nataragung.id – Jakarta – Partisipasi Indonesia di Board of Peace memberi ruang nyata bagi Indonesia untuk terlibat dalam proses stabilisasi dan rekonstruksi pascakonflik, khususnya bagi Palestina. Hal ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat menjadi narasumber dalam program Podcast Blak-Blakan DetikCom di Jakarta Selatan, Sabtu (21/02/2026).
Ia mengatakan selama ini Indonesia konsisten menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina melalui forum-forum internasional dan bantuan kemanusiaan. BoP memberikan ruang bagi Indonesia yang lebih konkret untuk terlibat dalam proses stabilisasi dan rekonstruksi pascakonflik.
“Arah kebijakan luar negeri Indonesia tidak berubah, yaitu tetap pada prinsip two state solution,” katanya.
Keikutsertaan Indonesia dalam BoP, menurut Meutya, bukan bentuk normalisasi hubungan, melainkan bagian upaya memastikan kepentingan Palestina tetap diperjuangkan dalam setiap tahapan pembahasan perdamaian dan rekonstruksi.
Ia menambahkan keikutsertaan dan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian Palestina mengundang apresiasi dari pemimpin dunia. Misalnya,
Saat rapat perdana di BoP Indonesia terlihat disegani, dan secara harafiah Presiden Trump mengatakan Indonesia negara yang besar. Prabowo, menyampaikan sudah ada komitmen mengirimkan tentara dengan jumlah yang amat besar. “Saya rasa itu sudah menjawab semua disinformasi,” jelasnya. (MMD).
Keterangan foto : Menkomdigi Meutya Hafid saat menjadi narasumber dalam program Podcast Blak-Blakan DetikCom di Jakarta Selatan, Sabtu (21/02/2026). Foto: Pey HS/Komdigi

