Sampaikan Mauidzah di Sidoharjo, Kiai Aziz Ajak Muslimat NU Jadikan Masjid Pusat Peradaban

0

nataragung.id – Way Panji – Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan sukses menggelar rutinan Pengajian Sabtu Pahing yang berlangsung khidmat pada Sabtu (10/12/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi sarana penguatan ideologi, tetapi juga ajang konsolidasi warga dalam menghadapi isu kesehatan lingkungan.

Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Way Panji, Penasihat Muslimat NU Way Panji, Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Fraksi PKB H. Sutaji Abdullah, Kepala Desa Sidoharjo Marjana, serta para pimpinan Muslimat NU dari tingkat PAC hingga Ranting Sidoarjo dan PAC Muslimat NU Sidomulyo.

Mengawali rangkaian sambutan, Ketua PR Muslimat NU Sidoharjo, Umi Kulsum, memaparkan langkah strategis organisasi untuk beberapa bulan ke depan. Beliau menekankan pentingnya keteraturan dalam menjalankan syiar dakwah melalui jadwal rutinan Sabtu Pahing yang telah tersusun rapi.

Baca Juga :  Ikhtiar Gizi Pesantren, RMI PCNU Lamsel Salurkan 19.500 Butir Telur untuk MWC NU Katibung

“Perencanaan yang matang adalah kunci agar kemanfaatan organisasi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh jamaah,” ungkap Umi Kulsum di hadapan ratusan jamaah yang memadati lokasi pengajian.

Senada dengan semangat kemaslahatan, Kepala Desa Sidoharjo, Marjana, dalam sambutannya memberikan pesan yang sangat membumi. Ia mengajak jamaah Muslimat untuk proaktif dalam gerakan “Selamatkan Masjid”, baik dari sisi keramaian jamaah maupun kebersihan fisiknya.

Terkait kondisi kesehatan masyarakat, Marjana juga menyoroti maraknya ancaman nyamuk Demam Berdarah (DBD). Ia mengimbau para ibu Muslimat untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kesalehan kita harus tampak dalam kebersihan lingkungan. Mari kita jaga rumah dan masjid kita agar tetap bersih dan sehat,” tegasnya.

Baca Juga :  Didukung 50 Kiyai, Gus Yahya Kekeh Tak Mau Mundur. Oleh : Rosadi Jamani *)

Puncak acara diisi dengan Mauidzah Hasanah oleh Kiai Abdul Aziz Attarmasi, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jati Agung. Selaras dengan pesan Kades, Kiai Aziz membedah jati diri Ke-NU-an dari sisi amaliyah nyata, yakni menghidupkan masjid melalui shalat berjamaah.

Beliau menegaskan bahwa identitas Nahdliyin harus dibuktikan dengan kedekatan terhadap rumah Allah. “Ber-NU itu berarti menghidupkan tradisi ulama, dan puncaknya adalah istiqamah shalat berjamaah. Jangan biarkan masjid megah hanya menjadi hiasan, tapi harus kita makmurkan,” pesan Kiai Aziz.

Ketua PR Muslimat NU Sidoharjo Umi Kulsum, pada kesempatan tersebut juga memaparkan program strategis berupa jadwal rutinan ngaji Sabtu Pahing untuk beberapa bulan ke depan. Hal ini menunjukkan soliditas struktural Muslimat NU di tingkat ranting dalam menjaga kesinambungan dakwah.

Baca Juga :  Menanti Musim Buah di Balik Rimbunnya Daun. Oleh: Edi Sriyanto *)

Sebagai bentuk kepedulian nyata, acara juga diisi dengan santunan anak yatim. Kehadiran H. Sutaji Abdullah dari PKB bersama jajaran pengurus NU dari tingkat PC hingga PAC semakin memperkokoh sinergi antara jalur kultural dan struktural dalam melayani umat.

Acara yang juga diwarnai dengan aksi sosial santunan anak yatim ini ditutup dengan doa bersama. Kehadiran para tokoh struktural NU dan representasi legislatif menunjukkan harmoni yang kuat dalam melayani umat di tingkat akar rumput. **

Editor : Edi Sriyanto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini