Mutiara Pagi : Shalat Lima Waktu – Sungai Yang Mensucikan Jiwa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ، هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟»
قَالُوا: لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ،
قَالَ: «فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا»

“Bagaimana pendapat kalian jika ada sebuah sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kalian, lalu ia mandi di dalamnya lima kali sehari, apakah masih tersisa kotoran pada tubuhnya?”
Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotoran pada tubuhnya.”
Beliau bersabda, “Itulah perumpamaan shalat lima waktu. Dengan shalat-shalat tersebut, Allah menghapus dosa-dosa.” (HR. Ibnu Majah dan dalam At-Targhib)

Baca Juga :  17 Kecamatan Teken Pakta Integritas, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Desa Anti Korupsi 2026

Hadits ini menghadirkan perumpamaan yang begitu hidup dan menyentuh: shalat lima waktu laksana sungai jernih yang mengalir di depan rumah seorang hamba.
Bayangkan seseorang yang setiap hari, lima kali, menyelamkan dirinya ke dalam air yang bersih. Tidak mungkin tersisa kotoran sedikit pun di tubuhnya.

Demikian pula shalat, ia adalah pembersih jiwa yang terus-menerus, mengikis dosa demi dosa, noda demi noda, hingga hati kembali jernih.

Shalat bukan sekadar kewajiban yang menggugurkan beban, tetapi ia adalah anugerah yang membersihkan. Setiap takbir mengangkat beban hati, setiap ruku’ meruntuhkan kesombongan, setiap sujud menghapus dosa dan mendekatkan diri kepada Allah.

Baca Juga :  Siap Bersinergi Jaga Budaya dan Lindungi Perempuan, PKK Lampung Selatan Gandeng Mighul Lampung

Namun harus dipahami hadits ini hanya mencakup dosa-dosa kecil dan selama seorang hamba menjauhi dosa besar. Dan itu semua terikat dengan kesempurnaan shalat: dilakukan dengan khusyuk, ikhlas, serta sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Maka, betapa meruginya orang yang meninggalkan shalat, karena ia telah menjauh dari sungai yang membersihkan dirinya sendiri. Dan betapa beruntungnya orang yang menjaga shalat, karena setiap hari ia diberi kesempatan untuk kembali suci di hadapan Rabb-nya.

Baca Juga :  Karang Taruna Lampung Gelar Bulan Bhakti di Lampung Selatan, Sinergi Pemuda dan Pelaku Wisata Bangkitkan Ekonomi Daerah

Dirikanlah shalat lima waktu, bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai perjalanan pensucian jiwa, agar kita senantiasa kembali kepada Allah dalam keadaan bersih, tenang, dan penuh harap akan ampunan-Nya. (223).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

#KIS
#Shobahul_Khair
#Mutiara_Pagi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini