Satu Abad NU, Puluhan Lembaga Pendidikan Lakukan Karnaval ‘Ijo Royo-Royokan’ Sidomulyo

0

nataragung.id – Sidomulyo – Semarak peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-100 Masehi di Kecamatan Sidomulyo terus berlanjut. Usai digetarkan dengan gema 50 grup hadroh, jalanan protokol Sidomulyo kini berubah menjadi “Ijo Royo-Royo” melalui gelaran pawai karnaval yang diikuti oleh puluhan lembaga pendidikan, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan ini melibatkan lebih dari 20 lembaga yang terdiri dari TPA, TPQ, hingga Pondok Pesantren se-Kecamatan Sidomulyo. Tak hanya para santri, pawai ini juga diramaikan oleh iring-iringan kendaraan wali santri serta jajaran pengurus Badan Otonom (Banom) NU yang berbaris rapi mengikuti rute yang telah ditentukan.

Prosesi pelepasan (flag-off) peserta pawai dilakukan secara simbolis di halaman belakang Kantor MWC NU Sidomulyo. Pemilihan titik pelepasan di bagian belakang kantor ini dilakukan secara sengaja agar mobilisasi massa dan kendaraan peserta tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalan raya depan kantor.

Baca Juga :  Lembaga Falakiyah PBNU: 1 Syawal 1447 H Sabtu 21 Maret

Ketua MWCNU Sidomulyo, Ust. Giyarno, melepas peserta dengan mengangkat bendera NU, didampingi jajaran Syuriyah yang mengangkat bendera Merah Putih sebagai simbol tegaknya komitmen kebangsaan dan keagamaan.

Dalam sambutannya, Ust. Giyarno menekankan bahwa kehadiran para santri dalam pawai ini adalah cerminan masa depan NU di abad kedua. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pawai ini dilepas. Harapannya, generasi santri ini kelak menjadi benteng ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di masa depan,” tegas beliau sebelum mengangkat bendera start.

Baca Juga :  Menghapus Jarak, Merawat Marwah Jam’iyyah. Oleh: Edi Sriyanto *)

Kelancaran arus lalu lintas dan ketertiban barisan sepanjang rute mulai dari Lapangan Sidorejo hingga melintasi Pasar Sidomulyo menjadi prioritas utama. Personil Banser disiagakan penuh, baik yang berjaga di titik pusat Kantor MWCNU maupun yang melakukan pengawalan bergerak (mobile).

Menariknya, Sekretaris MWCNU Sidomulyo, Irfan Prasetya, menunjukkan dedikasi tinggi dengan turun langsung ke jalan. Mengendarai kendaraan roda dua, ia memimpin koordinasi personil Banser di sepanjang rute untuk memastikan barisan mobil dan motor peserta tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan umum.

Hadirnya seluruh pucuk pimpinan PAC Banom, mulai dari GP Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, hingga IPNU-IPPNU Sidomulyo beserta jajarannya, mempertegas soliditas struktural yang kuat dalam menyambut satu abad masehi ini. Pawai ini menjadi bukti nyata bahwa NU di Sidomulyo memiliki basis kaderisasi yang mengakar kuat di tingkat TPA dan Pesantren.

Baca Juga :  Menanti Musim Buah di Balik Rimbunnya Daun. Oleh: Edi Sriyanto *)

Rangkaian Harlah NU ke-100 Masehi di Sidomulyo ini dijadwalkan akan mencapai puncaknya pada malam nanti melalui agenda Istighosah dan Doa Bersama yang akan dihadiri oleh para Kyai sepuh dan ribuan jamaah warga Nahdliyyin. **

Editor : Edi Sriyanto.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini