nataragung.id – Kalianda – Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lampung Selatan melakukan kunjungan audiensi resmi ke Kantor Bupati Lampung Selatan pada Rabu (14/1/2026).
Kehadiran jajaran pejuang pesantren ini diterima langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di ruang kerjanya dengan suasana yang penuh kehangatan namun tetap formal.
Pertemuan strategis yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB ini menjadi momentum penguatan sinergi antara entitas pesantren (kultural) dan pemerintah daerah (struktural).
Ketua RMI PCNU Lampung Selatan, Gus Roby Gunawan, dalam pemaparannya menyampaikan tiga program unggulan yang menjadi fokus khidmahnya tahun ini. Pertama, akselerasi legalitas pesantren dan TPQ guna memastikan setiap lembaga pendidikan di bawah naungan NU memiliki payung hukum yang kuat.
Kedua, komitmen RMI dalam membantu pemerintah meminimalisir angka stunting melalui distribusi CSR telur secara berkelanjutan. Ketiga, penguatan sektor pemberdayaan ekonomi pesantren sebagai pilar kemandirian lembaga. Tak hanya itu, Gus Roby juga membocorkan target besar RMI di tahun 2026, yakni penyelenggaraan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat kabupaten sebagai perhelatan akbar menyambut Hari Santri 2026.
Merespons paparan tersebut, Bupati Radityo Egi Pratama menyatakan apresiasi mendalam dan dukungan penuh terhadap langkah-langkah konkret RMI, terutama pada aspek pemberdayaan ekonomi. Beliau menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten untuk bersinergi aktif guna memastikan program-program tersebut dapat terakselerasi dengan baik di lapangan.
Audiensi ini juga menjadi ruang bagi RMI untuk menyuarakan aspirasi menyuarakan aspirasi strategis terkait masa depan hukum pesantren di Lampung Selatan. RMI secara tegas mendorong Bupati agar segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Pesantren sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam memuliakan dan melindungi ekosistem pesantren secara struktural.
Gus Roby berharap agar seluruh pimpinan pesantren di Lampung Selatan dapat menyambut baik peluang sinergi ini, terutama dalam sektor ekonomi, agar pesantren tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan tetapi bertransformasi menjadi subjek aktif penggerak ekonomi daerah.
Turut hadir mendampingi Gus Roby dalam pertemuan tersebut antara lain Gus Nasihudin (perwakilan RMI PWNU Lampung), Gus Budi, Kyai Ahmad Abdulloh, dan Ustadz Ilyas selaku Wakil Ketua RMI PCNU Lamsel. Sementara dari pihak birokrasi, Bupati didampingi oleh Dr. Firmansyah selaku Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Lampung Selatan. **
Editor : Edi Sriyanto

