MUTIARA PAGI : Rezeki Sudah Tertakar dan Tidak Akan Tertukar. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Saudaraku,
Ketahuilah bahwa rezeki kita sudah tertakar dan tidak akan tertukar.

Allah Subḥanahu wata’ala telah menetapkannya jauh sebelum kita lahir, bahkan sejak kita masih dalam rahim ibu dan seseorang tidak akan meninggal kecuali semu rezeki yang dituliskan untuknya sdh sempurna diberikan

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ رُوحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رُوعِي أَنَّهُ لَنْ تَمُوتَ نَفْسٌ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقَهَا

“Sesungguhnya Ruhul Qudus (Jibril) membisikkan ke dalam hatiku bahwa tidak ada satu jiwa pun yang akan mati sebelum sempurna rezekinya.” (HR. Ibnu Majah)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Menjaga Nilai Diri dengan Tenang. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka janganlah hati kita sempit ketika melihat saudara kita laris dagangannya, sementara dagangan kita tampak sepi.

Sesungguhnya, apa yang Allah tetapkan tidak mungkin bergeser, tidak mungkin keliru alamat. Rezeki tidak akan nyasar, sebagaimana maut tidak akan terlambat.

Apabila engkau melihat seseorang berusaha di jalan yang sama denganmu yaitu, menjual dagangan yang serupa, membuka usaha yang mirip.

Maka janganlah engkau merasa tersaingi. Justru dukunglah dia, doakan keberkahannya, dan kuatkan hatinya.

Karena boleh jadi, dengan setiap keringat yang ia teteskan dalam kerja kerasnya, engkau mendapat bagian pahala. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Keragaman Metode Dakwah adalah Jalan Para Nabi. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

مَن دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)

Bayangkanlah, bila engkau menjadi sebab semangatnya bangkit, engkau ikut berbagi senyum dalam hidupnya, maka pahala itu mengalir kepadamu, meski engkau tak lagi menggerakkan tanganmu di lapakmu.

Maka lihatlah, ternyata memberi dukungan bisa lebih berharga daripada sekadar menjual barang. Karena keuntungan dagang bisa habis di dunia, tetapi keuntungan pahala akan kekal hingga akhirat.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kita dan Berteman. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Jangan takut rezekimu berkurang karena orang lain sukses. Sesungguhnya keberkahan tidak diukur oleh banyaknya angka, tapi oleh tenangnya hati, sehatnya tubuh, dan lapangnya jiwa. (75).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini