MUTIARA PAGI : Marhaban Ya Ramadhan – 5 Cara Menyambut Syahru Shiyam Agar Mencapai Taqwa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Marhaban ya Ramadhan…
Selamat datang wahai bulan penuh ampunan.
Selamat datang wahai syahru shiyam, bulan yang di dalamnya jiwa-jiwa ditempa dan hati-hati dibersihkan. Allah Subḥanahu wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuan Ramadhan jelas: taqwa. Maka bagaimana cara menyambutnya agar benar-benar mengantarkan kita kepada derajat itu?

Berikut lima langkah yang perlu kita persiapkan:
Pertama, Taubat yang Sungguh-Sungguh (Taubatan Nasuha)

Ramadhan adalah bulan penyucian. Hati yang penuh noda sulit menerima cahaya. Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Taubat dan Syaratnya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Sambut Ramadhan dengan istighfar, dengan menyesali dosa, dengan tekad meninggalkan maksiat. Jangan biarkan kita memasuki bulan suci dalam keadaan masih menggenggam kebiasaan dosa.

Kedua, Meluruskan Niat dan Memperbarui Tekad

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi ibadah yang penuh keikhlasan. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

Niatkan Ramadhan tahun ini sebagai momentum hijrah. Jangan hanya ingin “sekadar berpuasa”, tetapi ingin berubah menjadi lebih bertaqwa.

Ketiga, Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an

Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Didikan Lembut di Balik Ujian. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Hubungkan diri kita dengan Al-Qur’an: membaca, memahami, mentadabburi, dan mengamalkannya. Taqwa tumbuh dari interaksi yang hidup dengan kalam Allah.

Keempat, Menjaga Lisan dan Akhlak

Puasa adalah madrasah pengendalian diri. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلا يَرْفُثْ وَلا يَجْهَلْ

“Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berbuat bodoh.” (HR. Muhammad al-Bukhari)

Taqwa bukan hanya di perut, tetapi di lisan, di mata, di hati. Ramadhan mengajarkan kita menahan diri dari yang haram dan bahkan dari yang halal demi Allah.

Kelima, Memperbanyak Doa dan Amal Shalih

Ramadhan adalah musim kebaikan. Setiap amal dilipatgandakan.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah manusia paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika Ramadhan (HR. Muhammad al-Bukhari).

Perbanyak sedekah, qiyamul lail, dzikir, dan doa. Mintalah kepada Allah agar kita benar-benar mencapai derajat taqwa, bukan hanya menyelesaikan 30 hari puasa.
Penutup

Baca Juga :  Ramadhan Mubarak (29) : Tanda-Tanda Ramadhan Diterima Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Marhaban ya Ramadhan…
Datanglah sebagai cahaya yang menghapus gelap dosa.

Datanglah sebagai tamu agung yang membimbing kami menuju taqwa.

Semoga Ramadhan kali ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum perubahan hakiki.

اللهم بلغنا رمضان ووفقنا فيه للصيام والقيام واجعلنا فيه من المتقين

“Ya Allah, sampaikan kami ke bulan Ramadhan, beri kami taufik untuk berpuasa dan qiyam, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang bertaqwa.” (KIS/176).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini