalam Al-Qur’an tentang betapa besar balasan bagi amal kebaikan. Allah berfirman:
مَثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍۢ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍۢ ۗ وَٱللَّهُ يُضَـٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).
Bayangkanlah, satu butir benih saja, jika ditanam dengan niat ikhlas karena Allah, bisa berbuah tujuh ratus kali lipat. Bahkan Allah masih berjanji untuk melipatgandakannya lagi sesuai kehendak-Nya. Betapa luas rahmat Allah, betapa besar kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
Karena itu, jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun. Senyuman yang tulus, seulas doa untuk saudara kita, sepotong roti yang diberikan kepada yang lapar, bahkan menyingkirkan duri dari jalan semuanya adalah benih yang ditanam untuk kehidupan abadi di akhirat.
Rasulullah Saw bersabda:
“اتقوا النار ولو بشق تمرة”
“Lindungilah diri kalian dari api neraka walau hanya dengan (bersedekah) sepotong kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini memberi isyarat kepada kita, bahwa kebaikan sekecil apapun tetap bernilai di sisi Allah. Karena bukan besarnya pemberian yang utama, melainkan ketulusan hati ketika memberi.
Setiap kita sedang menanam. Ada yang menanam kebaikan, ada pula yang menanam keburukan. Dan setiap orang akan menuai hasil dari apa yang ditanam. Allah SWT berfirman:
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ (٧) وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ (٨)
“Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7-8).
Maka, janganlah kita tertipu dengan kesibukan dunia yang fana. Mari kita jadikan dunia sebagai ladang, tempat kita menanam amal saleh, yang kelak akan kita panen di hari akhir dengan penuh kebahagiaan.
Tanamlah kebaikan, walau tampak kecil. Siramilah dengan keikhlasan, dan jagalah dengan kesabaran. Insya Allah, setiap butir amal itu akan tumbuh subur dan Allah akan memberikan panen pahala yang berlipat ganda di surga-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa semangat dalam menanam amal kebaikan, ikhlas dalam beribadah, dan sabar dalam menanti panen pahala di akhirat. (51)
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

