MUTIARA PAGI : Jangan Sekali-kali Masuk ke Masalah yang Tak Engkau Pahami Jalan Keluarnya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Ada kebijaksanaan besar dalam nasihat ini. Banyak luka hidup bukan karena takdir yang berat, melainkan karena keberanian yang salah tempat: berani melangkah tanpa ilmu, berani memutuskan tanpa pertimbangan, dan berani masuk ke persoalan yang sejak awal tidak dipahami arah dan akhirnya. Islam tidak mengajarkan sikap nekat, tetapi kehati-hatian yang dibimbing oleh ilmu dan hikmah.

Allah Subḥanahu wata’ala mengingatkan agar seorang hamba tidak berjalan di atas jalan yang gelap tanpa cahaya pengetahuan:

> وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Nilai Sebuah Kesehatan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isrā’: 36)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap langkah tanpa ilmu akan dimintai hisab. Masuk ke dalam persoalan, baik urusan agama, muamalah, perasaan, maupun keputusan hidup—tanpa memahami konsekuensinya, seringkali berakhir dengan penyesalan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga memberikan peringatan keras tentang bahaya bertindak tanpa ilmu:

> مَنْ أُفْتِيَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ إِثْمُهُ عَلَى مَنْ أَفْتَاهُ

“Barang siapa memberi fatwa tanpa ilmu, maka dosanya ditanggung oleh orang yang memberi fatwa tersebut.” (HR. Abu Dāwud)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Janji yang Menjaga Hati. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Hadits ini menunjukkan bahwa berbicara dan bertindak tanpa ilmu bukan hanya kesalahan pribadi, tetapi bisa menjerumuskan diri dan orang lain. Maka bagaimana mungkin seseorang masuk ke masalah besar, sementara jalan keluarnya sendiri tidak ia pahami?

Islam mengajarkan untuk berhenti, bertanya, dan mencari petunjuk sebelum melangkah. Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

> فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang memiliki pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Naḥl: 43)

Sikap bijak seorang mukmin bukanlah selalu maju, tetapi tahu kapan harus menahan diri. Bukan setiap peluang harus diambil, dan bukan setiap masalah harus dimasuki. Karena keselamatan seringkali terletak pada kemampuan berkata, “Aku belum tahu,” lalu mencari ilmu sebelum melangkah.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kadang Keterbatasan Menyelamatkan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Karenanya, jangan biarkan keberanian mengalahkan kebijaksanaan. Jangan masuk ke lorong masalah tanpa peta dan cahaya. Sebab dalam Islam, langkah yang paling selamat adalah langkah yang dipandu oleh ilmu, doa, dan tawakkal kepada Allah Subḥanahu wata’ala.
(KIS/132).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini