nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang telah membawa kita memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, teladan dalam menjaga hubungan dengan Allah dan manusia.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Hidup ini pada hakikatnya berdiri di atas dua hubungan:
Hablum minallah, hubungan dengan Allah
Hablum minannas, hubungan dengan sesama manusia
Ramadhan adalah momentum memperbaiki keduanya.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Inilah tujuan hubungan dengan Allah: ibadah, ketaatan, dan ketundukan.
Namun ibadah tidak akan sempurna jika hubungan dengan sesama masih rusak.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang Muslim adalah yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, kualitas iman tercermin dari akhlak sosial.
Jamaah sekalian..
Bisa jadi kita rajin shalat, rajin puasa, tetapi masih menyimpan dendam, iri, atau menyakiti orang lain. Padahal Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengingatkan tentang orang yang bangkrut di akhirat:
إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي… يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا… فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ…
“Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia pernah mencaci ini dan menuduh itu… maka diberikan pahala kebaikannya kepada mereka…” (HR. Muslim)
Ibadahnya banyak, tetapi habis karena menyakiti orang lain.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Maka di sepuluh malam terakhir ini, mari kita:
– Perbaiki shalat kita
– Perbanyak istighfar
– Lunakkan hati untuk memaafkan
– Minta maaf kepada yang pernah kita sakiti
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Taubat bukan hanya dari dosa kepada Allah, tetapi juga memperbaiki kesalahan kepada manusia.
Jamaah sekalian…
Jangan sampai kita mencari Lailatul Qadar sementara hati masih penuh kebencian. Jangan sampai kita berharap ampunan Allah, tetapi enggan memaafkan sesama.
Mari jadikan Ramadhan sebagai momentum rekonsiliasi:
– Dengan Allah melalui taubat
– Dengan keluarga melalui komunikasi
– Dengan sahabat melalui saling memaafkan
Semoga Allah Subḥanahu wata’ala menerima ibadah kita dan memperbaiki seluruh hubungan dalam hidup kita.
اللهم أصلح لنا ديننا ودنيانا وأصلح ذات بيننا
Ya Allah, perbaikilah agama dan dunia kami, serta perbaikilah hubungan di antara kami.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/198)
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

