Jaga Marwah Jam’iyyah, Syuriyah PCNU se-Lampung Perkuat Konsolidasi di Tanggamus

0

nataragung.id – Tanggamus – Jajaran Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Provinsi Lampung menggelar pertemuan silaturahmi triwulanan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al Falah, Pekon Sumber Mulya, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (10/1/2026). Selain koordinasi organisasi, acara ini menjadi istimewa dengan adanya pengijazahan Istighotsah Al-Hasyimiyah.

Pertemuan rutin yang dihadiri Rais dan Katib Syuriyah dari 14 Kabupaten/Kota ini diawali dengan pembacaan Istighotsah Al-Hasyimiyah secara berjamaah. Puncaknya, dilakukan pengijazahan istighotsah tersebut secara langsung kepada jajaran MWCNU, Pengurus Ranting, serta Badan Otonom (Banom) NU yang hadir, sebagai upaya memperkuat benteng ruhaniyah kader di akar rumput.

Baca Juga :  Setahun Saleh–Agus Pimpin Tanggamus, LSM PRO RAKYAT Jalan Lurus Harus Dibuktikan, Bukan Sekadar Slogan

Tuan rumah acara, Gus Badi, menyampaikan rasa takzim dan syukurnya atas kehadiran para kiai. “Kami memohon doa, semoga kehadiran panjenengan semua menjadi keberkahan bagi keluarga besar Ponpes Al Falah dan masyarakat,” tuturnya.

Rais Syuriyah PWNU Lampung, dalam pengarahannya menekankan pentingnya tradisi saling mendoakan di lingkungan internal NU, terutama mendoakan para pemimpin agar diberikan kekuatan lahir batin. Beliau mengutip wasiat Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari tentang janji pengakuan santri bagi siapa saja yang mau mengurusi NU.

Sementara itu, dalam sesi Mauidzah Hasanah, Rais Syuriyah PCNU Lampung Timur, KH Kholiq Amrullah (Gus Kholiq), menyampaikan pesan bernas meski dalam durasi yang ringkas. Ia mengingatkan bahwa ketaqwaan harus dibarengi dengan ikhtiar nyata dan kedisiplinan berorganisasi.

Baca Juga :  Atlet Perbakin Lampung Selatan Borong Juara di Kajari Tanggamus Open Championship 2026, Alfa Ma’ruf Alhafizh Raih Tiga Podium

Gus Kholiq menekankan empat poin penting dalam mengurusi jam’iyyah:

1. Paham AD/ART: Memahami aturan dasar dan rumah tangga organisasi sebagai kompas dalam ber-NU.

2. Kepedulian Tinggi: Mengabdi tidak cukup dengan ilmu, namun harus dilandasi rasa peduli (sense of belonging) yang besar.

3. Kolektif Kolegial: Menyadari bahwa NU adalah kerja besar berjamaah, bukan urusan perorangan.

Baca Juga :  SPAM Tanggamus 2022 Dilaporkan, LSM PRO RAKYAT Desak Kejaksaan Jangan Main-Main, “Jika Kejari Tak Sanggup, Lebih Baik Pindah!”

4. Istiqomah: Menjaga semangat agar tidak fluktuatif.

“Jangan semangat hanya sesaat saat dilantik. Jangan seperti kerupuk, yang kena angin sedikit langsung melempem,” pungkas Gus Kholiq yang disambut antusias oleh para jamaah.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Syuriyah guna merumuskan langkah-langkah strategis keumatan di Provinsi Lampung. Agenda ini ditutup dengan doa barakah yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Lampung Tengah, KH Nur Daim. **

Editor : Edi Sriyanto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini