Satu Abad NU, Ribuan Kader Penggerak Lampung Selatan ‘Laku Tirakat’ di Masjid Safinatunnajah

0

nataragung.id – Kalianda – Puncak peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Silaturahmi Daerah (Silatda) V Kader Penggerak NU Lampung Selatan di halaman Masjid Safinatunnajah, Kalianda, Ahad (25/1/2026), menjadi potret nyata militansi warga Nahdliyin. Ribuan kader tidak hanya hadir sebagai audiens, melainkan sebagai peziarah spiritual yang merawat organisasi dengan jalan tirakat.

Antusiasme kader melampaui jadwal resmi. Meski rangkaian spiritual baru dimulai tepat pukul 00.00 WIB, arus kedatangan Kader Penggerak dari berbagai MWCNU dan Ranting sudah nampak memadati kompleks PCNU Lampung Selatan sejak bakda Maghrib. Mereka datang lebih awal, membawa semangat pengabdian yang tak luntur oleh dinginnya malam.

Suasana khidmat memuncak saat Qiyamul Lail dan Istighotsah Al-Hasyimiyah dipimpin oleh Kyai Abdul Azi At-Tarmasi. Hadir mengawal jalannya ruhaniyah tersebut jajaran Syuriyah PCNU Lampung Selatan, di antaranya Katib PCNU Hi. Nur Mahfudz dan jajaran Syuriyah lainnya. Momentum ini menjadi sarana muhasabah massal atas perjalanan satu abad jam’iyah.

Baca Juga :  LBH Mahasiswa Indonesia Resmi Resmi Terdaftar dan Siap Mengabdi Untuk Masyarakat

Di luar area utama, kedisiplinan organisasi terlihat jelas. Personel Banser NU bersiaga penuh sejak malam hari untuk memastikan kelancaran jamaah, berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan guna menjamin kenyamanan publik di sekitar Kalianda. Memasuki pagi hari, suasana semakin ramai dengan kehadiran pedagang asongan yang mulai memadati sekitar lokasi acara puncak.

Baca Juga :  Perda Pesantren Jadi Bahasan Krusial dalam Audiensi RMI PCNU Lamsel Bersama Bupati

Sebagai simbol syukur satu abad, dilakukan prosesi penyerahan tumpeng dari Rais Syuriyah PCNU Lampung Selatan Kiai Ishomudin kepada Ketua Tanfidziyah. Secara filosofis, tumpeng yang mengerucut ke atas adalah simbol tauhid pengakuan bahwa segala daya upaya bermuara pada Allah SWT. Sinergi ini menegaskan bahwa langkah organisasi (Tanfidziyah) selalu berpijak pada restu dan garis ideologi para ulama (Syuriyah).

Ketua PCNU Lampung Selatan, H. Abdul Haris, S.Ag., M.HI., menegaskan bahwa eksistensi NU selama satu abad adalah anugerah sekaligus amanah.

“Kekuatan NU itu terletak pada konsistensi khidmah dan keterhubungan batin antara ulama, pengurus, dan warga. Setelah Silatda V ini, para kader diharapkan semakin meningkatkan kiprahnya di tengah masyarakat. Tugas utama kita adalah memuliakan ulama dan melayani warga NU dengan sepenuh hati,” tegas Abdul Haris.

Baca Juga :  Validasi Global Ditengah Resistensi Lokal : Membaca Paradoks Digitalisasi NU. Oleh: Edi Sriyanto *)

Meski tidak dapat hadir secara fisik karena sedang berada di Jepang, Bupati Lampung Selatan, H. Radityo Egi Pratama, S.T., M.B.A., menyampaikan apresiasinya melalui sambungan telepon. Bupati Egi mengucapkan selamat atas usia satu abad NU dan kesuksesan Silatda V. Beliau menyampaikan harapan agar spirit satu abad NU ini dapat terus bersinergi dengan program pembangunan di Lampung Selatan. <>

Editor : Edi Sriyanto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini