nataragung.id – Pemanggilan – Hubungan seorang hamba dengan Allah tidak dibangun secara tiba-tiba ketika musibah datang, tetapi dipupuk dan dikuatkan sejak hari-hari lapang.
Siapa yang menjaga ketaatan, dzikir, dan ketundukan kepada Allah dalam kelapangan, akan merasakan buahnya ketika ujian menghimpit.
Di saat manusia lain diliputi kepanikan, hatinya justru tenang karena yakin: Allah tidak pernah meninggalkannya.
Keyakinan inilah yang tampak jelas pada Nabi Musa ‘alaihis salam. Ketika di depan terbentang laut, sementara di belakang pasukan Fir‘aun mengejar dengan penuh ancaman, Bani Israil berkata:
قَالُوا إِنَّا لَمُدْرَكُونَ
“Mereka berkata, ‘Kita pasti akan tertangkap.’” (QS. Asy-Syu‘arā’: 61)
Namun Nabi Musa, dengan iman yang telah terasah oleh kebersamaan dengan Allah sejak lama, menjawab dengan penuh keyakinan:
قَالَ كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ
“Dia (Musa) berkata, ‘Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku.’” (QS. Asy-Syu‘arā’: 62)
Kebersamaan (ma‘iyyah) Allah ini bukan sekadar kebersamaan umum, tetapi kebersamaan khusus yang berisi pertolongan, penjagaan, dan petunjuk bagi hamba-hamba yang beriman dan bertakwa. Allah Ta‘ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An-Naḥl: 128)
Dalam ayat lain Allah meneguhkan hati orang-orang beriman agar tidak takut menghadapi kesulitan:
لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At-Taubah: 40)
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga menegaskan prinsip agung ini dalam sebuah hadits yang sarat makna. Beliau bersabda:
احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ
“Jagalah (hak-hak) Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah (hak-hak) Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Dia akan mengenalimu di waktu sempit.” (HR. At-Tirmidzi)
Hadits ini menjadi kunci utama dalam kehidupan seorang mukmin. Siapa yang mengenal Allah melalui ketaatan di saat sehat, cukup, dan tenang, maka Allah akan menolongnya di saat sakit, sempit, dan genting.
Karena itu, jangan menunggu badai untuk mendekat kepada Allah. Bangunlah hubungan yang kuat dengan-Nya sejak hari ini, agar ketika ujian datang, hati tetap kokoh dan lisan mampu berkata dengan yakin: “Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia pasti akan memberi petunjuk.”
(KIS/141).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

