MIMBAR JUM’AT : Hidup yang Terkunci Oleh Ketakutan. Penulis : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Kehidupan dimulai ketika rasa takut berakhir. Sebab selama hati masih terbelenggu oleh kekhawatiran, langkah tak pernah benar-benar menapak bumi.

Rasa takut tidak pernah mampu menolak takdir, tidak dapat mencegah kematian, namun sering kali ia sukses mencegah kehidupan.

Betapa banyak peluang yang gugur sebelum dicoba, betapa banyak impian yang terkubur sebelum tumbuh, hanya karena manusia mengira bayang-bayang adalah kenyataan.

Padahal Allah tidak memerintahkan kita untuk takut pada masa depan, tapi untuk percaya kepada-Nya.

Baca Juga :  KHUTBAH JUM’AT : Rajab, Isra’ Mi‘raj, dan Mengapa Kita Harus Menjaga Shalat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Bukankah burung yang kecil saja berani terbang tanpa tahu di mana rezekinya akan hinggap?

Bukankah Musa berani melangkah ke laut, padahal matanya belum melihat jalan?

Dan bukankah Ibrahim menatap langit tanpa gentar saat api menyala di hadapannya?

Rasa takut memang manusiawi, tapi membiarkan diri dikendalikan olehnya adalah penjajahan jiwa.

Hidup bukan tentang menunggu semuanya aman, tapi tentang berjalan bersama Allah meski jalan terlihat samar.

Baca Juga :  KHUTBAH JUM'AT - Saat Usia 40 Tahun : Panggilan Untuk Kembali. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Suatu saat kita akan meninggalkan dunia ini, entah dengan rasa takut ataupun keberanian.

Maka pilihlah untuk hidup dengan iman, sebab kematian hanya terjadi sekali, tapi hidup bisa terasa mati berkali-kali jika dikuasai ketakutan.

Berserah bukan berarti pasrah,
percaya bukan berarti berhenti berusaha. Namun ketika hati bertawakkal, langkah menjadi ringan, doa menjadi sayap, dan hidup kembali terasa indah.

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT : Istiqamah Jalan Selamat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Hapuskan takut yang tidak mengantarkanmu kepada Allah. Bangkitkan harapan, kuatkan tekad, karena hidup baru benar-benar dimulai
ketika kita berhenti takut menjalani takdir yang Allah tulis. (**)

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini