Kementerian ESDM Bongkar Rahasia Penyebab Pertamax Terpaksa Dinaikkan: Harusnya Rp 20.000/Liter

0

nataragung.id, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian ESDM mengungkap bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, sebenarnya sudah seharusnya dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Pemerintah menahan penyesuaian harga karena ingin menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Menurut Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, harga keekonomian Pertamax bahkan diperkirakan berada di kisaran Rp20.000 per liter, sehingga harga lama dinilai sudah jauh di bawah kondisi pasar.

Baca Juga :  Berbagai Kalangan Dukung Pemekaran DOB Kabupaten Natar Agung - MAJALAH NATAR AGUNG

Pemerintah mengakui kenaikan harga Pertamax membebani masyarakat, tetapi menilai kebijakan tersebut sulit dihindari karena dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah dunia dan kebutuhan menjaga keberlanjutan pasokan BBM nasional. Jika harga terus ditahan, dikhawatirkan akan mengganggu konsistensi distribusi dan ketersediaan produk energi di dalam negeri.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan perlindungan tetap diberikan kepada masyarakat kecil dan kelompok rentan dengan mempertahankan harga BBM bersubsidi. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter sesuai arahan Presiden Prabowo untuk menjaga akses energi yang terjangkau.

Baca Juga :  Rekomendasi Pemekaran Natar Agung, Kado Indah di Akhir Jabatan Bupati Nanang Ermanto

Kenaikan harga membuat Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kebijakan ini memicu berbagai keluhan masyarakat dan menjadi salah satu tuntutan utama dalam sejumlah aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah, sementara pemerintah menegaskan langkah tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini