Mutiara Pagi : Fiqih Mujamalah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Dalam perjalanan dakwah dan kehidupan bermasyarakat, tidak semua kebenaran disampaikan dengan ketegangan dan benturan. Ada saatnya agama mengajarkan ketegasan, namun ada pula saatnya hikmah menuntut kelembutan, kelapangan dada, dan kepiawaian menjaga hubungan. Di sinilah hadir apa yang oleh sebagian orang disebut sebagai fiqih mujamalah, fiqih basa-basi yang terpuji, bukan demi kemunafikan, tetapi demi menjaga maslahat yang lebih besar.

Kadang seorang alim, dai, atau tokoh masyarakat harus menahan sebagian sikap kerasnya, memilih kata-kata yang halus, memberi penghormatan, pujian yang wajar, atau sikap tawadhu kepada pihak tertentu agar pintu-pintu kebaikan tetap terbuka. Sebab tidak semua urusan umat bisa diselesaikan dengan konfrontasi. Ada kemaslahatan yang hanya dapat dicapai dengan pendekatan yang lembut dan hubungan yang baik.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Ucapkanlah, Namun Dengan Cinta Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam sendiri adalah manusia yang paling sempurna dalam bermuamalah. Beliau menghormati para pemimpin kabilah, menerima hadiah, melunakkan hati manusia, bahkan memberi bagian lebih kepada sebagian orang demi menjaga persatuan dan menenangkan hati mereka. Itu bukan kelemahan, melainkan hikmah.

Fiqih mujamalah bukan berarti menjual prinsip atau menggadaikan agama. Ia adalah seni menempatkan sikap sesuai keadaan. Berbeda antara mudahanah yang tercela, yaitu mengorbankan agama demi dunia, dengan mudarah yang terpuji, yaitu kelembutan dalam berinteraksi demi menjaga agama dan kemaslahatan umat.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Peradaban yang Tegak di Atas Ilmu dan Keadilan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Tidak semua basa-basi adalah dusta. Kadang senyuman, penghormatan, dan kata-kata yang baik menjadi sebab tertolaknya kerusakan yang lebih besar. Orang yang memahami fiqih ini akan tahu kapan harus keras, dan kapan harus lembut. Sebab tujuan dakwah bukan sekadar memenangkan perdebatan, tetapi menjaga agama, persatuan, dan maslahat kaum muslimin. (*/249)
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jadilah Bagian dari Kebaikan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

#KIS
#Shobahul_khair
#Mutiara_pagi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini