Mimbar Jum’at : 7 Amalan Utama Saat I‘tikaf pada 10 Hari Terakhir Ramadhan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa. Pada hari-hari inilah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah. Dalam hadis disebutkan:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَشَدَّ مِئْزَرَهُ

“Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Salah satu cara menghidupkan malam-malam tersebut adalah dengan i‘tikaf di masjid, sebagaimana dijelaskan oleh Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh as-Sunnah. Saat i‘tikaf, ada beberapa amalan utama yang dianjurkan :

1.Memperbanyak Shalat (Qiyamul Lail)

Shalat malam adalah ibadah utama untuk menghidupkan malam Ramadhan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT : Bahagia dengan Syukur. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

“Barang siapa menghidupkan malam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2.Membaca Al-Qur’an
I‘tikaf adalah waktu terbaik untuk memperbanyak tilawah Al-Qur’an, karena Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 185)

3.Memperbanyak Dzikir

Dzikir membuat hati menjadi tenang dan dekat dengan Allah. Allah berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingat kalian.” (QS. Al-Baqarah: 152)

Dzikir bisa berupa tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan istighfar.

4.Memperbanyak Doa

Doa adalah inti ibadah, terlebih saat i‘tikaf karena seorang hamba sedang mendekatkan diri kepada Allah. Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan permohonanmu.”(QS. Ghafir: 60)

Baca Juga :  KHUTBAH JUM’AT : Musibah Besar, Cermin Dosa, Seruan Taubat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

5.Memperbanyak Istighfar dan Taubat

I‘tikaf adalah momen membersihkan hati dari dosa.
Allah berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ

“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nur: 31)

Dengan istighfar, seorang hamba memohon ampun atas dosa-dosanya.

6.Mencari Lailatul Qadar

Salah satu tujuan utama i‘tikaf adalah mencari malam yang penuh kemuliaan.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah juga berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

7.Memperbanyak Doa Khusus Lailatul Qadar

Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tentang doa pada malam Lailatul Qadar. Beliau bersabda:

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT : Hari Ketika Segalanya Dihadirkan (Renungan dari surat Ali Imron ayat 30). Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi)

Penutup

I‘tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di dalamnya seorang hamba memperbanyak shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, beristighfar, dan mencari Lailatul Qadar.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang memakmurkan masjid dan meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.

اللهم بلغنا ليلة القدر واجعلنا فيها من المقبولين

“Ya Allah, sampaikanlah kami kepada Lailatul Qadar dan jadikan kami termasuk orang-orang yang diterima amalnya.” (KIS)

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini