Ramadhan Mubarak (25) : Menguatkan Ukhuwah di Bulan Penuh Rahmat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang mempersatukan hati-hati kita dalam iman dan Islam.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, yang mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar dengan cinta karena Allah.

Jamaah yang dirahmati Allah…

Di antara keindahan Ramadhan adalah terasa kuatnya ukhuwah Islamiyah. Kita sahur di waktu yang sama, berbuka di waktu yang sama, berdiri dalam shaf yang sama, dan mengaminkan doa yang sama.

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Persaudaraan dalam Islam bukan karena nasab, bukan karena suku, bukan karena status sosial, tetapi karena iman.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kita dan Sesuatu Yang Pasti. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Jamaah sekalian…

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menggambarkan kuatnya ukhuwah dengan sabdanya:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah ukhuwah sejati: ikut merasakan penderitaan saudara.
Ramadhan melatih kita untuk:
– Berbagi makanan berbuka
– Saling mendoakan
– Memaafkan kesalahan
– Menghindari pertengkaran

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Namun persaudaraan bisa rusak oleh hal-hal kecil: salah paham, iri hati, dan prasangka buruk.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jalan Istiqamah Menuju Surga. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Allah Subḥanahu wata’ala mengingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membersihkan hati dari su’udzan dan dendam.

Jamaah sekalian…

Jika ada yang pernah menyakiti kita, maafkanlah. Jika kita pernah menyakiti, segeralah meminta maaf. Jangan biarkan Ramadhan berlalu sementara hati masih penuh ganjalan.

Karena Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Manusia sebagai Batu Ujian - Hikmah Kesabaran dalam Setiap Pertememuan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Mari jadikan sisa Ramadhan ini sebagai momentum memperkuat ukhuwah, mempererat silaturahmi, dan menebar kasih sayang.

Semoga Allah Subḥanahu wata’ala menyatukan hati kita dalam kebaikan dan menjadikan kita saudara hingga di surga-Nya.

اللهم ألف بين قلوبنا وأصلح ذات بيننا واهدنا سبل السلام

Ya Allah, satukanlah hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, dan tunjukkan kami jalan keselamatan.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/202)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini