MUTIARA PAGI : Kasih Sayang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bagi Umatnya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah sosok agung yang memiliki sifat yang sangat mulia.

{ لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ }

Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman. [Surat At-Taubah: 128]

Ayat ini adalah potret keagungan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, yang Allah gambarkan sebagai rahmat terbesar bagi manusia. Beliau bukan sekadar utusan, melainkan sosok yang lahir dari tengah-tengah kaumnya sendiri, memahami bahasa, budaya, dan jeritan hati mereka.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kata Baik yang Menghidupkan Jiwa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Betapa berat bagi beliau melihat umatnya berada dalam kesulitan. Penderitaan mereka menjadi luka di hatinya, kesesatan mereka menjadi kegelisahan dalam jiwanya. Ia bukan hanya menyampaikan risalah, tetapi juga memikul beban perasaan kasih sayang yang mendalam terhadap setiap insan.

Sifat beliau begitu luhur: penuh keinginan agar manusia selamat, penuh kerinduan agar mereka mendapat cahaya petunjuk. Kepada orang-orang beriman, beliau adalah ra’ûf (penyantun yang lembut) dan rahîm (penyayang yang penuh kasih). Bahkan doa-doanya sering kali bukan untuk dirinya, melainkan untuk keselamatan umatnya.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Ridha dengan Takdir, Kunci Ketenangan Hati. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ayat ini seakan berbisik kepada hati kita: bila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam begitu peduli, begitu cinta, begitu resah akan nasib kita, maka tidakkah kita layak menaruh cinta, kerinduan, dan kesetiaan yang dalam kepada beliau? Tidakkah hati ini seharusnya malu jika lalai dari sunnah dan ajarannya?

Karena sesungguhnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak hanya datang membawa risalah, tetapi juga membawa dirinya sendiri—jiwa yang penuh kasih, hati yang penuh cinta, dan pengorbanan yang tak terhitung demi umatnya. (61).
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  Ramadhan Mubarak (25) : Menguatkan Ukhuwah di Bulan Penuh Rahmat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini