nataragung.id – Pemanggilan – Ketiga perkara ini : ikhtiar, sabar, dan tawakal merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslim. Jika ditinjau dari urutan pelaksanaannya, maka secara umum adalah:
1.Ikhtiar (Berusaha)
Seorang muslim diperintahkan untuk melakukan sebab-sebab yang dibenarkan syariat terlebih dahulu.
Allah Ta’ala berfirman:
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39)
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga bersabda:
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجِزْ
“Bersungguh-sungguhlah dalam mencari apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah.” (HR. Muslim)
Artinya, sebelum mengharapkan hasil, seorang muslim wajib berusaha sesuai kemampuan yang Allah berikan.
2.Tawakal (Berserah Diri kepada Allah)
Setelah melakukan ikhtiar, seorang muslim menyerahkan hasilnya kepada Allah, karena keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh usaha manusia. Allah berfirman:
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ
“Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.” (QS. Ali ‘Imran: 159)
Perhatikan ayat ini: setelah ada tekad dan usaha, barulah tawakal. Jadi tawakal bukan meninggalkan usaha, tetapi menyandarkan hati kepada Allah setelah melakukan sebab-sebab yang diperbolehkan.
Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersabda:
اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ
“Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah.” (HR. At-Tirmidzi)
Artinya, lakukan ikhtiar terlebih dahulu, lalu bertawakal.
3.Sabar (Menerima dan Tetap Istiqamah atas Ketentuan Allah)
Setelah berikhtiar dan bertawakal, hasil akhirnya berada di tangan Allah. Di sinilah sabar diperlukan.
Jika hasilnya sesuai harapan, kita bersabar dalam ketaatan dan bersyukur. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, kita bersabar atas takdir Allah. Allah berfirman:
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ
“Ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran.” (HR. Ahmad)
Kesimpulannya. Secara urutan praktiknya:
khtiar → Tawakal → Sabar
Ikhtiar: melakukan usaha yang halal dan terbaik.
Tawakal: menyerahkan hasil usaha kepada Allah.
Sabar: menerima dan menjalani hasil yang Allah tetapkan, baik sesuai harapan maupun tidak.
Namun perlu dipahami bahwa sabar sebenarnya menyertai seluruh proses. Kita memerlukan sabar saat berikhtiar, sabar dalam menjaga tawakal, dan sabar ketika menerima hasilnya.
Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa seorang mukmin berjalan dengan tiga bekal: berusaha dengan anggota badan, bertawakal dengan hati, dan bersabar atas ketentuan Allah.
Wallahu a’lam bish-shawab. Semoga Allah memberikan kepada kita ikhtiar yang benar, tawakal yang kuat, dan kesabaran yang indah. Aamiin. (*/263)
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
📚 Mutiara Pagi
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

