nataragung.id – Pemanggilan – Berkata Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah: “Termasuk keuntungan terbesar dan harta paling mulia adalah meraih persahabatan dengan orang-orang saleh, serta memanfaatkan doa-doa mereka, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah wafat.”
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, manusia sering mengejar keuntungan yang tampak di mata: harta, jabatan, dan kemasyhuran.
Namun para ulama mengajarkan bahwa ada keuntungan yang jauh lebih berharga, yang tak lekang oleh waktu dan tak tergerus oleh usia, yaitu persahabatan dengan orang-orang saleh.
Sahabat yang baik bukan hanya menemani dalam tawa, tetapi juga mengingatkan saat lalai, menuntun saat tersesat, dan menguatkan saat lemah. Kehadiran mereka adalah cahaya yang menerangi jalan hidup, karena lisan mereka basah dengan dzikir, hati mereka hidup dengan iman, dan amal mereka menjadi teladan.
Lebih dari itu, keberkahan persahabatan dengan orang-orang saleh tidak terputus meski jasad telah terpisah oleh kematian.
Doa-doa mereka tetap mengalir, menjadi sebab turunnya rahmat Allah, mengangkat derajat, dan meringankan beban di alam kubur. Betapa indahnya ikatan yang tidak hanya terjalin di dunia, tetapi juga berlanjut hingga akhirat.
Maka, memilih teman sejatinya adalah memilih arah kehidupan. Dekat dengan orang-orang saleh berarti mendekat kepada kebaikan, dan menjauh dari mereka berarti membuka pintu bagi kesesatan.
Semoga Allah menganugerahkan kepada kita sahabat-sahabat yang saleh, yang mencintai karena-Nya, mendoakan dalam diam, dan kelak dipertemukan kembali dalam naungan rahmat-Nya. (237)
__WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
#KIS
#Shobahul_khair
#Mutiara_pagi

