Pembangunan Kota Gaza. Oleh : M.Habib Purnomo //Aktivis PWNU Provinsi Lampung

0

nataragung.id – Bandar Lampung – Randy Fine seorang politisi, anggota Kongres Amerika Serikat berpendapat kota Gaza sebaiknya di buat seperti Kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

Kota Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh Amerika Serikat kemudian di bangun setelah Jepang menyerah kalah ke Amerika pada perang dunia ke dua. Kota Gaza di bom terlebih dahulu jadi abu kemudian di bangun kembali oleh Amerika. Hanya yang perlu di catat, Jepang membangun kota Hiroshima dan Nagasaki dalam posisi Jepang kala itu tetap negara merdeka.

Dengan BoP (Board of peace/dewan perdamaian) sebuah Lembaga Internasional diluar PBB,Trump akan membangun kota Gaza, setelah sekarang kota Gaza jadi abu karena di bom Zionis Israel.

Baca Juga :  Mengapa Banjir Sumatera Tak Ditetapkan Status Bencana Nasional? Oleh: Junaidi Ismail, SH | Wartawan Utama

Namun tanpa pengakuan kemerdekaan Palestina oleh Amerika terlebih dahulu tetap saja akan terjadi perlawanan bangsa Palestina melawan penjajahan yang di lakukan zionis Israel terhadap Palestina, dan tidak ada jaminan Gaza yang akan di bangun itu tidak di bom lagi oleh Israel.

Ibarat pembangunan itu anak, maka kemerdekaan adalah ijab kabulnya/legalisasinya. Akui kemerdekaan Palestina dahulu baru kemudian lakukan pembangunan di Palestina termasuk pembangunan kota Gaza.

Pembangunan kota Gaza tanpa pengakuan kemerdekaan Palestina itu ilegal, ibarat anak sudah lahir tapi belum ada ikatan perkawinan yang sah.

Baca Juga :  Pancasila dan Politik Para Serigala. Oleh: Kiagus Bambang Utoyo // Pemerhati Sosial Kemasyarakatan, tinggal di Sidomulyo - Lampung Selatan

Sekarang, mayoritas negara di dunia sudah mengakui kemerdekaan Palestina di sidang umum PBB pada bulan September 2025, tinggal Amerika, Israel dan beberapa negara kecil termasuk Papua Nugini yang belum mengakui kemerdekaan Palestina.

Indonesia pun memiliki sejarah panjang dalam merebut kemerdekaannya, merdeka dahulu baru pembangunan kemudian.

Tentu kita ingat peristiwa Bandung lautan api, di mana bangunan-bangunan di kota Bandung di bakar oleh pejuang dan tentara Indonesia yang mundur supaya tidak di manfaatkan pasukan Belanda (NICA) yang akan menduduki kota Bandung tahun 1946 , setelah Belanda pergi kemudian kota Bandung di bangun kembali oleh pemerintah Indonesia. Berakit-rakit dahulu , berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Baca Juga :  SAATNYA MEMUTUS LINGKARAN "MIKUL DHUWUR MENDEM JERO" (𝘔𝘦𝘯𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘛𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘋𝘢𝘩𝘭𝘢𝘯 𝘐𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘐𝘫𝘢𝘻𝘢𝘩 𝘑𝘰𝘬𝘰𝘸𝘪) 𝘖𝘭𝘦𝘩 : 𝘏𝘦𝘳𝘳𝘺 𝘛𝘫𝘢𝘩𝘫𝘰𝘯𝘰 *)

Bila tidak di ganggu Amerika dan Israel, perkara kecil bagi PBB untuk membangun kota Gaza, serahkan saja ke negara-negara kaya Timur Tengah (Qatar, Arab Saudi, Kuwait dan UEA) selesai, tidak perlu minta iuran awal dari Indonesia Rp16 trilyun seperti BoP.

Amerika Serikat harus mengakui kemerdekaan Palestina dahulu, setelah merdeka kota Gaza kemudian di bangun lagi, kecuali memang punya agenda terselubung tidak akan mengakui kemerdekaan Palestina selamanya.
Tabiik….

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini