nataragung.id – Pekanbaru – Sebuah kebanggaan bagi Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), khususnya Kecamatan Tempuling, Desa Mumpa. Bagas Surya Pratama, atau akrab disapa Bagas, siswa dari SMAN 1 Tempuling, telah berhasil melaju hingga babak Grand Final ajang Duta Remaja Riau 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat.
Sebagai perwakilan dari daerahnya, Bagas mewakili semangat muda Riau yang penuh dedikasi dan potensi. Perjalanan yang ditempuhnya dari tingkat kabupaten hingga provinsi menjadi bukti bahwa bakat dan kemampuan tidak mengenal batasan lokasi, bahkan dari pelosok daerah dapat bersinar di panggung yang lebih luas.
Partisipasi Bagas dalam ajang ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi teman-teman sebayanya di SMAN 1 Tempuling dan seluruh pemuda di Kabupaten Inhil untuk terus mengembangkan diri dan berani menunjukkan kemampuan mereka di berbagai platform. Malam Grand Final diharapkan akan menjadi momen emas bagi Bagas untuk menyampaikan gagasan dan visi muda tentang pembangunan daerah dan Provinsi Riau ke depan.
Tak bisa dipungkiri, jalan menuju grand final bukanlah jalan yang mulus. Ada saat-saat dimana rasa ragu hampir menggoyahkan tekadnya, namun dukungan dari sekitar selalu menjadi sumber kekuatan. “Yang menjadi motivasi utama saya adalah keluarga, guru-guru di sekolah saya, dan seluruh masyarakat Tempuling yang selalu memberikan dukungan tak henti-hentinya,” cerita Bagas sambil menatap jauh ke arah barat, seolah merindukan tanah kelahirannya. “Saya ingin membuktikan bahwa meskipun berasal dari desa, kita memiliki potensi yang sama besarnya dengan pemuda dari kota.”
Ia ingin semua pemuda di pelosok Riau bisa melihatnya sebagai bukti bahwa batasan tempat tinggal bukanlah penghalang. “Jangan pernah meremehkan diri sendiri karena asal usul tempat tinggal,” ujarnya dengan nada yang penuh semangat, seolah berbicara langsung kepada setiap pemuda yang mendengar. “Setiap tempat memiliki keunikan dan kekuatan sendiri yang bisa kita jadikan modal untuk bersinar. Jadikan batasan geografis bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai daya dorong untuk menunjukkan bahwa kita juga punya kontribusi penting bagi daerah dan provinsi.”
Apa pun hasilnya nanti, saya akan bangga karena telah memberikan yang terbaik untuk daerah saya,” pungkasnya dengan suara yang mantap. “Duta Remaja bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang bagaimana kita bisa menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitar. Mari kita bersama-sama bangun Riau yang lebih baik melalui semangat pemuda yang kreatif, inovatif, dan penuh cinta tanah air.” <>
Kontributor : Riszuan – Riau.

