MUTIARA PAGI : Keragaman Metode Dakwah adalah Jalan Para Nabi. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Keragaman cara dalam berdakwah kepada kebenaran merupakan manhaj yang ditempuh oleh para nabi dan rasul. Mereka tidak terpaku pada satu metode, tetapi menyesuaikan pendekatan dengan kondisi, waktu, dan keadaan umat yang dihadapi. Hal ini tampak jelas dalam kisah dakwah Nabi Nuh alaihis salam.

Nabi Nuh mengadu kepada Allah tentang kesungguhannya dalam menyampaikan risalah, sebagaimana firman Allah Ta‘ala:

قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلًا وَنَهَارًا

“Dia (Nuh) berkata: ‘Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam.’” (QS. Nūḥ: 5)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Tekad dan Jalan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ayat ini menunjukkan keistiqamahan Nabi Nuh dalam berdakwah. Beliau tidak membatasi dakwah pada waktu tertentu, tetapi terus mengajak kaumnya kepada kebenaran, baik di waktu siang maupun malam, tanpa lelah dan tanpa putus asa.

Lebih lanjut, Nabi Nuh menjelaskan variasi metode dakwah yang beliau gunakan:

ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا ۝ ثُمَّ إِنِّي أَعْلَنتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا

“Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka dengan terang-terangan, kemudian aku menyampaikan kepada mereka secara terbuka dan juga secara sembunyi-sembunyi.” (QS. Nūḥ: 8–9)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Belajar Tenang dari Tawakkal. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Dalam ayat ini terlihat jelas bahwa Nabi Nuh menggunakan berbagai pendekatan: dakwah secara terbuka di hadapan orang banyak, dan dakwah secara personal dengan penuh kelembutan. Semua cara itu beliau tempuh agar kebenaran dapat diterima dan tidak ada alasan bagi kaumnya untuk menolak ajakan kepada tauhid.

Narasi ini menegaskan bahwa dakwah bukan sekadar menyampaikan kebenaran, tetapi juga tentang hikmah dalam memilih cara. Keragaman metode dakwah adalah sunnah para nabi, dan menjadi pelajaran penting bagi setiap pendakwah agar bijak, sabar, dan tidak mudah berputus asa dalam mengajak manusia menuju jalan Allah.(KIS/163).
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Allah Tidak Menghendaki Azab, Tetapi Syukur dan Iman. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini